My Enemy MY Soul Mate

My Enemy MY Soul Mate
# 51. Deo Kecelakaan



Dari awal bertemu ia sudah mulai kepo untuk mencarinya, tapi ia ingin mencari tahu sendiri tanpa meminta bantuan kepada adiknya.


Mungkin ka Nesya berfikir jika ia bertanya kepada Zeyn, pasti akan di tertawakan oleh adiknya.


Ka Nesya sudah beberapa hari ini mencarinya di sosial media, namun tak menemukannya, yang ia tau namanya hanya Deo, tapi sayang nama sosial media Deo bukan hanya Deo saja tapi ada kepanjangannya jadi ka Nesya susah menemukannya.


Ka Nesya sudah bingung akhirnya memberanikan diri menayangkannya pada Aensley, karna tidak mungkin pada Zeyn.


Ka Nesya bingung harus datang kerumah mereka apa menelfon saja, sebenarnya ka Nesya ingin menelfon saja tapi jika hanya menelfon ia tidak puas ka Nesya berfikir sebentar akhirnya ia memutuskan untuk datang kerumah Aensley dan Zeyn.


"Ma kakak mau kerumah Zeyn ya"Teriak Nesya dari tangga


Mama Nesya langsung membuka pintu dan menganggukan kepalanya dan menitip salam untuk menantunya.


"Syukur deh mama nggak ikut hhhh" ujar ka Nesya


Ka Nesya terjebak macet dan ia memtuskan untuk keluar dan ternyata ada kecelakaan yang sangat parah, ka Nesya penasaran akhirnya ia melihatnya.


"Bukannya itu Deo, sahabat Zeyn" gumam ka Nesya sambil menutup mulutnya yang mengangak melihat darah yang sangat banyak


Ka Nesya mendekat ke arah Deo, ia memastikan bahwa ini benar ini Deo.


"Deooooo" teriak ka Nesya yang gemeteran dan menutup mulutnya yang sudah berteriak


"Apa anda keluarga korban?" tanya warga yang dari tadi mengerubungi Deo yang sudah tak berdaya


"I-iya saya keluarga Korba, cepat panggilkan ambulan, jangan diam saja" jawab ka nesya lalu berteriak karena dari tadi orang orang yang melihatnya hanya memoto saja


"Tentang nona, ambulan masih di jalan" kata bapak yang di sebelah Deo


Lima menit kemudian ambulan datang, Deo di bawa ke dalam ambulan dan di ikuti ka Nesya, tetapi ka Nesya membawa mobilnya yang ia tinggalkan tadi, karena ka Nesya tidak berani jika menemani Deo di dalam ambulan, karena Deo mengeluarkan banyak sekali darah.


"Yatuhan aku gemetaran" gumam ka Nesya yang melihat jari jemarinya bergetar


Akhirnya ka Nesya menelfon Zeyn agar kerumah sakit segera.


Druttt... Druuttt.. Druttt


Telpon Zeyn berdering saat ia bertemu client, akhirnya Zeyn meminta izin untuk mengangkat telepon dari ka Nesya.


"*Tumben lu nelpon gua, kenapa?" tanya Zeyn ketus


"Heh lu, temen lu kecelakaan buruan telpon keluarganya, udah gua bawa Rumah Sakit" jawab ka Nesya ketus


"Hah siapa,?" tanya Zeyn panik


"Itu Deo" jawab ka Nesya*


Zeyn langsung mematikan telponnya, dan ka Nesya baru sampai di Rumah Sakit, ka Nesya turun dan Deo baru akan di masukan ke dalam UGD.


Ka Nesya langsung berlari tapi dokter sudah membawanya kedalam.


"Ya Tuhan" ucap ka Nesya dan memgangi pelipisnya


lima belas menit kemudian Keluarga Deo datang di Rumah Sakit, karena Zeyn menelfonnya dan Zeyn menenangkan mereka karena disana kakaknya ada disana.


"Kamu Nesya,?" tanya mama Deo


"Iya Tante saya kakaknya Zeyn"


Mama Deo langsung memeluk ka Nesya dan meneteskan air matanya.


Nesya pun ikut menangis karena terharu melihat seorang ibu yang menangisi anaknya.


"Bun udah jangan nangis lagi, Deo pasti sembuh" kata papa Deo menenangkan istrinya


"Gimana mau tenang itu anak kita yah, mana bisa bunda tenang" ketus ayah Deo, dan bunda Deo masih dalam pelukan ka Nesya


Akhirnya Zeyn datang dan menghampiri mereka, lalu duduk di samping kakaknya.


"Ka bagaimana ko bisa Deo kecelakaan" tanya Zeyn penasaran


"Aku nggak tau Zeyn, tadi kan macet, terus aku keluar, aku bingung kenapa rame rame di depan aku lihat disana Deo terbaring dan banyak sekali darah di kepala dan__"


"Husttt" kata Zeyn dan memegang bahu ka Nesya, karena waktu ka Nesya bercerita bunda Deo semakin keras menangisinya


Hening seketika tiba tiba telpon Zeyn berdering karena Aensley menelfonnya.


