My Enemy MY Soul Mate

My Enemy MY Soul Mate
# 45. Aneh



Malam itu Aensley sangat pusing, Jadi ia langsung ke kamar untuk merebahkan tubuhnya di atas ranjang ukuran size, setelah makan malam.


Dan Zeyn ke ruang kerjanya untuk melihat file yang tadi siang belom sempet ia lihat.


Aensley ingin sekali tidur karena kekenyangan, tetapi Zeyn melarangnya karena tidak baik untuk kesehatan.


Akhirnya Aensley duduk dan menselonjorkan kaki jenjangnya dan membaca novel online.


Aensley sangat merasa kasian, karena membaca anak yang usianya sembilan belas tahun melahirkan tanpa suami.


Seketika air matanya mengalir dan Aensley merasa sangat sedih.


Akhirnya Zeyn masuk kedalam kamar menyusul istrinya.


Saat Zeyn masuk Aensley masih saja menangis, membuat Zeyn bingung, ada apa dengan istrinya.


"Sayang mengapa menangis,?" tanya Zeyn khawatir


Aensley Sadar dengan kedatangan suaminya, Ia langsung menghapus air matanya dan menaruh handphonenya di atas nakas, lalu memeluk Zeyn.


"Sayang kau kenapa? kenapa menangis,?" tanya Zeyn khawatir


"Bayangkan Zeyn, anak perempuan yang masih sangat muda, ia hamil tapi tidak ada suaminya"


"Siapa sayang" tanya Zeyn yang Ikut khawatir juga


"Dia Riska, yang ada di novel online ku" jawab Aensley yang masih meneteskan air mata


"Hah apa, Hahahahaha" tawa Zeyn pecah sampai Zeyn melepaskan pelukannya dari Aensley dan memegangi perutnya


"Hehe" tawa kecil Aensley


"Sayang sudah beberapa hari ini kau berubah, ada apa denganmu,?" tanya Zeyn bingung


"Aku tidak tahu, aku juga merasa aneh dengan diriku sendiri" jawab Aensley datar


"Ah menggemaskan," ujar Zeyn


"Sayang aku ingin makan" ucap Zeyn lalu melirik Aensley dengan mata nakalnya


"Hah, bukannya kita sudah makan malam tadi, apa kau masih lapar,?" tanya Aensley bingung


"Iya" jawab Zeyn yang masih menatap Aensley dengan senyum senyum


"Yaudah ayo makan, aku temani" kata Aensley, lalu Aensley beranjak pergi dan menggandeng tangan Zeyn, saat Aensley akan membuka pintu, Zeyn menarik tangannya lalu membisikan di telinga Aensley.


"Aku ingin memakanmu sayang" goda Zeyn yang membisikan di dekat telinga Aensley


"Tap__" belom selesai Aensley menjawab, Zeyn sudah ******* bibir Aensley dengan halus


kemudian Zeyn membopong Aensley untuk ke ranjang dan melakukan lebih.wkwk


Di tubuh Aensley sudah tidak ada benang sehelaipun, begitu juga dengan Zeyn, mereka berdua berada di dalam selimut dan menyatukan tubuh mereka.


Sudah lima jam mereka melakukannya dengan macam macam gaya, membuat Aensley lemas dan ia tertidur dalam pelukan Zeyn.


Jam sudah menunjukan pukul 01:30 Aensley terbangun karena sangat lapar.


Aensley membangunkan Zeyn dan meminta Zeyn agar membuatkannya omlet seperti waktu itu juga.


"Sayang aku lapar" kata Aensley dan menggoyangkan bahu Zeyn


"Hemm" jawab Zeyn yang belom sadar juga


"Sayang aku lapar, buatkan aku omlet yang seperti malam itu kau buatkan" ujar Aensley


Zeyn bangun ia duduk dan membuka matanya, lalu memeluk Aensley yang duduk juga.


