My Enemy MY Soul Mate

My Enemy MY Soul Mate
# 41. Di Pecat



Aensley sudah mengecek Cctv, karena papa GEO menyuruhnya memeriksa untuk mengetahui siapa yang mendengarkan pembicaraan kemarin sore.


Aensley mengecek, dan ternyata adalah Nadia mantan Zeyn, membuat Aensley kaget dan menganga.


Aensley keluar dari ruangan dan memberitahu papa GEO, bahwa pelakunya adalah Nadia karyawan baru, yang masih bekerja dua Minggu.


Papa GEO bingung kenapa Nadia melakukannya, apa Nadia mata mata perusahaan lain, untuk menjatuhkan perusahaan Grup- H milik papa GEO.


"Aensley apa kau tahu, kenapa Nadia mengintip pembicaraan kita bertiga kemarin" tanya papa GEO dengan nada kesal


Apa yang harus ku katakan, apa aku mengatakan bahwa dia mantan pacar Zeyn. Aensley


"Sley tidak tahu pa, nanti akan ku cari tahu alasannya" jawab Aensley


"Setelah makan siang, bawa dia ke ruangan papa" tegas papa GEO


"Iya pa" jawab Aensley lirih


Aensley keluar dari ruangan papa GEO dan kembali ke ruangannya, lalu menelfon Zeyn.


"*Halo sayang" ucap Aensley santai


"Iya halo, Aensley kesayangan Zeyn" jawab wanita tidak tahu diri itu


"Heh siapa kau, dimana Suamiku" ucap Aensley dengan nada yang tinggi


wanita itu tidak menjawab, ia hanya mendengarkan Aensley bertanya dimana Zeyn, lalu wanita itu mematikannya.


"Siapa wanita ini, apa Zeyn berselingkuh" ucap Aensley lirih dengan mata yang berkaca kaca*


Aensley menangis di dalam kamar mandi, yang ada di ruangannya.


Aensley menangis tanpa suara membuat dadanya sangat sakit dan sesak.


"*Apa Zeyn mencintai wanita lain kecuali aku" gumam Aensley lalu mentap dirinya di depan cermin dan meneteskan air mata


"Jika iya, kenapa dia mau __" ucapan Aensley terhenti saat bawahannya memanggilnya, lalu Aensley keluar dari kamar mandi dan pastinya ia sudah mencuci wajahnya dan memasang senyum palsunya*.


"Ka Aensley, ini ada Berkas yang harus Ka Aensley baca" ucap bawahan Aensley dengan sopan


"em iya, terimakasih" kata Aensley lalu senyum selebar lebarnya


"Ka Aensley kenapa, apa habis menangis" kata wanita itu dengan ragu


"Iya, tadi saya melihat film yang membuat saya menangis hehe" ucap bohong


"Baiklah, saya keluar dulu ka"


Aensley menaruh berkas yang di berikan tadi, lalu Aensley mendudukkan dirinya di kursi dan memijat pelipisnya.


telpon Aensley berdering, karena Zeyn menelfonnya, Aensley tidak mengangkat karena malas jika yang di ajak bicara adalah wanita yang tadi.


"Kenapa tidak di angkat si, inikan udah waktunya makan siang" gerutu Zeyn, karena Zeyn sudah menelfon Aensley sepuluh kali membuat Zeyn frustasi


Zeyn bingung, kenapa Aensley tidak mau mengangkat telfonnya, dan Zeyn melihat notif beberapa jam yang lalu Aensley menelfon dan ternyata ia sedang meeting, membuat Zeyn bingung, siapa yang mengangkatnya, karena ia lupa membawa handphonnnya.


Zeyn beralih ke komputer yang ada di depannya dan melihat Cctv.


dan ternyata Nadia yang mengangkatnya, membuat Zeyn frustasi.


Zeyn menelfon Fani agar segera datang ke ruangannya.


"Kenapa kau mengizinkan dia masuk" bentak Zeyn ke Fani


"Maaf pak, tadi saya sudah melarangnya, tapi dia mendorong saya, Samapi saya terjatuh, jika bapak tidak percaya, bapak bisa melihatnya di Cctv" ucap Fani dengan gemetaran dan telapak tangan yang dingin


"Kenapa kau tidak memanggilkan security" ucap Zeyn lirih dengan penuh penekanan


"Saat saya memanggil security__" tiba tiba Zeyn memotong pembicaraan Fani


"Jika kau mengulanginya lagi, akan ku pecat kau" ucap Zeyn dengan tegas


"Ba-ik pak, saya tidak akan mengulanginya lagi" ucap Fani dengan terbata bata


Zeyn keluar dari ruangannya dan akan pergi menemui Aensley di kantornya, lalu Fani mengikutinya di belakang Zeyn.


Di pertengahan jalan, Zeyn terjebak kemacetan, membuat Zeyn ingin lari saja dari kemacetan itu, tapi tidak mungkin toh jika Zeyn melakukanya.


