
Di tempat lain
"Eh Yer lo udah liat murid baru pindahan dari Indonesia enggak?" Ujar sahabatnya itu.
"Iya udah, sok kecakepan lagi." Kata Yeri yang merupaka ketua cheers, dia juga dikenal tukang bully dan ditakuti oleh siswi Lycée Louis-le-Grand.
"Lo tau enggak? Dia itu masuk kelasnya Devin dan lebih parahnya lagi, dia sebangku sama Devin." Ujar sahabatnya satu lagi.
"Whattt? Harus gue kasih pelajaran tuh anak. Berani-beraninya dia deketan Devin sayang gue." Ucapnya menggeram.
"Gue harus bikin dia enggak tenang udah sekolah disini dan udah deketin Devin, itu sama aja cari masalah sama gue." Lanjutnya.
🖤🖤🖤🖤🖤
KELAS SECOND
"Cuiittt... Cuittt ada yang pergi bareng nih. PJ PJ PJ!!!" Teriak Brian.
"Ekhmmm ettt dahhh si Devin Cuittt... Cuittt kalian emang cocok kok." Lanjut Alex namun tak dihiraukan oleh Camelia.
"Berisik lo berdua! Gue kasih bogeman mentah hah?!" Ancam Devin
"Ihhh atuuuttt." Sahut Brian dan Alex.
**************
Kringgg... Bel istirahat!!!
Semua siswa berhamburan keluar kelas, ada yang pergi ke perpus, ada yang pergi ke kantin, dan ada juga yang tetap menetap tinggal di kelas.
Farrel dan Valina segera menghampiri Camelia yang sedang duduk manis dibangkunya, sedangkan gengnya Devin udah ngancir entah kemana.
"Mel... Kantin kuy laper." Ujar mereka.
"Kuylah."
Sampai di kantin, lagi-lagi Camelia menjadi pusat perhatian karena kecantikannya, namun di lain tempat Yeri sudah siap untuk menggebrak meja yang diduduki Camelia dan teman-temannya.
Brrraaakkk...!!!
Semua mata tertuju pada meja yang dihuni oleh ketiga orang tersebut.
"Lo jadi anak baru gak usah belagu, ngapai lo duduk sebangku sama Devin sayang gue anjirr!" Teriak Yeri, namun tak digubris oleh Camelia.
Yeri pun semakin emosi karena pertanyaannya tidak digubris oleh Camelia.
"Lo budek apa gimana? Apa lo takut sama gue hah? Gue peringati lo sekali lagi!!! Jangan dekatin DEVIN." Kini Yeri menaikkan suaranya satu oktaf namun lagi-lagi tak dihiraukan oleh Camelia
Byuuurrr...
Seragam Camelia basah, Yeri telah menyiramnya dengan jus yang sedari tadi dipegang oleh kedua sahabatnya itu, melihat kejadian itu Farrel dan Valina menganga tak percaya. Bahkan semua orang yang ada di kantin kaget melihat perlakuan Yeri and the geng...!!!
Melihat sahabatnya diperlakukan seperti itu, kini Farrel yang angkat bicara.
"Shittt... Apa-apaan lo dateng-dateng sahabat gue anjinggg." Sahut Farrel emosi.
"Hahahahahahahah oh jadi dia sahabat lo, lo tanya kenapa gue ngelabrak dia terus nyiram dia hah? KARENA DIA UDAH DEKETIN PACAR GUE." Sahut Yeri dengan menekan kata akhir kalimat.
"BANGSATTT." Teriak Valina.
Ketika hendak ingin menampar Yeri, namun tangannya ditarik oleh Camelia dan menarik sahabatnya keluar kantin.
Semua penghuni kantin seketika tercekat melihat Camelia yang sama sekali tidak menanggapi dan tidak melawan tindakan Yeri tersebut.
*********
Toilet
Camelia menarik Valina ke toilet sedangkan Farrel menunggu di luar toilet atas permintaan Camelia. Valina hanya diam sedari tadi dia bingung sama sifat Camelia karena setahunya Camelia tidak akan tinggal diam kalau ada orang yang nyakitin dia dan orang-orang yang disayanginya. Tapi sekarang???
