My Enemy MY Soul Mate

My Enemy MY Soul Mate
# 49. Ngidam Sate dan Durian



Waktu sudah menunjukan pukul 5; 15 Mereka berdua masih saja di kamar, karena hujan dan dingin membuat sejoli itu malas malasan.


Di dalam rumah terlihat sepi karena biasanya Aensley akan ke kolam renang atau menonton tv.


"Sayang, aku ingin makan sate" Kata Aensley yang manja dalam pangkuan suaminya


"Mau sate apa,?" tanya Zeyn yang masih mengelus elus perut istrinya


"Sate kambing" jawab Aensley


"Baiklah nanti pak Dion yang akan membelinya


"Jangan nanti kalau pak Dion yang beli tidak enak" kata Aensley


"Hah bukannya sama saja,?" tanya Zeyn bingung


"Tidak sayang nanti rasanya beda, jadi kamu aja yang beli, aku tunggu di rumah ya papa" kata Aensley lalu menciumi bibir suaminya


"Iya sayang, tapi nanti jangan di keluarin ya, anak papa" ucap Zeyn lalu mencium Perut istrinya


***


Aensley yang sudah menyiapkan baju untuk Zeyn, ia menunggu di pinggir ranjang dan memainkan ponselnya.


Zeyn keluar dari kamar mandi dan duduk di samping Aensley.


"Sayang cepat pakai bajunya, nanti keburu abis satenya" kata Aensley


"Iya sayang, anak papa gak sabaran banget si" kata Zeyn yang sangat gemas, tapi sayang belom lahir hihi


Zeyn memakai baju yg sudah di siapkan oleh istrinya dan tak lupa ia mengenakan switer agar tidak dingin, karena cuaca sedang gerimis.


"Sayang aku berangkat, jangan tidur dulu ya" kata Zeyn


Aensley menganggukan dan melambaikan tangannya, lalu Zeyn pergi untuk membeli sate yang di inginkan istrinya.


Sudah satu setengah jam Zeyn belum pulang dan Aensley ingin minum jus alpukat yang dulu pernah ia beli, tapi tidak meminumnya


akhirnya Zeyn membelikannya agar anaknya tidak encesan.


Zeyn pulang membawa kantong keresek lalu masuk kedalam rumah dan memanggil Aensley agar turun dan makan di meja makan.


"Sayang makannya di bawah aja ya" Teriak Zeyn dari bawah


"Iya tunggu aku, aku akan turun" teriak Aensley dari atas yang tak kalah suaranya dengan Zeyn


Aensley turun menuruni anak tangga berlari kecil, saking senangnya melihat makannya ia tidak sadar bahwa ada janin di dalam perutnya.


"Sayang jangan lari, ingat ada si kembar" Zeyn mengingatkan istrinya


"Maaf papa, mama lupa" jawab Aensley


Mereka berdua duduk di meja makan, Aensley menyuapi Zeyn dan sebaliknya.


"Sudah kenyang anak papa,?" tanya Zeyn dan mengelus perut istrinya


"Iya papa baby udah kenyang" jawab Aensley dengan nada anak kecil


"Hahahaha"


mereka berdua tertawa karena bahagia dengan keluarga kecilnya, apalagi nanti jika si baby sudah lahir pasti mereka sangat bahagia.


***


Pukul satu malam Aensley ingin sekali makan durian, karena ia masih ingat janji suaminya yang belum di kabulkan.


"Sayang"


"Hem" jawab Zeyn lalu mengusap punggung Aensley


"Papa" ucap Aensley lagi membuat Zeyn membuka matanya dan tersenyum


"Ada apa sayang,?" tanya Zeyn


"Aku ingin makan durian" kata Aensley lalu memasang wajah sedihnya


"Sayang ini sudah malam, besok saja belinya" ujar Zeyn


"Dasar pelit" ketus Aensley lalu membelakangi Zeyn


"Sayang bukannya aku pelit, liahatlah sekarang sudah jam satu pagi, besok saja ya belinya" ujar Zeyn lalu memeluk Aensley dari belakang


"Jika besok aku sudah tidak menginginkan lagi" jawab Aensley ketus


Zeyn mengusap wajahnya kasar, lalu ia bangun dan menelfon pak Dion.


Druttt... Druttt... Druttt


Telpon pak Dion bunyi, lalu ia mengangkatnya, ia bingung kenapa tuannya jam segini menelpon.