Zeyn menjauh dari mereka agar Aensley tidak panik jika ada suara menangis disana.


"*Halo sayang, ada apa,?" tanya Zeyn


"Aku akan mengantarkanmu makan siang nanti ke kantor" jawab Aensley


"Emm ok tapi kamu harus di anter pak Dion ya" jawab Zeyn


"Iya iya"


"Yasudah aku matikan, dada mama dan anak papa" kata Zeyn*


Ka Nesya yang mendengar percakapan mereka di telpon ka Nesya memukul bahu Zeyn.


"Dih mentang mentang mau jadi papa, lebay banget adek gua"


"Dih paan si Lo, gua mau ke kantor, kalo Lo mau nungguin disini nggak papa" kata Zeyn


"Enggak ah gua pulang, kan udah ada keluarganya Disni"


"Yodah yok pamit ke mereka"


Akhirnya mereka berdua berpamitan untuk pulang dan keluarga Deo sangat sangat berterimakasih pada ka Nesya.


Zeyn sudah sampai di kantor dan ka Nesya pergi ke cafe miliknya sebenarnya ia ingin datang menemui adik iparnya tapi ia urungkan.


"Bik Aensley mau masak buat makan siang Zeyn, Bibik bisa nggak bantu aku biar cepet selesai" kata Aensley yang berjalan menghampiri bik dewi


"Siap nona, sini bibik bantu"


"Udah cantik saatnya kita ketemu papa sayang" ucap Aensley mengajak baby-nya bicara


Aensley menuruni anak tangga satu persatu dan membawa tas berwarna army.


"Pak Dion sudah siap,?" tanya Aensley


"Sudah nyonya"


Aensley dan pak Dion berangkat, jalanan tidak macet dua puluh lima menit mereka sampai di Perusahaan milik Zeyn.


Aensley tidak sombong walaupun suaminya Presdir, ia selalu menyapa dengan senyuman kepada karyawan.


Aensley sampai di depan pintu ruangan suaminya, ia mengetuk pintu agar sopan.


"Masuk" kata Zeyn


Aensley masuk dan Zeyn tetap fokus pada layar monitor yang ada di depannya.


Aensley duduk di ia tidak biacara sepatah katapun, Zeyn bingung akhirnya ia mendongokan kepalanya.


"Ya ampun sayang maafkan aku" kata Zeyn lalu berdiri dan menghampiri Istrinya dan memberikan ciuman di pipi Aensley


"Kamu fokus banget si, Sampek aku Dateng kamu nggak tau" kata Aensley yang sudah cemberut


"Maafin aku sayang, makan siang kan masih Lima menit lagi" kata Zeyn


"Jadi kamu nggak suka aku Dateng lebih awal,?" tanya Aensley kesal


"Bukan seperti itu sayang, aku suka, ayo duduk aku punya berita penting untukmu"


"Berita apa,?" tanya Aensley yang masih kesal


"Kecelakaan" jawab Zeyn singkat, ia tak kngin memberitahu Istrinya bahwa sahabatnya kecelakaan


"Hah siapa, siapa yang kecelakaan" jawab Aensley kaget


"Tapi jangan marah dulu, nanti aku akan menceritakannya"


"Emmm ok"


Zeyn membawa Aensley duduk di kursi panjang, Aensley menaruh makan siang Zeyn di atas meja.


"Siapa yang kecelakaan,?" tanyanya masih penasaran


"Sahabat kita, Deo"


"Hah kobisa gimana ceritain dari awal" kata Aensley yang begitu sangat panik


"Tadi ka Nesya terjebak macet, ia memtuskan untuk turun, kenapa di depan ramai sekali ujarnya, akhirnya ia melihat dan ternyata kakak mengenalinya, akhirnya ka Nesya menyuruh orang untuk menelfon ambulan, lalu Deo di bawa ke Rumah Sakit"


"Zeyn aku ingin menjenguknya" rengek Aensley


"Sayang jangan panik, tapi nanti ya tunggu pekerjaan aku selesai"


"Iya, tapi janji ya" kata Aensley yang mengarahkan jari kelingkingnya ke wajah Zeyn


Zeyn terkekeh lalu memeluk Aensley dan menciumnya.


"Iya sayang iya"


Sudah mereka bercerita akhirnya mereka makan siang bersama di dalam kantor.


"Anak papa sehat sehat ya sayang" lalu mencium Perut dan


"Masakan siapa ini enak banget"


"Aku sama bik Dewi"


"Wah udah pintar masak ya"


Cup.


"Ih jangan cium cium Disini nanti ada yang liat" kaya Aensley


"Hhhh biarin aja, orang udah nikah juga, kalo mau enak enak disini juga nggak papa ko sayang" ucap Zeyn menggoda


"No, di rumah aja,ok"


Makan siang sudah selesai dan Aensley pulang dan Zeyn melanjutkan pekerjaannya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Halo semua, jangan lupa tinggalkan jejak 🤗


Jangan lupa like, vote, Faforitkan dan bintang limanya 👌😗