Dia yang dipermalukan seperti itu kini hanya bungkam.
"Camelia lo kenapa sih?" Tanya Valina
"Kenapa lo diem aja waktu dibully sama mereka?" Sambungnya lagi.
Hening...
Mereka semua berada dalam pikiran masing-masing, Valina tau sekarang. Alasan kenapa Camelia lebih memilih bungkam seribu bahasa ketika dia dibully habis-habisan sama Yeri di kantin.
"Gue ambil seragam baru di loker sekarang." Segera Valina beranjak keluar dari toilet menuju loker.
5 menit kemudian....
"Ini mel ganti dulu entar lo sakit." Sahut Valina.
Camelia pun langsung mengambil seragam yang diberikan oleh Valina dan langsung mengganti pakaiannya.
---------------
Di waktu yang sama namun di lain tempat
3 most wanted sekolah sedang menuju kantin, namun langkahnya terhenti ketika mereka melihat keadaan Camelia keluar dari kantin dengan keadaan basah kuyup manarik 2 sahabatnya keluar dari kantin.
"Ehh itu kan Camelia, Farrel sama Valina kan? Terus itu kenapa Camelia basah kuyup?" Tanya Devin pada kedua sahabatnya itu.
"Itu Camelia, apa yang terjadi?" Pekik Alex.
"Eh lo sini!" Brian menarik tangan salah seorang pria yang baru saja keluar dari kantin.
"Di kantin ada apa kok rame gitu?" Lanjut Brian.
"Oh itu, tadi Yeri barusan bully murid baru yang pindahan dari Indonesia. Temennya Farrel sama Valina." Jawab pria itu.
Devin yang sedari tadi tak mengeluarkan suara pun menggeram ketika mendengar penjelasan dari pria yang sekarang ada dihadapannya dengan tangan mengepal dan wajah memerah padan akibat menahan emosi yang sudah memuncak karena orang yang disukainya dibullu oleh Yeri and the geng
"Oke thanks infonya." Ucap Alex dan pria itu langsung pergi dari hadapan most wantednya Lycée-Louis-le-Grand.
--------------
Kringgg.... Bel masuk!!!
Semua siswa masuk ke kelasnya masing-masing, tidak terkecuali Devin dan kedua sahabatnya itu.
30 menit pelajaran sudah dimulai, namun masih tidak ada tanda-tanda Camelia dan kedua sahabatnya itu masuk kelas.
"Lo kemana sih?" Tanya Devin dalam hati sembari melihat kursi sebelahnya yang masih kosong.
Tok...tok...tok
"Permisi Mr. maaf kami telat." Ujar Farrel dan Valina kepada Mr. Billy.
"Dari mana saja kalian? Pelajaran sudah dimulai drai setengah jam yang lalu." Jawab Mr. Billy sanbil berkacak pinggang.
"Anu Mr. Kami tadi nemenin Camelia ke guru piket untuk izin pulang." Jawab Farrel.
"Oh ya udah silahkan duduk." Ujar Mr. Billy mempersilahkan kedua muridnya untuk duduk.
Sedangkan Devin yang sedari tadi melihat penjelasan kedua sahabat Camelia. Kini raut wajahnya berubah menjadi cemas.
Flashback on.
"Ya udah masuk yuk? Udah bel itu." Ucap Valina.
"Gue mau izin pulang." Sahut Camelia.
"Lo kenapa?" Tanya Farrel.
"Gue mau cepet-cepet ngabarin Priya, kalian bisa bantuin gue kan?"
"Iya, Ayo kita ke guru piket. Nanti tas lo gue yang bawain sekaligus gue mau main ke rumah lo udah lama kita gak ngumpul. Iya kan Rel?"
"Oke thanks. Nanti pulang sekolah langsung ke rumah gue aja."
"Oke siappp." Jawab sahabatnya bersamaan.
Flashback off.
♠️♠️♠️♠️♠️