My Life Is Confusing

My Life Is Confusing
Hari Sabtu



Hidup adalah sebuah film, tuliskan akhir cerita yang Anda inginkan dan tetap percaya.


○•○


Mereka berjalan saling beriringan menuju kelas mereka. Banyak tatapan tak suka sekaligus iri pada


Camelia. Bisa dekat dengan 2 most wanted sekaligus.


Tak jarang jika ada yang beranggapan jika Camelia menggunakan ilmu pelet, ada ada saja.


Mulut mereka memang selalu saja begitu jika sudah menyangkut hal seperti ini. Namun, Camelia hanya acuh saja. Menganggap setiap omongan yang dia dengar hanya sebagai angin lalu saja. Selagi mereka masih punya mulut, tak apa jika mereka ingin mengatai Camelia dengan imajinasi dari godaan setan itu. Toh, dengan begitu. Sama saja mereka membantu mengurangi dosa Camelia. Bukankah begitu?


Berhubung kelas sedang jam kosong, jadi mereka bebas melakukan apapun. Tak jarang dari mereka berkeliaran keliling kelas. Meskipun begitu, tidak ada yang keluar dari kelas. Kecuali untuk membuang sampah ataupun ke kamar mandi. Mereka lebih asyik bermain di kelas, entah itu berghibah ria maupun tidur berjamaah.


Tet~tet~


Bel pulang pun berbunyi siswa-siswi berlarian menuju gerbang sekolah, ada yang sebagian masih di kantin atau sekedar melewati pujasera.


“Pujas yuk?” ajak Cleo.


“Kuy.” Ucap Camelia dan Azzarah karena Firya dan Rina pulang duluan karena sudah dijemput. Maklum mereka dijemput selalu tepat waktu.


Di kantin pelajaran Camelia melihat ada geng cabe Diva dan ini kesempatannya untuk pamer pasalnya dia ingin memamerkan sepatu barunya.


“Gue jalan duluan ya.” Pamit Camelia lalu pegi meninggalkan mereka berdua.


Tap tap tap suara sepatu Camelia.


Ia sengaja lewat di depan geng cabe Diva sambil menghentakkan kakinya untuk pamer.


“It’s a good game, I cannot lose” Camelia bernyanyi ria sambil lewat di depan geng cabe Diva.


“Eh lo adek kelas yang dilabrak Diva kan? Gak sopan banget sih lewat depan kakak kelas. Ya kan guys?” sewot Anya, teman Diva.


“Well, lo fikir gue peduli?” balas Camelia tersenyum sinis.


Lalu datanglah malaikat ralat Azzarah dan Cleo yang mengahmpiri Camelia sebelum terjadi


perdebatan.


“Eh Camelia! Katanya mau ke pujas? Buruan! Perut gue sudah laper ini!” desis Cleo.


“F*cek.” Setelah mengucapkan kalimat luckn*t tersebut Camelia sempat memberikan jari tengahnya kepada Anya sebelum pergi menuju kedua sahabatnya.


“Anj*r lo! Kalo berani sini?” teriak Anya yang wajahnya mulai memerah.


“Apa ha?! Lo pikir gue bakalan takut?” ucap Camelia dengan nada santainya.


“Maaf ya kak, sekali lagi saya minta maaf. Teman saya ini rada rada. Maaf ya kak.” Ucap Azzarah kalem, lalu mereka segera membawa Camelia pergi menjauh sebelum ada perdebatan yang mengarah ke pertengkaran. Sudah cukup Camelia berulah hari ini.


○•○


Hari ini adalah hari Sabtu jadi sekolah libur, sinar matahari sudah menembus jendela kamar milik Camelia Putri Purnama, namun tak sedikit pun mengganggu bobok syantik seorang Camelia, sedikit lagi Camelia di cium Kang Chan Hee.


“Ummmmm.” Camelia memonyongkan bibir yang masih di dalam mimpinya.


“Cameliaaaaa!”


Gbrakk.


Alhasil Camelia jatuh dari atas ranjang sungguh terkejut!


“Ya ampun! Camelia malah tidur di bawah!” panik Jasmine.


“Is mama!! Eh.. mama?!?!? Kok sudah pulang sih?! Katanya masih sebulan lagi? Kok cepet banget? Lagian ya ma, ini Camelia jatoh kok dibilang tidur di bawah? Mama ini ganggu mimpi indah Camelia saja! Padahal dikit lagi Camelia di cium sama Chani.” Kesal Camelia.


“Chani your eyess.” Cibir Jasmine yang geram dengan anak gadisnya itu.


“Keluarganya pulang, bukannya disambut malah marah marah? Enggak seneng? Ya sudah, bangun mandi sudah jam 10, terus makan sana, anak gadis kok bangun siang?”


“Ya,” singkat Camelia.


Camelia pun dengan malas segere beranjak menuju ke kamar mandi untuk melakukan ritual mandinya, sesudah mandi pun dia segera menuju ke ruang makan.


“Pagi ma.”


“Tumben nyapa?”


Camelia mendengus sebal menatap mamanya itu, syukur syukur di sapa ma. Batin Camelia.


“Ya kemana lagi? Ayahmu itu pergi ke rumah Uti. Ya sudah makan dulu sana mama sudah masak nasi goreng.” Jelas Jasmine sambil menunjuk meja makan.


“Siiiiip.”


Selesai makanCamelia pun menuju ke kamar lalu mengambil poselnya dan melihat notif dari grup mereka.


SHAGUN


*Rina


Bangun coy sudah siang.


Cleo


Gue sudah mandi keleesss.


Firya


Btw kemana sari madu?


Azzarah


Palingan masih molor.


Cleo


Gilak kebo banget ya Camelia hahahah :v


Camelia.putri


Heh kalian berempat ngomongin gue ya hah :v


Firya


Baru muncul si lebah.


Rina


Sudah bangun yank?


Camelia.putri


@Rina najis.


Rina


Sa ae lu nyet.


Azzarah


Belajar kelompok kuy?


Cleo


Kuy


Camelia.putri


Cleo rumah lo ya? Otw gue oke.


Firya


Gue juga.


Cleo


Hmm, gue lagi yang kena. Okelah gue tunggu, jan kelamaan.


Camelia.putri


Ashiiiap


Read*.


Di read doang? Anj**r sakit banget ! udahlah bodo amat gue mau ganti baju dulu terus siap siap, gak


usah dandan toh gak ketemu siapa siapa, oh iya lupa kan gue sudah cakep lahir dan batin.