"*Iya tuan ada apa" ucap pak Dion langsung tanpa basa basi


"Maaf pak mengganggu, apa bapak tau dimana yang jualan durian,?" tanya Zeyn


"Hah bapak mau makan durian jam segini,?" tanya pak Dion yang bingung juga


"Bukan saya pak, tapi istri saya ngidam dan saya harus mencarinya sekarang" jawab Zeyn


"Baiklah saya akan mencarinya, bapak dirumah saja" kata pak Dion*


Telpon sudah terputus dan Zeyn membujuk Aensley agar mau bicara padanya, dan Zeyn juga bilang pak Dion sedang mencarinya Aensley langsung membalikan badannya.


"Beneran kan,?" tanya Aensley yang masih ragu


"Iya sayang, tidurlah dulu, nanti pak Dion akan membangunkanmu jika ia sudah datang" ucap Zeyn lalu memejamkan matanya


"Zeyn,?" panggil Aensley


Zeyn tidak membuka matanya malah ia terlihat pulas sekali tidurnya.


"Hiks.. hikss papa" Aensley berpura pura menangis agar suaminya bangun


Akhirnya Zeyn bangun dengan tatapan khawatir.


"Sayang kenapa, apa ada yang sakit,?" tanya Zeyn yang sudah khawatir


"Tidak, aku tidak bisa tidur" jawab Aensley


Akhirnya Aensley menyalakan tv, dan Zeyn menemaninya tapi ia tidur di pangkuan Aensley.


Pak Dion yang bingung mencarinya, karna jam segini tidak mungkin ada yang jualan mana belum musim juga, tambah pusing dong pak Dion, akhirnya pak Dion menelfon Zeyn.


Druttt.. Druttt.. Druttt


Telpon milik Zeyn berdering karena pak Dion menelfonnya, dan yang mengangkatnya Aensley karena Zeyn tidur sangat pulas, sampai tidak mendengar telponnya berdering.


"Halo pak Dion, ada apa,?" tanya Aensley kepada pak Dion


"*Tuan buah Durian nya tidak ada tuan, ini juga belom musim pasti susah untuk mencarinya, mungkin akan buah sekitar satu bulan lagi tuan" jelas pak Dion


"Aku maunya Sekarang pak Dion, jika bapak menemukannya aku akan tambah gaji" ujar Aensley*


Aensley langsung mematikan telponnya dan fokus menonton TV sambil mengelus rambut Suaminya.


"Yatuhan, nona jangan menyusahkan ku" gumam pak Dion sambil mengusap wajahnya kasar


Sudah ada lima menit pak Dion ada di dalam mobil memikirkan harus kemana ia mencari, tiba tiba ada bapak bapak yang mengetuk pintu mobilnya, dan pak Dion kaget karena pak Dion juga menajamkan matanya, lalu pak Dion membuka kacanya.


"Bapak ngapain disini" tanya bapak bapak yang mengetuk pintu mobil tadi


"Em- ini pak saya masih bingung, majikan saya sedang hamil dia ngidam buah durian malam malam begini" jelas pak Dion


"Oh seperti itu, jika bapak mau bapak bisa kerumah saya sekarang, saya tadi sore habis memetik dari pohon saya, tapi buahnya masih sempurna matangnya pak" ujar bapak bapak tadi


"Baik pak saya mau, saya bayar dengan harga yang bapak inginkan" ucap pak Dion, saking senangnya pak Dion sampai berkata seperti itu


akhirnya pak Dion pergi bersama bapak bapak tadi, ia melewati jalan yang cukup susah.


beberapa menit kemudian mereka berdua sampai, pak Dion langsung turun dan bapak tadi langsung masuk rumah dan mengambilkan buah Durian.


"Ya ampun rumahnya kecil sekali, mana mau rubuh, apa aku harus menggantinya dengan rumah, tapi sepertinya berlebihan, emm jika aku sudah banyak uang aku akan membiarkanmu rumah bapak tua" gumam pak Dion


"Ini pak Buah Duriannya" kata bapak tadi lalu memberikannya pada pak Dion


"Terimakasih banyak pak" kata pak Dion, lalu pak Dion memberikan uang tiga juta untuk satu Durian


"Maf pak ini banyak sekali, saya tidak bisa menerimanya" kata bapak tadi


"Tidak apa apa pak, karna bapak sudah membantu saya, saya pamit pulang pak, karna ini sudah mau pagi, dan kasian jika nona saya menunggu lama lama" ujar pak Dion


"Terimakasih pak" kata bapak bapak tadi


Jam di handphone pak Dion sudah menunjukan 2:50 pak Dion pulang sampai rumah sudah jam 3:00 .


Zeyn langsung menelfon Zeyn bahwa dia sudah sampai.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa Like, vote, komen yang positif, dan bintang limanya 👌😗