
Setelah keluar dari kamar mandi, Camelia hanya memutar kedua bola matanya malas. Ia menarik napasnya panjang lalu mengeluarkan lewat mulut. Bertahan bersabar melihat salah satu temannya yang sudah kehilangan urat malunya. Ia memilih melangkahkan kakinya keluar dari cafe tersebut, diikuti Firya, Rina, Azzarah dan terakhir Cleo.
"Kita mau kemana? Ke mall?" tanya Camelia saat sudah keluar dari cafe.
"Hmmm menurut lo bagusan dimana?" tanya Firya.
"Seterah sih."
"Gimana kalo ke timezone? Katanya di mall samping cafe ini ada timezone-nya juga."
"Boleh tuh."
Camelia menganggukkan kepalanya, ia segera menelfon Pak Edi.
"Pak Edi? Bisa jemput di cafe sebelah mall enggak pak? Pak Edi enggak parkir mobilnya jauh kan?"
"..."
"Owh kalau gitu saya tunggu ya pak. Enggak pake lama."
"..."
"Gimana?" tanya Rina saat Camelia selesai menutup telfonnya.
"Bisa."
"Owh sipp."
○•○
"Waaahhhhh gilaaaak bagus banget. Enggak nyangka gue, di mall sebesar ini ada timezone sebagus ini." mata Cleo berbinar melihat banyaknya game tertata rapi dan juga ada beberapa patung kartun berbentuk doraemon, pikachu, monyet dan mobil-mobilan.
Azzarah berdecak keras. "Norak lo"
"Bomad! Syirik kan lo?" sahur Cleo
Azzarah hanya memutar bola matanya malas. "Guys beli kartu dulu kuy." Ajakan Azzarah disambut dengan anggukkan kepala mereka berempat kecuali Cleo yang sedang asik melamun sambil melihat deretan game.
"Cleo yuk beli kartu dulu." ucap Rina yang membuat Cleo tersadar dari lamunannya.
Setelah membeli kartu, mereka berlima mulai memasuki game center dan meninggalkan Cleo yang sedang bermain-main dengan patung doraemon. Setelah beberapa detik, akhirny Cleo tersadar dan ia segera kembali menuju teman-temannya.
Mereka berlima memainkan banyak permainan. Mulai dari permainan basket, drum sampai tembak-tembakan seperti anak kecil.
Setelah setengah dari permainan yang ada di game center itu selesai mereka mainkan, sekarang saatnya mereka untuk bermain di rumah hantu.
Cleo dan Camelia berjalan duluan memasuki kawasan rumah hantu. Disusul Rina, Firya dan Azzarah dibelakang mereka. Camelia yang berjalan didepan, membuat kakinya terasa lemas, berbeda dengan Cleo yang kini sudah mulai bersorak bahagia bercampur takut karena dia sudah lama tidak memasuki rumah hantu.
Mereka berlima akhirnya masuk ke dalam rumah hantu. Tentu saja dengan Camelia tetap bersama Cleo didepan.
Saat hantu tanpa lengan dengan pakaian compang-camping mulai menyentuh bahu Azzarah, gadis itu terlihat sangat ketakutan. Bahkan dia sampai memeluk lengan Firya sangat erat. Hal ini tak luput dari pandangan Cleo. Cleo dan Camelia yang sempat melihat sekilas sudah tidak bisa menahan tawanya saat Azzarah memeluk erat lengan Firya.
Kini mereka sudah bisa menyelesaikan permainan di rumah hantu dalam waktu sekitar 29 menit. Sekarang mereka kembali menuju ke area game center, hanya sekedar untuk menghapus ketakutan mereka di rumah hantu.
"Wih keren lo menang Rin." ucap Firya saat melihat Rina bisa memenangkan rekor di salah satu game disana. "Iya dong siapa dulu? Gue gitu lho." ucap Rina.
"Eh eh itu ada komedi putar, main kesana yuk." ucap Azzarah sembari menarik tangan Camelia dan Cleo. Sedangkan Rina dan Firya masih berkutat dengan permainan di game center itu.
"Cih enggak asik main gitu doang. Rin, yuk kita nyusul mereka bertiga." kesal Firya karena sedari tadi ia selalu kalah. Dengan sangat antusias Rina mengikuti Firya naik wahana komedi putar tersebut.
Saat komedi putar sudah mulai bergerak lagi, tawa mereka berlima akhirnya pecah lagi. Hal ini tak luput karena suara Firya dan Cleo yang sangat cempreng. Mereka sempat membuat game center itu mendadak ramai dengan teriakan mereka.
Waktu bersenang-senang mereka sudah habis. Kini mereka terlihat sangat kelelahan terutama Firya dan Cleo yang sudah hampir menghabiskan suara mereka dengan berteriak-teriak di komedi putar.
Mereka memutuskan untuk segera pulang mengingatkan hari sudah cukup sore. Tentunya, mereka menunggu agar semua sudah dijemput baru mereka akan pulang bersama. Sungguh indah persahabatan ini -pikir Camelia.
○•○
Kini Camelia berada di dalam kamarnya. Memang setelah sampai di rumah, Camelia memilih untuk segera ke kamar dan beristirahat. Bahkan ia sampai meminta Bibi Bell agar makan malamnya diantar ke kamarnya karena Camelia merasa sangat kelelahan.
Camelia sedang duduk di sofa kamarnya sambil memakan makan malamnya.
Ia sedang menonton drakor favoritnya, "Sky Castle". Memang drakor itu bukan drakor terbaru, tapi Camelia sangat senang menontonnya.
Setelah Camelia selesai makan malam, ia meletakkan alat makannya ke nakas dan segera mematikan TV-nya.
Camelia kembali beranjak dari sofa kamarnya dan mulai tertidur.
○•○
Terima kasih buat para readers yang udah nyempatin baca 🙏
Terus ikuti kisah Camelia yaa~
Maaf kalau ceritanya kurang nyambung mohon maklumi karena ini novel pertama author.
Jangan lupa comment, like and rate ya guysss biar author semangat nulis ceritanya 😁