
Kalo suka sama seseorang mending pendam sendiri. Daripada ujung-ujungnya bakalan sakit hati.
~therealyas
______________________________________________
Lelah.
Ya, Camelia benar-benar lelah. Selepas dari ruang Kepala Sekolah, dia tidak langsung menuju kembali ke kelasnya. Melainkan dia pergi menuju ke perpustakaan. Bukan untuk membaca buku, tapi dia ingin tidur di perpustakaan.
Kali ini, perpustakaan masih sepi. Pasalnya masih belum masuk jam istirahat. Dan itu membuat Camelia merasa lebih tenang untuk segera merebahkan tubuhnya di lantai bagian belakang rak buku kayu itu. Di sana terdapat sebuah karpet yang lumayan tebal.
Baru saja ia mulai memejamkan mata, ada sebuah tangan yang membuatnya terpaksa untuk membuka mata.
"Kenala sih?! Ganggu aja?" tanya Camelia sembari membuka matanya.
"Lo ngapain tidur disini? Mending lo tidur di UKS. Gue temenin deh." kata seseorang yang membuat Camelia sedikit terkejut.
"Enggak kok kak, enak an disini. Karpetnya lembut kok."
"Kak Aditya ngapain disini?" tanya Camelia sambil melihat ke sekeliling siapa tau Kak Aditya datang bersama Kak Nadya, pacarnya.
"Tadi gue kesini cuma mau ngembaliin buku doang. Terus gue liat lo lagi tiduran disini." balas Aditya dan Camelia hanya manggut-manggut paham.
"Kenapa enggak ke kelas? Lo bolos?" tanya Aditya.
"Habis dari ruang Kepala Sekolah tadi." jawab Camelia membalas pertanyaan Aditya.
"Ada buat masalah?" tanyanya lagi sambil tetap menatap Camelia.
"Ada dikit tapi udah selesai." balasnya.
"Udah dulu ya kak, udah ditunggu Cleo di kelas." lanjut Camelia lalu pergi meninggalkan Aditya di perpustakaan.
Camelia berjalan di koridor kelas yang sepi. Bel waktu move kelas tiba-tiba berbunyi, hal ini sontak membuat Camelia sangat senang karena dia tidak perlu bertemu Bu Siti lagi.
Cleo, Camelia, Firya, Rina, dan Azzarah sekarang sedang berjalan menuju ruang BIG 1 karena setelah ini adalah jam pelajaran Bahasa Inggris. Sesampainya di ruang BIG 1 suasana awkward tiba-tiba terjadi, mungkin karena Cleo dan yang lainnya masih sedikit kurang percaya dengan yang terjadi pada Camelia.
"Eh, btw Mel. Mau tanya dong." kata Cleo dengan nada sok imut.
"Apaan?" tanya Camelia.
"Lo tadi diapain sama kepsek?" tanya Cleo.
"Dinasehatin lah." balas Camelia dengan nada malas.
Cleo dan yang lainnya hanya manggut-manggut paham walaupun dalam hati mereka masih ada sesuatu yang mengganjal.
"Woyyy Ma'am Yuni dateng!!!" teriak salah satu teman kelas Camelia. Teriakan itu membuat kelas yang diam seketika gaduh. Mereka berlarian kesana kemari menuju bangku mereka masing-masing.
"Anj*r lah gue belum belajar." ucap Cleo histeris.
"Salah lo udah tau ulangan enggak belajar." kata Firya sembari memainkan bulpointnya.
○•○
Saat ini mereka berlima tengah makan di kantin sekolah melepaskan penat selepas ulangan yang menghabiskan banyak tenaga itu.
Brakk!!!
Suara gebrakan meja membuat Thai Tea milik Azzarah tumpah ke meja yang ditempati Camelia dkk.
"Eh lo adik kelas yang sok kecantikan! Jangan pernah lo deketin Galang!"
"Apalagi Aditya."
"Jangan kecentilan kalo jadi cewek!"
Elin dan Nadya. Dua cewek dari kelas 8 yang terkenal karena status mereka sebagai pacar salah satu most wanted. Ya, Elin adalah bucinnya Galang sementara Nadya adalah pacar Aditya.
Suasana kantin yang awalnya ramai sekarang tiba-tiba hening.
"Berdiri lo." kata Elin dengan wajah angkuhnya.
Camelia berdiri tanpa rasa takut sama sekali.
"Kenapa ya kak?" tanya Camelia dengan nada sesantai mungkin.
"Lo masih nanya kenapa? Lo udah sadar dong! Baru aja kelas 7 udah sok belagu. Sok cantik lo? Iya?" Sinis Nadya.
"Seenggaknya kita cantik alami." sindir Rina.
"Maksud lo apa hah?" bentak Elin yang mulai kehabisan kesabarannya.
"Masa gitu doang enggak tau sih kak? Maksud sahabat gue tuh gini. Kita itu cantiknya natural, bukan dari bedak 5 cm, lipstik 3 cm, bulu mata 1 meter. Kita enggak pake make up apapun. Emang, make up bisa buat orang jelek jadi kayak putri. Tapi sayang, yang pake make up ke sekolah tuh artinya dia jelek. Sedangkan yang enggak pake make up? Mereka lebih milih cantik natural." jelas Camelia panjang kali lebar.
Plakkkk!!!!
Satu tamparan mendarat sempurna di pipi putih nan mulus milik Camelia, hingga membuat pipinya itu membekas merah.
"Berani banget ya lo sama kita? Lo enggak tau apa kita itu siapa?" tanya Nadya geram.
"Emak emak kelas 8 kan?" balas Camelia dengan smirk devilnya.
Baru saja Elin ingin melayangkan satu tamparan di pipi Camelia, tiba-tiba sebuah tangan menahan lengan Elin yang sudah berada beberapa centi mendekati pipi mulus Camelia.
Tbc.
______________________________________________
Kira-kira siapa ya yang nahan tangan Elin? Nah, silahkan comment 🙌 Menurut kalian, siapa yang nahan tangan Elin? Dan alasannya apa?
Siapa tau thor bakalan dapet ide 😂😂😂