
Waktu sudah larut malam, Zeyn menggandeng erat tangan Aensley untuk pulang ke apartemen.
Sesampai di apartemen, Zeyn menggandeng tangan Aensley melewati koridor apartemen yg sepi.
Ada wanita dari depan bermain ponsel dan tidak memperhatikan depannya, wanita itu menabrak Aensley hingga Aensley terjatuh.
Wanita itu langsung meminta maaf dan memegangi lengan Aensley.
"Sayang bagian mana yg sakit" tanya Zeyn
"Tidak ada yg sakit, aku hanya kaget saja"
wanita itu tercengang melihat ke arah Zeyn
lalu wanita itu lari dan meneteskan air matanya.
Aensley dan Zeyn sudah masuk ke dalam apartemennya dan duduk di ruang sofa ruang tamu, Zeyn memastikan Aensley bahwa tidak ada yg sakit.
"Dasar wanita bodoh, bisa bisanya menabrak wanitaku" ketus Zeyn sambil mengelap lengan Aensley dengan tisu basah, karena habis di pegang dengan wanita yg menabraknya tadi.
"Dia tidak senagaja Zeyn, jangan berlebihan aku tidak apa apa" ucap Aensley
"Kenapa dia ada disini, menjijikan sekali" gumam Zeyn
namun gumamaman Zeyn terdengar oleh Aensley.
"Maksudmu apa Zeyn" ucap Aensley yg kebingungan
"Ah tidak sayang, lupakan" kata Zeyn
"Jangan ada yg di sembunyikan dariku Zeyn" ucap Aensley dan memgangi bahu Zeyn
"Baiklah aku akan bicara, tapi kau jangan marah" ucap Zeyn
"Tidak aku tidak akan marah" ucap Aensley
"Tadi itu Nadia, dia mantanku" ucap Zeyn
"Omaygat" ucap Aensley lalu menutup mulutnya dengan kedua tangannya
"Jangan marah plis" ucap Zeyn dengan memeluk Aensley
"Tidak aku tidak marah, kan aku sudah bilang tadi aku tidak akan marah" kata Aensley lalu melebarkan senyumnya
"Kenapa kau meninggalkannya Zeyn" tanya Aensley
"Bukan aku yg meninggalkan dia, tapi dia yg meninggalkan ku" ucap Zeyn dengan wajah yg memalas
"Kenapa raut wajahmu seperti itu, apa kau masih menginginkannya,?" tanya Aensley
"Tidak sayang aku tidak menginginkan wanita licik seperti dia, aku sudah punya kamu, aku tidak menginginkan wanita lain kecuali kamu" ucap Zeyn lalu mencium tangan Aensley
"Kenapa kau jago gombal Zeyn" ledek Aensley
"Aku tidak gombal Sley aku serius" kata Zeyn lalu mengangkat kedua jarinya berbentuk huruf V
Tiba tiba Zeyn menggendong Aensley ke kamar, karna Aensley sungguh menggoda, dari pakaiannya membuat Zeyn tergoda.
"Zeyn aku bisa jalan, turunkan aku Zeyn" teriak Aensley dan meronta ronta, karena di gendong Zeyn
"Apa kau lupa yg aku katakan kemarin,?" tanya Zeyn
Aensley berfikir sebentar untuk mengingat apa yg kemarin di katakan oleh Zeyn.
"Sayang turunkan aku, aku bisa jalan sendiri" ucap Aensley
"Anak pintar" ucap Zeyn
Aensley sudah turun dan tidak di gendong Zeyn lagi, tapi tangan Zeyn sudah melingkarkan di pinggang Aensley.
Cup Cup Cup
pipi Aensley bersemu merah, tiba tiba Zeyn mencium bibir Aensley dengan pelan lama lama menjadi ciuman panas.
"Zeyn" panggil Aensley
"Hemm" jawab Zeyn dengan deheman
"OMG apa yg di lakukan Zeyn, kumohon berhenti lah Zeyn, aku sangat takut" gumam Aensley
"Kenapa sayang" tanya Zeyn
"Emm tidak apa apa lanjutkan" jawab Aensley dengan memejamkan matanya
Zeyn sungguh senang apa yg dikatakan istrinya tadi.
Zeyn menciumi leher Aensley, hingga membuat cap disana.
Aensley sudah ketakutan, fikirannya tidak tahu sudah kemana kemana.
Zeyn mulai memegangi dua gunung milik Aensley, membuat Aensley Terkejot, dan Zeyn mulai melepas semuanya yg di pakai Aensley, hingga tidak ada sehelai benang pun di tubuh mungil Aensley.
"Zeyn" panggil Aensley
"Jangan takut, aku akan melakukannya dengan hati hati" jawab Zeyn
Zeyn benar benar melakukannya dengan hati hati.
Setelah itu, Pasti tau kan mereka ngapain wkwk.
"Kau mau punya anak berapa sayang,?" tanya Zeyn
"Dua saja Zeyn itu sudah cukup" jawab Aensley
Setelah mereka membicarakan anak, mereka sudah tertidur saling berpelukan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa dukungannya 😊 jangan lupa like dan vote🤗❤️