Sesampainya di Perusahaan Grup-H milik mertuanya, Zeyn langsung masuk dan menuju ke ruangan Aensley.


Zeyn sedang berada di dalam lift, saat hendak keluar Zeyn melihat wanita yang sangat sangat di kenalnya, membuat Zeyn berhenti dan membawa wanita tersebut masuk lagi ke dalam lift.


"Sayang" kata wanita itu lalu memeluk Zeyn dengan erat


"Lepaskan" bentak Zeyn


wanita itu langsung melepaskan, dan menatap Zeyn tajam, lalu mencium dada bidang Zeyn, membuat Zeyn geli setengah mati.


Lift sudah berhenti di lantai yang sangat luas, dan tidak ada orang sama sekali disana kecuali mereka berdua.


"Kenapa kau datang ke kantorku"


"Apa tujuanmu kesana" ucap Zeyn dengan tatapan dingin


"Dan kenapa kau mengangkat telfon dari istriku" bentak Zeyn


Wanita itu sepertinya masih punya nyali untuk melawan Zeyn, wanita itu mentap mata Zeyn tajam dan berbisik di telinga Zeyn.


"Aku akan memilikimu kembali" ucap Nadia lirih


"Hahahahaha" Zeyn tertawa, dan berkacak pinggang di hadapan Nadia


"Apa kau bodoh, apa kau tidak punya mata untuk melihat, apa kau tidak punya telinga untuk mendengar" ucap Zeyn dengan penekanan


"Jangan pernah mengangguku dan menganggu istriku" ucap Zeyn lirih


"Jika sampai terjadi sesuatu dengan Aensley, akan ku lempar kau sejauh jauhnya dan akan ku habisi kau sampai tidak bernyawa" ucap Zeyn lirih membuat bulu Nadia berdiri, karena Nadia tidak pernah mendengar Zeyn marah seperti ini


"Aku mencintaimu Zeyn, hiks hiks" ucap Nadia lalu memeluk Zeyn dan pura pura menangis


"Tapi aku tidak mencintaimu, sudah sepuluh bulan rumah tanggaku dengan Aensley, jadi aku sudah tidak ada rasa denganmu, menjauhlah dariku, berhenti mengejarku, AKU HANYA MENCINTAI AENSLEY!" Ucap Zeyn dengan penuh penekanan


Nadia berlutut di kaki Zeyn membuat Zeyn risih, lalu Zeyn berbicara membuat Nadia berdiri dan meninggalkan Zeyn.


"Jika kau masih ingin disini, jangan menggangguku, berdirilah" ucap Zeyn dengan penuh penekanan


Nadia langsung berdiri, Nadia tau apa yang di maksud Zeyn.


Nadia sudah berdiri, satu menit Nadia menatapi wajah Zeyn, lalu Nadia pergi meninggalkannya dan berpura pura mengusap air mata dari kejauhan.


Zeyn sudah berada di depan pintu ruangan Aensley lalu mengetuknya.


"Masuk"


Zeyn masuk dan langsung memeluk Aensley dari belakang, membuat Aensley bingung.


"Jangan manja, ini masih di kantor" ucap Aensley cuek


"Apa kau sudah makan siang" tanya Zeyn


"Sudah" jawab Aensley singkat


"Benarkah, kenapa tidak menungguku, hiks hiks mama" rengek Zeyn seperti bocah membuat Aensley tertawa geli


"Kau berbohong ya?" kata Zeyn


"Makan sianglah sendiri, aku tidak nafsu makan" ucap Aensley cuek


"Sayang, kenapa kau seperti itu, apa kau tidak mencintaiku lagi" ucap Zeyn lirih


"Aku mencintaimu" lagi lagi ucapan Aensley sangat cuek membuat Zeyn kesal


"Sayang maafkan aku, aku tadi lupa tidak membawa telponku saat meeting, dan Nadia masuk ke ruanganku, lalu saat kau menelfonnku dia malah mengangkatnya, padahal, Fani dan yang lainnya sudah melarang untuk masuk, tapi dia mendorong Fani dan yang lainnya sampai terjatuh, saat Fani akan memanggilkan secuirity Nadia sudah lari masuk ke ruanganku dan mengunci pintunya sayang" ucap Zeyn panjang kali lebar


"Huh, ku kira kau selingkuh" ucap Aensley datar


"Ya Tuhan mana mungkin aku berselingkuh, aku tidak akan berselingkuh sayang, aku berjanji padamu" ucap Zeyn lalu memeluk Aensley dengan erat


"Hemm" jawab Aensley cuek


"Sayang tolong maafkan aku" ucap Zeyn lalu mencium telapak tangan Aensley


"Sudahlah, ayo makan siang" kata Aensley


"jadi kau berbohong, tadi kau bilang sudah makan siang" ucap Zeyn bingung


Aensley menganggukan kepalanya dan menatap Zeyn tajam.


