My Enemy MY Soul Mate

My Enemy MY Soul Mate
# 15. Ada rasa



Bik Atun yg sedang mempersiapkan makan malam di bantu dengan Aensley, karena Aensley bingung mau ngapain ,jadilah Aensley membantu bik Atun memasak sup buntut sapi .


" Nona Aensley tidak usah repot repot membantu Bibik , nanti nona Aensley capek " kata bik Atun perhatian


" gak papa ko bik Atun , biar Aensley kagak nganggur aja " kata Aensley ramah


" Yaudah gapap kalo nona Aensley mau membantu Bibik, kalo capek nona Aensley duduk aja ya " kata bik Atun


" bik inikan udah matang semua , Aensley mau manggil Zeyn sama ka Nesya dulu ya bik" kata Aensley


" iya nona Aensley " kata bik Atun


Aensley membuka pintu kamar , melihat Zeyn sedang menelfon Asraf , dan sedang membicarakan kesehatan Zeyn yg pura pura sakit padahal menikah ( wkwk )


Zeyn langsung mematikan telponnya .


" makan malam sudah siap , makanlah " kata Aensley langsung membalikan badan


tok tok tok , pintu kamar Nesya di ketuk oleh Aensley.


" ka nesya , makan malam sudah siap, ayo makan malam bersama " kata Aensley


" oh iya Aensley aku akan segera turun " kata Nesya yg masih di dalam kamar


ketika Aensley hendak berbalik tiba tiba Zeyn keluar dari kamar dan menbrak Aensley tidak sengaja .


" Aw sakit " kata Aensley dengan memegangi bahunya


" Aensley maafkan aku , aku tidak sengaja " kata Zeyn panik


" kau ini bagaimana apa kau tidak punya __ "


tatapan mereka saling menatap hidung Aensley dengan Zeyn sudah sangat dekat hanya jarak satu senti saja


Nesya yang membuka pintu pun kaget melihat pemandangan yang begitu romantis bagi Nesya , Nesya langsung menutup pintunya kasar .


" ya ampun , kenapa mereka melakukannya di luar , apa Zeyn sudah gila " gerutu Nesya karena malu


" ih apaan si , sana ke meja makan " kata Aensley


" em_ eh iya maafkan aku Aensley aku tidak sengaja " kata Zeyn


Aensley dan Zeyn sudah berada di meja makan , kini Aensley dan Zeyn melihat Nesya yg sedang berjalan menuruni anak tangga karena malu.


***


" Aensley aku ingin bicara padamu " kata Aensley


" ah iya ka " kata Aensley


" Zeyn aku meminjam istrimu sebentar untuk menemaniku ngobrol " kata Nesya


" Hemm " jawab Zeyn dengan deheman


" Aensley apa kau mencintai Zeyn" tanya Nesya


Deg!


Aensley bingung mau menjawab apa, Aensley meremas jari jemarinya yg banyak keringat dingin .


" baiklah Aensley aku mengerti " kata ka Nesya ramah


" yasudah mari kita ke kamar , kamu pasti ingin bersama Zeyn kn , dan aku ingin tidur , aku sangat lelah perjalanan yg ku jalani tadi sanagtlah panjang " kata Nesya yg ngomong tanpa jeda.


" em iya ka " kata Aensley


***


saat Aensley masuk kedalam kamar , Zeyn kaget karena Zeyn sedang menelfon teman wanitanya . temen Zeyn ya bukan pacar tapi Deket banget heheh ;(


" Kau ini mengagetkanku saja " kata Zeyn dengan mematikan telponnya


Aensley hanya diam , Aensley berjalan ke kamar mandi membasuh muak dan sikat gigi dan langsung ke ruang ganti.


" Hah !! kenapa baju tidurku seperti ini " Aensley bingung dan terkejut, karena baju tidur Aensley di rumah menutup semua tubuhnya sedangkan ini malah terbuka , begitu gelinya Aensley mengenakan bajunya.


Aensley keluar dari ruang ganti.


Zeyn melihat Aensley sampek melongo.


" Kenapa dia melihat ku seperti itu , apa ada yg aneh denganku " gumam Aensley dalam hati saat Zeyn melihat nya


" Aku masih normal , apa kau mau menggodaku " kata Zeyn


" siapa yg bilang kau gila , siapa juga yg menggodamu " kata Aensley yg berjalan ke arah ranjang


Aensley merebahkan tubuhnya dan membelakangi Zeyn dan memakai selimut hingga menutupi lehernya , karena takut dengan ucapan Zeyn .


Zeyn langsung menyusulnya memasuki selimut dan menghadap ke punggung Aensley.


" *kenapa dia sangat cantik, apa aku mulai menyukainya " tanya Zeyn sendiri


" ahggg tidak mungkin aku menyukainya, lebih baik aku tidur* "


Aensley terbangun karena haus di jm 00:02


" *Hah dia memeluk ku " kata Aensley dengan muka yg cengong


" bagaimana ini , aku ingin bangun, aku haus ,tapi kenapa Zeyn memeluku erat sekali " gumam Aensley yg jantungnya merasa akan copot.


" lebih baik aku tidur, aku tidak mau kalau dia ikut terbangun dan aku di bilang menggodanya " gumam Aensley dalam hati*


Zeyn membuka matanya , dan mengeratkan pelukannya dengan tersenyum licik .


Zeyn tercengang melihat Aensley yg sudah tidur membalas pelukan hangat Zeyn .