My Enemy MY Soul Mate

My Enemy MY Soul Mate
# 19. Honeymoon



Aensley dan Zeyn bersiap siap berangkat , dan mereka di antarkan oleh supir ke bandara.


Aensley dan Zeyn honeymoon di Paris dan mana saja yg Aensley inginkan pasti Zeyn turuti.


mereka berdua sudah masuk dalam jet pribadi punya papa Indra.


Aensley duduk di sampingnya Zeyn dan menyenderkan kepalanya di bahu Zeyn.


Zeyn mengusap usap puncak kepala Aensley dengan sayang.


" apa kau ingin sesuatu " tanya Zeyn


" emm aku lapar " jawab Aensley


" baiklah aku panggilkan pramugari untuk membuatkan mu makann " ucap Zeyn


***


makanan mereka sudah sampai di antar oleh pramugari.


silahkan tuan nona di nikmati, apa yg anda perlukan lagi tuan,? tanya pramugari


" tidak , terimakasih " jawab Zeyn sopan


pramugari itu pergi , Aensley dan Zeyn makan berdua dan membuat pramugari iri , karena bisa melihat tuannya dan nyonya nya makan berdua dan suap supan.


" merek sosweet sekali , aku iri " kata pramugari 1


" menikahlah , " jawab pramugari 2 dengan cuek


" aku juga iri , ingin sekali seprti mereka " kata pramugari 3


" ah sudahlah jangan berhalusinasi berlebihan " ucap pramugari 1


" aku akan menyuapimu "kata Zeyn


" aku bisa makan sendiri Zeyn , banyak pramugari dan pramugara disini aku malu " kata Aensley


" itu orang orang papa jangan malu " kata Zeyn


jadilah isi suapi Zeyn , dan Zeyn juga di suapi oleh Aensley.


makan mereka sudah selesai Zeyn memanggil pramugari untuk membereskan.


" berapa jam lagi kita sampai " tanya Zeyn kepada pramugari


" tuju jam lagi tuan " jawab pramugari sopan , pramugari keluar dari ruangan yg seperti ruangan keluarga tidak terlalu besar dan membungkukan badannya.


huamm, Aensley menguap beberapa kali.


Aensley menyenderkan kepalaku di bahu Zeyn.


Aensley tidur karena kekenyangan begitu juga dengan Zeyn yg ikut tidur , karena masih sangat panjang perjalanan.


Zeyn tidur memeluk Aensley , dan Aensley bersandar di dada bidang Zeyn.


***


sesampainya di Paris , papa Indra sudah menyiapkan hotel bintang lima , tidak main main papa memesannya.


kamar hotelnya begitu luas. Aensley langsung duduk di sofa .


" lelah sekali " ucap Aensley dengan memejamkan matanya


" apa kau suka " tanya Zeyn


" iya aku sangat suka , apalgi pemandangannya , wah itu menara , wah aku bisa melihat dari sini , apalagi malam pasti sangat indah " ucap Aensley bicara tanpa jeda karena saking senangnya.


" ayo ke kamar , aku ingin mandi " kata Zeyn dengan mencium keteknya


" jorok ih " kata Aensley dengan tertawa receh


Aensley kaget karena kamar mereka begitu indah dan Aensley tercengang melihat ranjang yg di hiasi dengan bunga bunga berbentuk love dan di depan kacanya terdapat menara Paris .


" kau ini senang sekali " kata Zeyn dengan memeluk Aensley dari belakang


" aku seperti tidak ingin pulang dari sini Zeyn " kata Aensley dengan senyum sangat bahagia


" baiklah aku mandi dulu, apa kau tidak ingin mandi " tanya Zeyn


" iya aku ingin mandi, tapi nanti setelah kau " kata Aensley


Aensley ke arah balkon, kepala menghadang ke atas menghirup udara .


" kenapa indah sekali, aku tidak ingin pulang " kata Aensley


" jika kau ingin berlama lama disini , aku juga kuat membayarnya " kata Zeyn dengan suara yg mengagetkan .


" kenapa kau mengagetkan ku Zeyn " tanya Aensley dan berjalan ke arah Zeyn.


" aku tidak mengagetkanku sayang , mandilah setalah mandi kita jalan jalan dan nanti malam beri aku sesuatu " kata Zeyn dengan senyum liciknya


Aensley mendorong tubuh Zeyn , karena Aensley tau apa maksud dari Zeyn.


Aensley langsung berlari ke arah kamar mandi.


***


mereka berdua keluar dan berjalan jalan melihat lihat yg ada di sekitar mereka , Aensley sebenarnya ingin ke menara Eiffel tapi kata Zeyn sebentar lagi akan malam , jadi besok pagi saja karena mereka sangat lelah.