
SELAMA MEMBACA🤗
Setelah empat bulan terbaring di atas ranjang Rumah Sakit, akhirnya aku bisa bangun, aku Bisa membuka mataku, aku bisa berjalan lagi, Aku bisa melihat orang orang yang aku Sayangi terutama orangtuaku yang selalu Memberiku semangat dan untuk orang yang menolongku. Deo
Kini perut Aensley sudah membesar dan sudah enam bulan usia kandungannya
Ia sangat menyayangi baby kembarnya Aensley dan Zeyn selalu memeriksanya Setiap satu bulan sekali, dan Aensley selalu minum vitamin yang di berikan oleh dokter.
Bagaimana dengan ka Nesya, Ka Nesya Selalu berdoa agar laki laki yang di cintai Setelah ayahnya segera bangun, agar ia bisa Melihatnya lagi dengan wajah tampannya, Walau agak sedikit kurusan hehe, cinta itu Terima adanya ya gays,soal fisik bisa di perbaiki kalo Deo mah hihi.
Deo ingin setelah keluar dari Rumah Sakit, ia ingin mengumpulkan semua sahabatnya
Ayah dan bundanya sudah menyiapkan pesta Kesembuhan anak semata wayangnya dengan matang, karena mereka ada rencana lain juga wkwk.
"Sayang kau tau kakaknya Zeyn,?" tanya bunda Deo
"Iya Bun Deo kenal, dulu Deo pernah bertemu satu kali, saat aku Zeyn dan Aensley bertemu tak sengaja" jelas Deo kepada bundanya
Papa Indra dan mama Clara mereka sudah Kembali ke LN lagi karena mereka berdua Juga di undang oleh keluarga Deo,
Dan sudah pasti Papa Indra memberi orang Orang baik dan perawat ibunya yang sangat Baik dan bayarannya pun bukan main, Masalah bayaran mah gampang, horang kaya Hehe.
"Aku gugup, aku malu jika aku bertemu orang yang sudah berbulan bulan aku cinta dan dalam keadaan koma, dan sekarang ia pasti akan menatapku dan berterimakasih padaku" gumam ka Nesya
Waktu sudah menunjukkan jam tujuh malam, Aensley dan Zeyn sudah berangkat mereka Hanya berdua, karena Aensley sudah tidak Sabar akan bertemu dengan sahabat Lamanya.
"Apakah mereka akan datang semua Zeyn,?" tanya Aensley yang sudah agak sedih
"Semoga saja sayang, aku juga merindukan mereka" jawab Zeyn, lalu mengusap kepala Aensley
Tiga puluh menit akhirnya sejoli itu sampai di Cafe xxx milik Deo, Zeyn turun lebih dulu, lalu Ia membuka pintu Aensley dan menggandeng Tangan istrinya dan berjalan sangat hati hati, Karena Aensley menggunakan hai hils.
"Sayang ini sudah banyak yang datang sepertinya" ucap Aensley dengan senang
Zeyn tersenyum, lalu mereka berdua Melanjutkan jalannya untuk masuk ke dalam Cafe Milik Deo.
Aensley melihat ada beberapa orang sedang Mengerubungi Deo, dan mata Aensley sudah Berkaca kaca, ternyata sahabatnya datang Semua, itulah yang membuat Aensley Menangis karena bahagia.
"Aensley sayang, sudah datang" kata bunda Deo sambil cepika cepiki, lalu bunda Deo juga menyalamu Zeyn
Fiona kaget mendengar suara bunda Deo, ia Langsung membalikan badannya, mata Fiona Sudah berkaca kaca, ia langsung lari dan Menghampiri Aensley yang sudah menangis
Jasmine, Aeyla, Deo, Asraf, Kevin, mereka Juga sudah berkaca kaca dan mereka Bersamaan menemui pasangan yang masih Tak percaya jika itu adalah sahabatnya
Sedangkan Fiona ia sudah menangis sejadi Jadinya sampai ia tak peduli make up nya Luntur.
"Aensley aku merindukanmu hiks..hiks" ucap Fiona sambil memeluk Aensley yang terhalang perut besar milik Aensley
"Aku juga merindukanmu, aku merindukan kalian semua" ucapnya sambil memejamkan matanya di dalam pelukan Fiona
"Apa kabar Boy, aku merindukanmu" kata Asraf dan Kevin, lalu mereka berdua memeluk Zeyn
"Aku baik baik saja" jawab Zeyn santai lalu memeluk Kevin dan Asraf lagi
"Uuh Sayang maafin aku" kata Fiona lalu melepaskan pelukannya dari si bumil
Aensley sudah di peluk dua orang sekaligus, Dan Zeyn sekarang sedang mengobrol dengan Fiona.
"Udah pelukannya udah, kasian tu bumil sesek" kata Deo
Aeyla dan jasmani saling pandang dan Melihat perut Aensley yang sudah membesar, Lalu mereka melepaskannya
Aeyla dan jasmnine menggandeng tangan Sahabatnya yang sekarang sudah menjadi Bumil, untuk duduk di kursi yang sudah di Siapkan.
Mereka berdua sudah duduk dan sekarang Mama Clara, Papa Indra dan Ka Nesya datang
Mereka bertiga sudah di sambut dengan Keluarga Deo karena Deo dan yang lainnya Sedang asyik mengobrol.
Mereka berlapan mengobrol sampai ada yang Tertawa terpingkal pingkal, sampai mereka Ada yang memegangi perutnya.
Deo berdiri dan izin akan ke kamar mandi, Deo melewati meja Nesya dan keluarganya ia Senyum lalu mengatakan akan ke kamar Mandi.
Ya Tuhan, ganteng banget si" gumam ka Nesya dalam hati
Deo sudah kembali dari kamar mandi ia Mampir dulu di meja ka Nesya beserta Keluarganya untuk berterimakasih terutama pada ka Nesya.
"Bagaimana keadaanmu Deo,?" tanya papa GEO
"Sudah baikan Om" jawab Deo, tak lupa ia senyum kepada papa GEO
"Emm-- saya sangat berterimakasih pada ka Nesya, karena sudah menolong saya waktu kecelakaan" ucap Deo yang gugup dan jantungnya berdetak kencang, entah kenapa ia merasa gugup hanya untuk berterimakasih.
"Hehe iya" jawab ka Nesya singkat
"Wah sepertinya kalian cocok" kata bunda Deo
"Hah" kaga Deo dan ka Nesya Bersamaan
Mereka berdua saling menatap, jantung mereka berdetak lebih kencang, telapak tangan ka Nesya sudah berkeringat.
"Ehem, maaf aku akan mengobrol dengan temanku, apa ka Nesya akan ikut,?" ujar Zeyn, Zeyn tau pasti Nesya malu
"Hah dia mengajakku, ikut tidak ya, jika aku tidak ikut, pasti aka membahas hal semacam itu, ah lebih baik aku ikut dan berkumpul dengan anak anak muda dan tidak dengan para orangtua hehe, dan pastinya aku bisa dekat dengan Deo"
Setelah berfikir panjang akhirnya ka Nesya mengiyakan ajakan Deo
🌻
🌻
🌻
HAI JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK, JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE, FAFORITKAN DAN BINTANG LIMANYA 🤗