
Valina dan Farrel langsung duduk di sebelah Camelia yang sedang fokus menonton film di tv.
"Kenapa kemaren malem enggak makan?"
"GUE ENGGAK LAPER." Jawab Camelia.
Tak lama, Bibi Min datang sambil membawa nampan berisi 2 nasi goreng dan semangkuk bubur tak lupa 3 gelas air putih.
"Ini Nona." ucap Bibi Min sembari meletakkan makanannya di meja.
"Iya bi, makasih."
"Ada lagi Non?"
"Enggak, Bibi bisa kembali." Jawab Valina dan diangguki oleh Bibi Min. Dengan segera, Bibi Min pergi meninggalkan ketiga remaja itu.
"Ayo dimakan buburnya, jangan diliatin doang." Ujar Valina yang sedang memakan makanannya.
"MALES."
Sebenarnya yang punya rumah siapa sih? Gumam Camelia dalam hati.
Farrel kini sudah selesai dengan makanannya. Melihat Camelia sama sekali belum menyentuh bubur itu, membuat Farrel mengambil alih bubur di atas meja tersebut.
"Aaaaaaaa..."
"Apaan sih?" Tanya Camelia melihat Farrel yang memperlakukannya seperti anak TK.
"Buka mulutnyaaa. Aaaaa..."
"Gue enggak laper."
"Kita enggak mau kalo sakit lo tambah parah gara-gara enggak makan."
"LEBAY. gue ga papa."
"Sayangnya gue enggak nerima penolakan."
"Hm." Mau tak mau Camelia harus menuruti perkataan Farrel.
Pada saat sendok kelima, kepala Camelia tiba-tiba terasa sangat pusing dan suhu tubuhnya panas dingin. Ia merasa kepalanya seperti terbentur tembok.
"Camelia lo kenapa?" Tanya Vino yang baru saja pulang dari supermarket.
"Kepala gu.. gue sakit." ucapnya gemetaran.
"Anterin gue ke atas." pintanya dan Vino langsung membridal style membawa Camelia menuju kamarnya.
Sesampai di kamarnya Camelia, Vino langsung membaringkan Camelia di kasur dengan perlahan.
"Lo istirahat ya? Tapi minum obatnya dulu." ujar Valina sembari memberikan beberapa obat untuk Camelia.
"Hm."
"Lo tidur aja, kita mau pulang kasian ntar lonya keganggu sama kita."
"Oke, makasih ya."
"Iya, santuy. Cepet sembuh biar cepet sekolah."
"Iya, hati-hati ya."
"Oke, Vin kita duluan ya? Bye guys." Ucap Farrel berpamitan.
"Kalo gitu gue juga keluar, lo istirahat aja." kata Vino dan dibalas anggukan lemah oleh Camelia.
•••••••••••
5 hari berlalu....
Hari dimana Camelia akan menampakkan dirinya kembali setelah 5 hari tidak bersekolah karena dokter yang menyarankannya untuk beristirahat. Yah sebenarnya sudah lama ia ingin masuk, namun lagi-lagi Vino menjadi penghalangnya dengan berbagai macam alasan dan pada akhirnya Camelialah yang mengalah.
Entahlah kenapa sebegitu posesifnya Vino, namun Camelia tak pernah merasa risih ataupun jengah. Dengan sifat Vino yang sebegitu dramatisnya melihat Camelia sakit, entah apa yang dipikirannya. Camelia begitu sangat nyaman karena ia masih dihargai dan diperhatikan.
♥♥♥♥♥
Gue bakalan terus ngejagain lo, Camelia.
Cuma gue yang tau semua kekurangan dan kelebihan lo sekarang.
Gue bakalan terus berusaha selalu bikin lo bahagia, selamanya.
Achmad Alvino Gyminka
Sudah lima hari berlalu, kini Camelia sudah diperbolehkan bersekolah kembali. Tapi, Camelia baru bersekolah besok karena tepat sekali hari ini adalah hari Minggu.
Kini Camelia, Farrel, dan Valine sedang duduk di bangku taman di rumahnya Camelia dan dikelilingi oleh beberapa buku tebal dan laptop yang kini sedang nyantai berada di pangkuan mereka. Iya, mereka sekarang lagi asyik-asyiknya belajar bareng karna esok hari sudah UAS.
Belajar? Hanya untuk nambah-nambah doang kok. Karena meskipun enggak belajar, mereka tetap bisa mengerjakan soal sulit-sulit itu. Karena apa? Karena ketiga remaja itu memiliki kepintaran di atas rata-rata dan tak perlu diragukan lagi kemampuan mereka. Mereka hanya semata-mata main keluar rumah sama modus aja kok, terlebih lagi si Farrel yang suka nyium-nyium Valina yang notabene sekarang adalah pacarnya. Camelia? Dia mah orang berhati tabah walaupun dalem hati dia udah mengumpat kepada dua sejoli itu karena mereka seperti tak menghiraukan kehadirannya.
"Kalian berdua udah dong nyium-nyiumnya!!" ujar Camelia entah sudah berapa kalinya namun dua sejoli itu hanya cuek bebek tidak menanggapinya.
"Abisnya gue emesss sama Valinaa" tuhkan alaynya Farrel keluar.
"Iya tapi ini lagi belajar guys. Jadi harus fokus dong sama teorinya." Nasehat Camelia pada kedua sahabatnya itu.
"Sabodolah kita gak belajar juga bisa kok ngejawabnya." tuhkan sombong banget yah si Valina. Cocok deh mereka, yang satu alay yang satu sombong. Moga aja mereka langgeng.
"Sombong."
"Gapapa sombong yang penting ga jones."
"Sumpah enggak nyambung."
"Biarin wleee"
"Dih."
"Udahlah, kalian nyebelin. Mending kalian pulang udah malem juga kan besok kita mau UAS." Ujar Camelia mengusir mereka secara halus karena tidak bisa dipungkiri, kini ka merasa sangat iri kepada Valina karena bisa deket dengan pacarnya. Sedangkan Camelia, dia hanya bisa LDR tanpa bertukar kabar sedikitpun.
"Ya udah kita pulang, lo harus cepet tidur juga ya?"
"Iya, kalian juga hati-hati di jalan."
"Iya Mel."
Camelia mengantar Valina dan Farrel sampai ke depan rumahnya.
"Kita pulang dulu ya? Bye"
"Bye."
Valina memasuki mobil Farrel dan mereka bergegas meninggalkan pekarangan rumah elite tersebut.
🌟🌟🌟🌟🌟
Oke guyssss....
Gimana?
Suka enggak???
Comment and likenya lah jangan pelit-pelit amat
Yah namanya juga cerita pertama
Authornya ya kayak gini 😂😂😂😍😍😍❤❤❤❤