
Saat ini, Camelia sedang berbaring di atas ranjangnya sembari memainkan game di ponselnya. Ya, selepas makan jenang putih gula merah tadi, Camelia merasa malas melakukan sesuatu. Bahkan dirinya belum sempat mandi.
"Non, mandi gih? udah jam segini kok belum mandi?" kata Bibi Bell pada Nona kecilnya itu.
"Nanti ah Bi, Camelia lagi males nih." balas Camelia tanpa mengalihkan pandangannya dari ponselnya.
Bibi Bell menghembuskan nafasnya kasar. "Kenapa Non? Bibi perhatiin daritadi Non Camelia cemberut terus. Liatin HP terus?" kata Bibi Bell sembari mendekat ke Nona kecilnya itu.
"Camelia lagi kesel sama orang bi." balas Camelia.
"Kesel sama siapa Non?" tanya Bibi Bell sambil mengelus sayang kepala Camelia.
Camelia bangkit dari tidurnya dan langsung memeluk tubuh pengasuh-nya itu.
"Camelia kesel Bi, masak Priya udah delapan hari enggak ngasih kabar." adu Camelia dengan wajah ditekuk.
"Coba Nona yang ngasih kabar." saran Bibi Bell.
"Udah Bi, tapi enggak dibales. Nggak tau dah ngapain tuh anak." kata Camelia kesal.
"Ya udah sabar aja, nanti juga dikasih kabar." balas Bibi Bell.
Ponsel Camelia tiba-tiba berbunyi, ada notif WA masuk. Dengan cepat, Camelia langsung membuka WA-nya itu. Siapa yang mengirimkannya?
***Priya :
Cpt klr gw dh d lwr
Camelia :
Maksudnya?
Priya :
CEPET KELUAR, GUE UDAH DI LUAR!!!
Camelia :
Priya masuk rumah dulu deh, Camelia belum apa-apa, mandi aja belum :(
Priya :
G
Camelia :
Ayolah Priya, ini aku mau mandi dulu. Priya tunggu dulu ya :v
Priya :
Y***.
Ah iya, itu pesan dari Priya. Camelia lupa jika sore ini ia janji akan bersepeda dengan Priya. Sedangkan dia, mandi aja belum.
"Siapa Non?" tanya Bibi Bell
"Anu Bi, itu Priya. Camelia lupa kalo ada janji sama Priya." balas Camelia
Camelia langsung melompat dari ranjangnya, beranjak menuju kamar mandi. Dengan tergesa-gesa ia segera bersiap-siap pergi. Dan benar saja, hanya butuh waktu sekitar 20 menit, Camelia sudah siap dan turun menemui Priya.
"Aduh maaf Priya, udah buat nunggu lama. Ya udah yuk berangkat." ajak Camelia
"Kerjain dulu PR-nya" balas Priya
"Nanti aja deh waktu udah sampe rumah." kata Camelia. Priya hanya mengangguk dan segera bangun dari duduknya.
"Bi, Camelia pergi dulu ya?" pamit Camelia
"Iya hati-hati Non."
"Yaudah kalau gitu kita berangkat dulu ya bi. Assalamu'alaikum." ucap Priya
"Wa'alaikumussalam."
Camelia dan Priya beranjak pergi keluar rumah. Sebenarnya dalam pikiran Camelia sudah dipenuhi tanda tanya. Kenapa tumben Priya mengajaknya pergi? Ya bisa dibilang tumben sih, karena sebelumnya Priya tidak pernah mengajaknya pergi.
Perjalanan mereka tempuh kurang lebih 15 menit, hingga disinilah mereka berhenti sekarang. Berada di sebuah cafe.
"Mau pesan apa?" tanya Priya
"Terserah kamu aja deh." balas Camelia. Priya mengangguk.
Menunggu pesanan, keadaan mereka hanya hening. Tidak ada yang membuka suara, hingga Camelia bertanya pada Priya.
"Priya kenapa ngajak Camelia sore-sore kesini? Padahal Priya tau kan kalo PR Camelia numpuk?" tanya Camelia
"Ya tau." balas Bima
"Terus kenapa ngajak Camelia kesini? Pasti ada apa-apanya kan?" tanya Camelia. Dan itu hampir tepat sasaran.
"Mungkin." jawab Priya. "Aku dapet Dare dari temen-temen. Dare-nya itu suruh ngajak jalan orang yang dia sayang dan nanti harus ada fotonya sebagai bukti." lanjutnya sambil mengangguk ragu.
"Ih serius dong Priya. Kalau iya berarti kan aku orang yang kamu sayang." kata Camelia dengan nada penuh harap.
"Kenapa bisa begitu?" tanya Priya tidak paham. Atau lebih tepatnya pura-pura tidak paham.
"Ya kan tadi katanya Priya orang yang Priya sayang." balas Camelia
"Ya berarti lo orang yang gue sayang." balas Priya santai
Camelia membeku ditempat. Tidak tau ia harus mengatakan apa, hingga Priya yang paham situasi akhirnya memegang tangan Camelia.
"Priya? enggak boleh gini. Priya?" panggil Camelia.
"Iya maaf" balas Priya dengan senyum hangatnya.
"Priya udah sayang sama Camelia?" tanya Camelia.
"Mungkin udah dari tiga tahun yang lalu" balas Priya.
"Kan Camelia sayang sama Priya, Priya juga sayang sama Camelia. Lagian kita juga udah dijodohin. Gimana kalau kita jadian aja?" kata Camelia dengan nada polosnya.
Priya menatap Camelia sambil tersenyum.
Diacaknya rambut rapi Camelia.
"Tugas cewek cukup nunggu. Kalau kamu sabar nunggu sampai cita-citaku kecapaian. Enggak usah pake pacaran segala, nanti aku bakalan lamar kamu."
Sumpah demi apapun Camelia ingin teriak sekenceng-kencengnya. Terlebih saat Priya berbicara dengannya pakai aku-kamu.
"Percaya sama Priya kan?" tanya Priya.
"Priya lagi enggak bohongin Camelia kan? Enggak lagi bikin Camelia baper kan?" tanya Camelia memastikan.
"Enggak Amel." balas Priya dengan nada lembut.
○•○
Terima kasih buat para readers yang udah nyempatin baca 🙏
Terus ikuti kisah Camelia yaa~
Jangan lupa comment, like and rate ya guysss biar author semangat nulis ceritanya 😁