Akhirnya mereka berdua keluar ruangan dan pergi ke cafe untuk makan siang, dari pada debatnya di lanjutin, nggak ada selesainya wkwk.


Sesampainya di cafe, Zeyn dan Aensley sudah masuk ke dalam dan memesan makanan.


"Apa kau masih mencintai Nadia" ucap Aensley, karena Aensley masih ragu dengan perkataan Zeyn di ruangannya tadi


"Tidak sayang, aku sudah tidak mencintai dia, aku hanya mencintai istriku" ucap Zeyn dan memegangi kedua tangan Aensley dan menciumnya


Makannya yang di pesan sudah datang, saatnya mereka makan.


di selah selah saat makan Aensley membuka bicara.


"Apa kau tahu, siapa yang kemarin mengintip pendengaran kita kemarin sore,?" tanya Aensley


Zeyn menggelengkan kepalanya dan menatap Aensley, agar Aensley memberitahu siapa sebenarnya.


"Nadia" ucap Aensley


"Hah, kenapa dia melakukannya" ucap Zeyn dengan nada tinggi


"Aku tidak tahu, sepertinya dia ada niat jahat denganku dan dia akan berusaha mendapatkanmu kembali" ucap Nadia lesu


Zeyn memegang kedua tangan Aensley dan mengegangamnya erat.


"Jangan pikirkan seperti itu, dengarkan aku, AKU HANYA MENCINTAI AENSLEY DAN MENYAYANGI AENSLEY, KARENA AENSLEY HARTA SATU SATUNYA YANG AKU MILIKI" Ucap Zeyn dengan percaya diri laku mencium kening Aensley, membuat pengunjung yang lainnya merasa geli mendengarkan bucinnya Zeyn


"Haha iya aku mendengarnya" ucap Aensley lirih


Usai makan siang selesai, Zeyn langsung mengantarkan Aensley ke kantor mertuanya, lalu pergi meninggalkan Aensley.


Aensley sudah masuk kedalam ruangannya lalu menelfon Nadia dengan telpon kantor.


setelah menelfon Nadia, Aensley pergi ke ruangan papa GEO, karena Aensley bilang ke Nadia, dia akan menunggunya di ruangan Presidir.


Nadia sudah masuk di ruangan Presidir membuatnya ketakutan, kenapa ia di panggil biasanya karyawan yang di panggil ke ruangan Presidir itu dia akan di pecat tanpa pesangon.


papa GEO sudah malas berbasa basi, jadi papa GEO langsung ke intinya saja.


"Kenapa kau menguping pembicaraan anak dan menantuku kemarin sore" tanya papa GEO dengan nada tinggi


Deg..


Deg..


Hah kenapa bisa tahu, ya tuhan ku mohon lindungi aku, jangan sampai aku di pecat, aku belum mendapatkan Zeyn. gumam Nadia


"Jawab" bentak papa GEO


"Maafkan aku pak, aku kemarin tidak sengaja mendengarnya" kata Nadia bohong


"Jangan berbohong, aku tidak suka ada pembohong masuk ke kantorku" ucap papa GEO dengan nada tingginya


"Jujur saja" ucap Aensley kesal, karena Nadia lama sekali untuk menjawab pertanyaan papanya


Nadia menatap Aensley dengan tajam dan mengepalkan tangannya, ingin sekali Nadia menjambak Aensley tapi sayang, ini bukan tempatnya.


"Aku bekerja disini karena Zeyn, karena aku akan merebut Zeyn dari Aensley" ucap Nadia jujur membuat Aensley dan papa GEO melongo ke Nadia


"Siapa kau" tanya papa GEO


"Aku mantan kekasih Zeyn" jawab Nadia berani


"Hah mantan, pergi kau dari ruangan saya, dan jangan pernah lagi menginjakan kaki kotormu di perusahaan anak ku, dan kau tidak aku tidak akan memberimu pesangon" ucap papa GEO dengan tegas


Nadia menatap Aensley yang mulai berkaca kaca, benar dugaan Aensley tadi.


Lalu Nadia mentap papa GEO dengan tajam lalu pergi meninggalkannya.


Lalu Aensley memeluk papanya dan mengais dalam pelukan papanya.


"Sudah sayang jangan menangis, jangan pikirkan perkataan wanita tadi, papa yakin Zeyn tidak akan meninggalkanmu" kata papa GEO


Aensley berhenti menangis lalu pergi meninggalkan papa GEO, lalu Aensley pulang ke apartemen.


papa GEO tau keadaan anaknya Sekarang, jadi papa GEO mengizinkan Aensley untuk menenangkan diri.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Hai hai🤗 jangan lupa like, komen, vote dan bintang limanya oh iya Faforitkan juga ya hehe.


semoga suka🤗***