
Seorang wanita kini sedang duduk di ujung ranjangnya sembari menggenggam erat foto orang yang dicintainya. Kini ia tidak bisa menelfon Priya karena dia sudah 4 tahun lost contact. Camelia sudah mencari cara untuk menemukannya tapi nihil.
"Heyyy sayang apa kabar?" Ujarnya di depan foto Priya.
"Priya, Camelia mau cerita. Tadi Camelia dibully sama orang yang gak Camelia kenal, di sekolah barunya Camelia. Mereka nyiram seragamnya Camelia sampe basah. Untung ada Farrel sama Valina. Kamu inget kan? Camelia sekarang satu sekolah lagi sama mereka hehehe"
"Tadinya Camelia mau bales perbuatan mereka tapi Camelia urungkan karena kamu pernah bilang sama Camelia gak usah nyakitin orang lagi dan Camelia udah buktiin sama kamu. Camelia sekarang udah gak kayak dulu lagi." Ujarnya sambil mengingat-ingat masa lalunya itu.
Sudah hampir 1 jam Camelia duduk disana untuk menceritakan semua yang terjadi padanya dan akhirnya Camelia memutuskan untuk mandi.
Skippp....
👧👧👧
KEDIAMAN CAMELIA
Ting tong... Ting tong...
Cleeekkk...
"Eh permisi, cari siapa ya?" Ucap Bibi Min
"Kami sahabat SDnya Camelia sekaligus teman sekelasnya Camelia di SMA Bi. Saya Farrel dan ini Valina. Camelianya ada Bi?"
"Non Camelia ada di kamarnya, langsung naik aja ke atas."
"Iya bi, makasih."
"Den Farrel sama Non Valina mau dibuatin apa?"
"Terserah Bibi aja yang penting harus yang dingin-dingin ya Bi. Jangan lupa cemilannya juga." Jawab Farrel dan berlalu menuju ke kamar Camelia.
"Oke, tunggu bentar ya. Nanti Bibi anterin ke atas."
✿๑۞๑,¸¸,ø¤º°°๑۩ ۩๑°°¤ø,¸¸,๑۞๑✿ ┏━━━━•❅•°•❈•°•❅•━━━━┓
CAMELIA PUTRI PURNAMA
🌸 ROOM 🌺 ┗━━━━•❅•°•❈•°•❅•━━━━┛
✿๑۞๑,¸¸,ø¤º°°๑۩ ۩๑°°¤ø,¸¸,๑۞๑✿
Tok...tok...tok
Cleeekkk...
"Hallo Camelia." Sapa mereka bersamaan.
"Eh kalian udah dateng? Sini masuk."
"Ni tas lo." Ujar Valina sambil memberikan tas kepada pemiliknya.
"Oke merci."
Mereka pun langsung menuju kasur Camelia yang berukuran queen size itu sambil rebahan. Mereka kini sedang mengingat-ingat masa lalu mereka sambil sesekali tertawa. Bagi mereka moment seperti ini sudah lama tidak mereka rasakan bersama. Tiba-tiba HP Camelia berdering menandakan ada telfon masuk. Segera dia beranjak dan mengambil HPnya yang disimpan diatas meja belajar.
Drrrttt...Drrrttt
Devinleonarldi is calling...
"Ngapain dia nelfon gue?" Gumam Camelia dan segera mengangkatnya.
"Iya, halo ada apa?"
"Lo gapapa?" Tanya Devin dari sebrang sana.
"Apanya?"
"Tadi lo habis dibully sama CABEnya Lycée Louis-le-Grand ya?"
CABE Lycée Louis-le-Grand? Ntah mengapa sebutan itu terasa lucu di hati Camelia sehingga tanpa ia sadari ia tertawa kecil.
"Iya, pacarnya lo kan?" Jawab Camelia sambil menahan tawanya.
"What the... apa lo bilang barusan?"
"Pacar lo."
"Amit-amit jabang bayi punya pacar CABE kek dia."
"Dasar CABE sialan! Boro-boro pacaran ama dia, suka aja enggak." Umpatnya kesal.
"Hahahahahahahahh." Kini Camelia tak dapat menahan tawanya.
"Lah ngapain lo ketawa? Kagak ada yang lucu."
"Gak ada. Ya udah, to the point. Ngapain lo nelfon gue?"
"Gak cuma mastiin aja lo gak kenapa-napa."
"Perduli apa lo?"
"Gue kan calon masa depan lo."
"NGA.REP!" Jawab Camelia sembari menekan setiap katanya.
"Liat aja nanti."
"Udah ah, kagak ada yang penting juga. Bye." Tutup Camelia.
Tuttt...tut...tut
Tanpa disadari, kedua sahabatnya sedari tadii melihat Camelia. Merema bingung Camelia mendapatkan telfon dari siapa.
Terusss ya Tuhannn
Camelia ketawa??? Beneran??? Enggak bohong??? Akhirnya Camelia bersikap seperti biasanya
"Dari siapa?" Tanya Farrel.
"Devin."
"WHATTT???" Pekik kedua sahabatnya bersamaan.
"Lo kan ngasih id line gue ke dia." Tunjuk Camelia ke arah Farrel.
"Hehehehehe itu anu..."
"Anu apaan?"
"Dia yang minta id line lo, katanya mau kenalan."
"Yah terus kenapa gak izin dulu ke gue?"
"Hehehehe lo beruntung Mel."
"Apanya?"
"Dihubungin sama Devin, lo gak tau dia siapa?"
"Enggak."
"Dia itu most wantednya Lycée Louis-le-Grand terus anaknya Tuan Leonarldo orang terkaya no. 1 di Paris, idaman para wanita. Banyak wanita di luar sana yang pake segala cara contohnya Yeri yang ngebully lo tadi. Pas di kantin dia overprotektif banget untuk dapetin Devin, namun gak pernah diperduliin sama Devin ya gak Val?"
"Iya betul bangettt, sedangkan lo tanpa diminta dia dateng sendiri. Ya ampuuunnn Camelia lo beruntung banget." Pekik Valina histeris.
"B aja sih." Ujar Camelia cuek.
"Hahaha liat aja bentar lagi lo bakalan naksir sama Tuan Devi hahahah." Ledek Farrel.
"O-G-A-H gue gak naksir."
"Iya... iya... liat aja entar." Pekik Valina
Tok...tok...tok
"Masuk." Jawab Camelia.
Clllekkk...
"Ini Non, Bibi mau nganterin jus sama camilan buat temennya Non." Sahut Bibi Min sambil membawa pesanan kedua sahabat Camelia.
"Simpan aja di meja Bi."
"Iya Non, Bibi permisi." Jawab Bibi Min langsung pergi ke bawah.
Skiiippp...