"Aku akan bangunan bik dewi" ucap Zeyn


"Aku tidak mau, aku ingin kau yang memasaknya" kata Aensley


"Sayang ini sudah malam, mataku sangat lengket, jika gosong bagaiman,?" tanya Zeyn


"Tidak akan gosong sayang" bantah Aensley


"Ok baiklah, aku akan memasaknya, kau disini saja" ucap Zeyn


"Aku ikut" kata Aensley, Aensley langsung bangun dan menggunakan pakaiannya lagi yang ada di lantai


"baiklah" jawab Zeyn lesu


"Ada apa dengan istriku ya tuhan,?" gumam Zeyn


Zeyn sedang memasaknya dan Aensley duduk di kursi meja makan untuk menunggunya.


Bik dewi terbangun karena ia mendengar suara orang yang sedang memasak, akhirnya bik dewi bangun dan memegang sapu dan jalan mengendap endap berencana akan memukul malingnya.


bik dewi jalan dengan langkah yang sangat pelan, saat buk dewi mengangkat sapunya, tiba tiba Aensley menengok ke arah buk dewi dan menjerit.


"Sayang ada apa,?" tanya Zeyn bingung


"Loh bik dewi kenapa disini, apa bik dewi akan menyapu,?" tanya Zeyn yang bingung juga


"Maaf tuan, nona saya sudah mengagetkan anda, saya kira anda maling, makannya saya bawa sapu untuk menjualnya jika benar ada maling" jawab bik dewi dengan jelas


"Iya tidak apa apa bik, Aensley tadi kaget banget, soalnya dari jauh bayangan bibi warna hitam, kirain Aensley Bibik hantu" jawab Aensley yang masih agak deg deg an


"Hehe maafkan saya non, kenapa masak malam malam sekali ya" tanya bik dewi


"Istri saya lapar bik, dia ingin omlet dan harus saya yang membuatnya" jawab Zeyn lesu


"Wah apa nona hamil" tanya bik dewi begitu senang


"Hamil,?" ucap Aensley dan Zeyn bebarengan


"Iya nona, biasanya orang hamil itu maunya aneh aneh" jawab bik dewi


Zeyn dan Aensley masih bengong dan saling menatap, sampai sampai ada bau yang tidak sedap.


Zeyn berbalik lalu mematikan kompornya.


lalu duduk dan membawakan omlet yang sedikit gosong.


"Sayang apa kau hamil,?" tanya Zeyn


"Sepertinya tidak, tapi aku juga tidak tahu" jawab Aensley yang masih bingung memikirkan jalan ia terakhir menstruasi


"Semoga saja nona hamil ya, biar tambah ramai suasana rumah" ucap bik Ida membuat mereka menatap bik Ida bersamaan


"Maaf non, tuan, saya akan kembali ke kamar, maaf mengganggu" imbuh bik dewi


setelah bik dewi pergi, Aensley mulai memakannya, walaupun sedikit gosong.


Zeyn menatap istrinya, dan memikirkan, apa benar istrinya hamil, jika benar Aensley hamil betapa senangnya ia.


Omlet yang di makan Aensley sudah habis, lalu mereka berdua menaiki tangga untuk ke kamar.


sesampainya di kamar Aensley dan Zeyn tidak bisa tidur karena memikirkan perkataan bik dewi tadi.


"Zeyn"


"Iya sayang"


"Apa kau tidak suka jika aku hamil,?" tanya Aensley


"Aku sangat senang jika kau hamil sayang, aku hanya sedang berfikir apa kau benar benar hamil mengandung anakku" jawba Zeyn lalu memeluk Aensley dalam pelukannya


"Besok kita akan ke dokter untuk memeriksakannya" kata Zeyn


Aensley hanya menganggukkan kepalanya di dada bidang Zeyn dan memejamkan matanya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa like, komen, vote, Faforitkan dan bintang limanya 🤗😗