
Halo, selamat membaca kesayangan author 🤗❤️
Mentari pagi telah bersinar dengan terangnya
Hujan semalam membuat pagi begitu segar
Cuaca hari sangat cerah, terlihat awan putih yang indah di atas langit.
Burung burung berterbangan mengelilingi pagi yang cerah.
Aensley bangun dan membuka ghorden kamarnya, ia hirup udara di luar hingga memenuhi rongga perutnya, kemudian ia mengehmebuskan secara perlahan.
"Segar" gumamnya dan tersenyum
Zeyn ingin bangun tapi kenapa hari ini ia malas, ia memindahkan kepalanya di perut istrinya tapi kenapa tidak ada, akhirnya Zeyn membuka matanya dan melihat Aensley sedang berdiri di depan jendela kamar dan masih menggunakan baju tidur sexy.
"Hoaammmm" Zeyn menguap dan merenggangkan otot otot yang kaku
"Papa twins udah bangun" ucap Aensley mendekat ke arah Zeyn
"Udah dong, cium sayang" kata Zeyn
"Mandi dulu ah, aku bau acem" ucap Aensley yang sudah berdiri akan ke kamar mandi
Zeyn segera berdiri dan mencium bibir Aensley dengan lembut.
"Papa, twins belom" rengek Aensley yang menirukan suara anak kecil
"Maaf sayang, Cup.. Cup..Cup, udah kan, papa mandi dulu ya" uajar Zeyn
Aensley mengangguk dan mengikuti Zeyn dari belakang.
"Sayang apa kau mau mandi bersama,?" tanya Zeyn
"Tidak sayang, aku akan membuat sarapan untukmu" jawab Aensley yang masih berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya dan gosok gigi
"Kan udah ada yg buat sarapan kamu mandi sama aku aja yok" goda Zeyn
"Masih pagi jangan macam macam" kata Aensley dan Mendorong Zeyn masuk kedalam kamar mandi
Zeyn tertawa melihat Aensley yang Menggemaskan, akhirnya ia mandi selama Beberapa menit dan tidak sampai dua puluh Menit.
"Nasi goreng sudah siap" kata Aensley yang seperti koky
Aensley menaruhnya di meja makan dan ia naik ke atas untuk mandi.
"Aku boring kalo di rumah terus, apa ikut Zeyn aja ya" Aensley.
"Sayang, sayang" panggil Aensley
"iya kenapa" jawab Zeyn sambil memainkan rambut Aensley
"Aku ikut ke kantor ya" pinta Aensley
"Jangan bilang mau ngawasin gua, ya ampun ibu hamil posesif Banget si" gumamnya dalam hati
"Nggak boleh ya, yaudah aku ngambek" ketus Aensley dan langsung masuk kedalam kamar mandi
Dorrr... Dorrr..Dorrr
Zeyn menggedor pintu kamar mandi agar Aensley membukanya, tapi nihil Aensley Sudah tidak mau lagi membukanya.
"Sayang boleh ko"
"Jangan ngambek dong"
"Sayang kamu boleh ikut ko"
Ucap Zeyn teriak teriak di luar kamar mandi, Tapi Aensley sudah benar benar kesal karena Zeyn lama berfikir tadinya.
Zeyn takut terlambat dan ia tidak mau di Bilang Bos suka terlambat, akhirnya ia Sarapan lalu berpesan kepada bibi yang ada di dapur.
"Bik nanti kalo Aensley sudah turun kebawah suruh dia makan ya, terus kalo udah slesai sarapan suruh dia ke kantor nganterin makan siang" kata Zeyn
"Iya tuan"
Aensley sudah selesai mandi ia merebahkan Tubuhnya di sofa dan melihat TV.
Perutnya bunyi, bahwa baby twins nya lapar ia Pun begitu.
Aensley turun ke bawah dan langsung duduk di meja makan untuk sarapan.
"Pagi nyonya" sapa Bibik
"Pagi bik, Zeyn udah berangkat dari tadi ya" tanya Aensley
"Belom ko, baru satu menit yang lalu" jawab bibi
Aensley menganggukan kepalanya dan melanjutkan sarapannya itu sampai habis.
