
"E-eh kak Galang. Emm kakak ngapain disini? Habis dari toilet ya kak? Kalo gitu saya ke kelas dulu ya kak" Kata Camelia gugup dan ingin segera pergi dari sana. Namun sayangnya, pergelangan tangannya terlebih dahulu dicekal oleh Galang.
"Owh jadi selama ini sering ngatain MPK dibelakang gitu? Atau jangan-jangan lo juga ngatain OSIS sama SATGAS juga? Mirror Mel, lo itu juga anggota OSIS?! Bisa-bisanya lo menjelekkan MPK Empress Junior High School! Sama aja lo ngehina diri lo sendiri Mel! Sekarang lo mau lari dari tanggung jawab?" Ucap Galang dengan tatapan datarnya.
"Eng-enggak kok kak. Saya enggak bermaksud buat menjelekkan. Tapi saya lagi sensitif aja. Sekarang saya mau... ke... kamar mandi dulu ya kak." Ucap Camelia sedikit gugup.
"Lo bilang mau ke kelas bukan ke kamar mandi." Ujar Galang.
Skak mat!!! Sekarang Camelia dibuat diam tidak bisa berkata-kata. Camelia yang biasanya mampu membalas semua perkataan kakak kelas sekarang diam tidak bergerak di tempatnya.
"Ikut gue." Nadanya dingin,tapi penuh dengan paksaan.
"Mau kemana? Enggak. Saya harus segera kembali ke kelas, lagi ada presentasi." Kata Camelia sembari melepaskan cekalan tangan Galang.
"Kelas lo kosong, enggak ada guru. Jangan jadiin presentasi sebagai alasan lo buat kabur dari hukuman gue." Kata Galang.
"What? Hukuman? Jangan lah kak... nanti saya beliin indom*lk caramel deh, ya ya?" Kata Camelia sambil mengeluarkan puppy eyes-nya.
"Ikut gue atau gue buat lo malu di depan satu sekolah." Ancam Galang dan ancaman itu berhasil membuat Camelia pasrah.
Bima tersenyum melihatnya. Sebuah senyuman tipis yang hampir tidak terlihat berhasil lolos di bibirnya.
"Good girl."
○•○
"HWAAAA ENGGAK MAUUU!!! SAYA ENGGAK MAUUU IKUT KAK GALANG!! KAK GALANG TEGAAAA HWAAA!!!!"
Terus dan terus, Camelia berteriak demgan suaranya yang menggelegar. Suara Camelia bisa saja membuat gendang telinga Galang pecah. Tapi, cowok itu tetap berusaha menulikan pendengarannya.
"Lo bisa diem enggak? Gue enggak bakalan perkosa lo?" Bentak Galang yang justru membuat Camelia semakin memberontak.
"HWAAA TOLONGIN CAMELIAAAA... CAMELIA MAU DIPERKOSA SAMA KETOS BOTAK BIN TULUL INI... TOLONGIN CAMELIAAAA!!! HWAAAA"
"Aduh apa-apain? Kenapa Camelia sampai berteriak-teriak seperti itu? Mengganggu jam pelajaran kelas lain! Galang, kamu apakan dia?" Tegur salah seorang guru.
"Tidak ada apa-apa bu. Hanya Camelia baru saja melanggar peraturan. Saya disini ingin memberikan hukuman untuk Camelia." Perkataan Galang sontak membuat Camelia melototkan matanya.
"Owh astaga. Ya sudah tidak apa-apa. Tetapi jangan sampai mengganggu ketenangan kelas lain." Ujar guru tadi. Setelah itu, guru tadi langsung masuk kembali ke kelasnya.
"Gimana? Masih berani nolak hukuman dari gue?" Tanya Galang. Yang ditanya hanya menggelengkan pelan kepalanya sebagai jawaban.
Galang tersenyum dan langsung menarik lengan baju Camelia menuju ke lapangan basket sekolah.
○•○
"Iya ini juga lagi dibersihin botak."
"Bagian sini masih kotor."
"Sabar, tangan gue cuma dua."
"Yaudah cepetan."
"Sabar *** gajah."
Begitulah sedari tadi perdebatan antara Canelia dengan Galang. Saat ini mereka sedang berada di lapangan basket. Dengan Camelia yang dihukum membersihkan lapangan basket dari dedaunan yang jatuh. Semetara Galang sedang enak-enakan duduk di bawah pohon sambil minum susu Indom*lk caramelnya.
"Makanya kalau enggak mau dihuk..." Belum sempat Galang menyelesaikan kalimatnya, ia berlari menuju Camelia. Gadis itu sekarang pingsan dengan wajah yang sangat memerah mungkin akibat panas. Tanpa pikir panjang, Galang segera menggendong Camelia ala-ala bridal style menuju UKS.
"Ish!!! Kamu itu ya Galang, kalau kasih hukuman tuh jangan yang terlalu berat. Kamu liat ini, Camelia itu punya kulit yang sensitif. Andaikan kamu tidak ada disana, Camelia pasti bakalan lebih sakit dari ini. Enggak kasian apa kamu?" Ujar Bu Yulia selaku guru kesehatan sambil menekankan kata "sensitif".
"Maaf bu." Ujar Galang dingin.
"Sekarang beliin dia minuman di kantin. Biar waktu bangun dia enggak tambah dehidrasi." Ucap Bu Yulia.
"Inggih bu." Ucap Galang menggunakan Bahasa Jawa halus.
Galang memutar matanya malas saat ia harus membelikan minum untuk Camelia dan Bu Yulia lebih memilih kembali ke kelasnya untuk melanjutkan pelajaran.
"Eh-eh lu ternyata bisa sakit ya? Gie kira lo jinni oh jinni yang enggak bakalan pernah ngerasain sakit. Cepetan bangun woi" Ketus Galang setelah kembali dari Kantin.
"Makanya lo jangan ngelanggar peraturan deh. Biar gue enggak susah." Ujar Galang sambil menutup matanya.
○•○
Terima kasih buat para readers yang udah nyempatin baca 🙏
Terus ikuti kisah Camelia yaa~
Jangan lupa comment, like and rate ya guysss biar author semangat nulis ceritanya 😁