My Life Is Confusing

My Life Is Confusing
MALU



Camelia berjalan menuju koridor menuju ke kelasnya, kelasnya Ruang BIN 1, sumpah Camelia sabar banget dah pagi-pagi udah dapet mapel Bahasa Indonesia plus gurunya killer pula.


Penampilan Camelia sekarang rada beda, ia memendekkan roknya 5 cm di atas lutut. Gila pendek banget kan? Dan juga ia memakai sepatu baru dari Inggris yang berwarna putih berpadu warna pink. Entah hari ini Camelia sedang kesambet apa, tapi dirinya akan memuaskan waktunya menjadi badgirl sebelum orang tuanya kembali dari Los Angeles 1 bulan lagi.



Kira-kira seperti itu penampilannya:v


Sepanjang perjalanan ia menjadi pusat perhatian baik cewek maupun cowok, Camelia yang agak risih pun menegurnya.


"Kenapa lo liatin gue kayak gitu? Mau gue colok tuh mata?!" tanya Camelia rada nyolot gitu.


"Diih sok cantik banget sih lo!" cetus salah satu siswi yang ada di sana.


"O em ji hellaaaaw! Emang gue cantik lo aja kali yang syirik." sinis Camelia.


Lalu Camelia melanjutkan perjalanannya lagi, ia tidak terlalu menggubris lirikan tajam mereka.


Terlalu serius Camelia memainkan ponselnya, ia menabrak seseorang yang tak lain adalah Galang.


Brakk.


Dan ponselnya pun terjatuh, oh my gosh ponsel cantiq pecah kagak ya?


"Lo punya mata enggak sih?" umpat Camelia.


Eh si anj*r malah ngelihatin gue pake segitunya, tau kok kalo gue cantik.



"Yang ada lo tuh jalan enggak liat-liat sekarang malah nyalahin gue?" ucap Galang tak mau kalah.


Tampaknya terompet peperangan sudah mulai dibunyikan.


Camelia menatap Galang dengan sengit.


"Sabar bro tenangin emosi lo" sahut Aditya menenangkan Galang.


Aditya yang melihat Rizal yang diam saja pun bertanya-tanya, takutnya kan kesambet enggak lucuu.


"Lo kenapa diem aja?"


Rizal yang terkejut pun seketika membuyarkan lamunannya.


"Eh enggak apa-apa kok."


"Mel, rok lo kependekan tuh." tegur Rizal yang membuat Galang dan Aditya melihat ke bawah.


"Suka-suka gue lah." ketus Camelia.


"Biarin aja. Percuma lo nasehatin kepala batu kayak dia. Enggak akan mempan." cibir Galang.


"Kok lo sewot sih?" desis Camelia.


Lalu Galang dkk, pergi melewati Camelia dengan tampang datarnya.


Camelia pun tak kalah sinis, ia langsung mengambil ponselnya. Belum sempat ia mengambil ponselnya, ia sudah menjadi bahan tawaan tukang bully, BOB dan parahnya disitu ada Kak Aldo.


*Gilaaa mantep bro


Pagi-pagi udah cuci mata


Keliatannya seger banget tuh


Hahahahahha*


Camelia pun berdiri lagi, lalu semuanya terdiam. Ia heran mengapa ia ditertawakan. Galang dkk pun belum sempat pergi, baru beberapa langkah mereka meninggalkan Camelia, terdengar suara tawa pecah dari arah belakang.


Lalu Galang dkk kembali menghampiri Camelia yang kelihatannya sedang bingung.


"Ro.." belum sempat Galang menyelesaikan perkataannya, Rizal langsung memotong.


"Enggak papa kok Mel." ucap Rizal dengan senyuman alaynya yang malah disebut 'menjijikkan' oleh Camelia.


Lalu Camelia ingin mengambil ponselnya lagi dan semua tertawa lagi. Ia sadar jika celananya kelihatan karena roknya terlalu pendek. Hell, ini memalukannn.


Gara-gara roknya yang kependekan, ia harus mau menanggung malu saat ini.


Camelia tidak bisa mengambil ponselnya jika celananya akan kelihatan lagi. Camelia sekarang hanya bisa menunduk, wajahnya sudah terlihat merah padam antara malu atau menahan amarah.


"Dit, lo ambilin ponselnya Camelia." ucap Galang.


"Oke" lalu Aditya mengambil ponselnya.


"Nih ponsel lo." ucap Aditya sembari mengembalikannya ke Camelia.


"Astagaaa gue maluuu." teriak histeris Camelia yang sedari tadi hanya menunduk, Camelia tak sanggup dipermalukan. Grrr


"Ternyata semua cowok tu sama aja." kesal Camelia lalu meninggalkan semua orang yang masih setia menertawakannya.


○•○


Di sinilah Camelia, ia sedang menatapindah halaman samping sekolahnya dari pujasera. Camelia hanya ingin menenangkan diri setelah kejadian tadi yang pastinya dapat menurunkan imagenya.


"Ealah bgsd! Gue malu njirrr! Gimana gue mau ikut pelajaran kalo gue sendiri kayak gini? Bisa-bisa habis ini gue masuk BK lagi."


"Lo enggak ikut pelajaran?"


Camelia mendongak menatap sengit ke arah lelaki yang membuatnya menjatuhkan ponselnya.


"Ngapain lo kesini?"


"Serah gue lah."


Anj*r. Anj*r. Anj*r.


"Lo enggak ikut pelajaran?" tanya Galang mengulangi pertanyaannya.


"Gara-gara lo gue jadi gini bot.."


"Kok gara-gara gue?" tanya Galang lagi sembari menahan tawanya karena wajah kesal Camelia yang menurutnya lucu.


"Introspeksi sendiri!" kesal Camelia sembari menatap ke arah lain. Ia terlalu malas untuk melihat wajah sialan itu.


Galang mendengus pelan, ia mencoba membujuk Camelia untuk mengikuti pelajaran di kelas.


"Lo masuk ya?" bujuk Galang selembut mungkin.


"Gue malu."


"Berdiri." ucap Galang sembari membuka jaket miliknya. Jaket itu adalah jaket yang sama milik Galang saat LDK Puncak. Saat itu adalah malam pra-pelantikan OSIS, waktu Camelia lupa membawa jaketnya, ia terpaksa meminjam jaket Galang dan Galang tidak bisa menolaknya. Selain karena kasian, Galang juga merupakan ketua tim sekaligus anggota kelompok kelas 8 sendiri.


"Mau ngapain njirr." ketus Camelia sembari berdiri dengan angkuh.


Tanpa basa-basi Galang segera melilitkan jaketnya ke pinggang Camelia.


Tbc.


______________________________________________


Thor lagi badmood nih, makanya thor update 😂


Terima kasih buat para readers yang udah nyempatin baca 🙏


Terus ikuti kisah Camelia yaa~


Jangan lupa comment, like and rate ya guysss biar author semangat nulis ceritanya 😁