Usai sarapan Aensley jalan jalan ke taman belakang dan berfoto foto dengan ponselnya
"Nyonya Aensley, kata tuan Zeyn, nyonya di suruh ke kantor untuk mengantarkan makan siang" jelas Bibik
"Huh dasar, tadi nggak boleh kesana, malah sekarang di suruh kesana buat nganterin makn siang" gumamnya dalam hati
"Iya bik nanti Aensley yang antarkan, tapi Bibik aja ya yang masak, Sley capek bik" kata Aensley
"iya tidak apa apa, itukan sudah kewajiban syaa disini nyonya" kata Bibik
"Aduh, sayang ko nendag mama kuat banget si"
"Kenapa,?" tanya Aensley pada baby twins yang ada di dalam perutnya
"Twins nggak suka ya kalo mama marah sama papa" tanyanya lagi
Perut Aensley di tendang lagi mungkin menandakan jawaban iya dari sang Baby.
"Hahaha anak mama pintar" ucapnya lalu mengelus perutnya
Zeyn sedang berhadapan dengan layar Monitor dan berkas berkas sudah ia Selesaikan dengan baik dan jam sudah menunjukan jam makan siang.
ia menaruh kepalanya di meja dan memejamkan matanya sebentar agar tidak terlalu pusing.
Aensley sudah ada area parkir di kantor Suaminya, ia berjalan santai dan tidak lupa ia Menyapa satpam saat hendak masuk Kedalam.
Aensley sudah menaiki lift yang menuju ke Lantai paling atas di ruangan Zeyn.
"Di dalam ada Vani nggak ya" gumamnya dalam hati
Aensley sudah turun dari lift tiba tiba di depannya ada Vani yang akan turun kebawah menggunakan lift yang Aensley pakai tadi.
"Selamat siang nyonya Aensley" sapa Vani Dengan ramah
"Siang Van" jawabannya cuek
"Ya Tuhan kenapa buk bos selalu cuek padaku" gumam Vani dalam hati
Aensley langsung membuka pintu ruangan Zeyn, terlihat Zeyn yang masih tertidur di atas Meja ada rasa iba di hati Aensley, akhirnya ia menaruh kotak makan siang di atas meja dan mendekat ke arah Zeyn untuk melihat apakah tidur beneran.
Zeyn sepertinya sangat pulas tertidur, Aensley tidak mau mengganggu akhirnya ia Duduk di sofa dan memainkan ponselnya
Tok.. Tok..
Pintu ruangan Zeyn di ketuk Zeyn langsung bangun dan membuka matanya.
"iya masuk" ia masih belom sadar jika ada istrinya di sofa
Vani sudah masuk melihat Aensley yang Duduk dan tidak melihatnya membuatnya Bingung dan Zeyn dengan wajah bantalnya Akhirnya Vani hanya memberikan file yang di Minta oleh Zeyn tadi dan tidak Menjelaskannya.
"Permisi tuan" ucap Vani
"Vani buatkan aku kopi" kata Zeyn
Vani ingin mengiyakan tapi ia takut dengan Aensley, Vani melirik Aensley yang sedang duduk lalu melirik ke Zeyn.
"Loh sayang, kamu disini"
"Sejak kapan, kok aku nggak tau si"
"Ini istriku kan"
Aensley hanya diam dan berdecih.
"Ekhemm" Aensley berdehem dan akhirnya Vani pergi
"Sayang kapan datang,?" tanya Zeyn yang mendekat ke arah Aensley
"Sudah empat jam yang lalu" jawabnya ketus
"Hah serius"
"Katanya kau ingin aku mengantarkan makan siang untukmu, ini sudah aku bawakan" ucap Aensley kesal
"Jangan marah terus nanti nggak cantik" ucap Zeyn
"Yakan twins kalo mama marah nanti mama kita jelek ya"
Perut Aensley langsung di tendang oleh baby twins seketika Aensley tersenyum dan mengelus perutnya.
"Sayang" panggil Zeyn
"Jangan marah lagi ya"
"Hemm" jawab Aensley singkat
"Jawab yang bener gih" ujar Zeyn
"Iya saya g aku maafkan" ucap Aensley lalu mengambilkan kotak makan yang ada di meja lalu Aensley menyuapi Zeyn
Tokk..Tokk..Tokk
"Masuk" jawab Zeyn
"Tuan ini kopinya" ujar Vani
"Kopinya buat kamu aja Van, saya sudah kenyang dan tidak ngantuk lagi" jawab Zeyn
Vani mengangguk dan meninggalkan ruangan Bosnya.
🌻
🌻
🌻
BAYAR AKU DENGAN LIKE, KOMEN, VOTE, VAVFORITKAN DAN BINTANG LIMANYA ♥️👌