
Aensley sudah pulang ke apartemen sejak dua jam yang lalu, ia tidak memberitahu Zeyn jika ia sudah pulang lebih awal.
Aensley pulang di antarkan sopir papa GEO, sebenarnya Aensley membantah ingin naik taxi saja, tapi papa GEO melarangnya.
Sesampainya di Apartemen Aensley langsung masuk, dengan mata yang berkaca kaca, ia tidak peduli seberapa banyak orang melihatnya.
Aensley sudah masuk ke dalam Apartemennya, lalu ia memilih masuk ke dalam kamar dan menguncinya lalu menangis sekeras kerasnya, membuat Aensley lega saat ia menangis dengan bersuara.
Sudah lama Aensley di kamar, dan sekarang sudah waktunya Zeyn menjemput Aensley ke kantor.
Sesampainya di kantor Zeyn sudah di sambut papa GEO di depan kantor.
"Aensley sudah pulang, jelaskan semuanya" tegas papa GEO
"Maksud papa,?" tanya Zeyn bingung, papa GEO tidak menjawab melainkan pergi meninggalkan Zeyn lalau pulang kerumahnya
Tak pikir panjang, Zeyn meninggalkan kantor mertuanya lalu memecah jalanan yang sangat padat, karena waktunya jam pulang kantor.
Tinn..Tinn..Tinn
Suara klakson mobil sangat keras membuat Zeyn pusing, Akhirnya kemacetan bisa teratasi.
sesampainya Zeyn di Apartemen, Zeyn langsung masuk dan melihat sekitarnya tidak ada siapa siapa, Zeyn menaiki tangga dan masuk kamar, tapi Zeyn tidak bisa masuk karena Aensley menguncinya.
Huh.. Zeyn mengembuskan napasnya kasar, lalu menyenderkan kepalanya di pintu, lalu Zeyn mengetuk pintu dengan rasa khawatir.
"Sayang, aku sudah pulang" ucap Zeyn
Namun Aensley tidak menjawab dan membukakan pintu
"Sayang, apa kau tidur,?" ucap Zeyn sekali lagi
Tetapi Aensley tidak menjawab sama sekali
"Aensley, sayang" teriak Zeyn, agar Aensley segera membukakan pintunya.
Aensley terus saja menangis di belakang pintu dan menekuk lututnya, ingin rasanya membukakan pintu untuk suaminya, tapi Aensley sangat kesal dengan Zeyn
"Jika kau tidak membuka pintunya, aku akan memakanmu semalaman" ucap Zeyn dengan penuh penekanan
dengan berat hati Aensley membuka pintunya lalu menatap Zeyn dengan mata sendu, membuat Zeyn bingung, apa sebenarnya yang terjadi, apa Aensley masih marah soal tadi, bukannya ia sudah memaafkannya.
Zeyn langsung memeluk Aensley dan mencium keningnya.
"Sayang ada apa,?" tanya Zeyn yang masih memeluknya erat
Aensley menggelengkan kepalanya di dada bidang Zeyn dan tetap saja menangis.
"Baiklah, ayo kita mandi" ucap Zeyn
"Aku tidak mau mandi" ketus Aensley, membuat Zeyn berfikir kenapa istrinya jadi pemalas
"Ih ko gitu si, nanti kalo kamu bau gimana" ucap Zeyn lalu tertawa kecil
Aensley masih diam dan menatap Zeyn kesal, akhirnya Zeyn membopong Aensley dari kamar mandi dan memandikannya seperti anak kecil, Zeyn sudah menegang dari tadi, tapi ia menahannya.
dan yang di mandikan hanya diam saja, dan berfikir, pasti ini hari terakhirnya dengan suami tercintanya.
Usai mandi Zeyn juga menggantikan baju Aensley, lalu membopong Aensley ke atas ranjang, lalu giliran Zeyn yang akan mandi.
usai mandi Zeyn langsung merebahkan tubuhnya di samping Aensley lalu lelaki itu memeluknya erat dan menciumi pipi kanan dan kiri Aensley tidak lupa keningnya juga hehe.
Merasa terganggu, Aensley membuka matanya dan mentap Zeyn dengan tatapan yang susah di artikan oleh Zeyn, membuat Zeyn bingung harus bagaimana.
akhirnya Zeyn membuka bicara dan memberanikan diri untuk bertanya dengan Aensley.
"Sayang ceritakan padaku, ada apa denganmu" tanya Zeyn lembut dan memgangi pipi kanan Aensley
Aensley memejamkan matanya lalu memeluk Zeyn, dan menaruh kepalanya di dada bidang Zeyn.
"Apa kau mencintai dan menyanyiku" tanya Aensley dengan suara yang akan menangis
Zeyn menaruh kepala Aensley di lengan Zeyn lalu menatap Aensley.
"Kenapa kau tanya seperti itu, kau pasti sudah tau jawabannya sayang" ucap Zeyn lalu mencium kening Aensley
"Apa kau masih menginginkan Nadia" tanya Aensley lagi
"Haha sayang kenapa kau bertanya seperti itu,?" kata Zeyn lalu menatap bingung ke arah Aensley
"Sungguh aku tidak menginginkannya, aku hanya mencintaimu" ucap Zeyn lalu memeluk Aensley erat
Aensley melamun saat Zeyn memeluknya, lalu ia meneteskan air matanya, tiba tiba Aensley merasa pusing dan mual.
Aensley bangun lalu ke kamar mandi dan muntah, tapi yang keluar hanya ludah, membuat lidah Aensley sangat pahit.
"Sayang kau kenapa,?" tanya Zeyn lalu menghampiri Aensley dan memijat bagian lehernya
"Jangan dekat dekat denganku, aku masih marah padamu" ketus Aensley
"Hah, kenapa seperti itu, tadi aku mandikan, aku peluk biasa saja" gumam Zeyn
"Ayo sayang ke Rumah sakit" ujar Zeyn
"Tidak perlu, aku hanya pusing biasa" ucap Aensley
Lalu Aensley beranjak ke ranjang dan di susul oleh Zeyn.
"Zeyn"
"Iya sayang ada apa" dengan cepat Zeyn menjawab
"Nadia bekerja di kantor papa, ternyata ada niatan yang tidak aku inginkan" ucap Aensley sedih
"Apa maksudmu" tanya Zeyn bingung
"Kau tahukan kemarin sore, ada orang yang mendengarkan kita bicara dengan papa, dia Naida, dia bekerja disana, dia ingin dekat denganku, lalu dia akan merebutmu dariku" ucap Aensley jelas dari mulutnya
Lalu Aensley menangis, Zeyn sekarang mengerti, kenapa dari tadi istrinya bersikap seperti itu.
Lalu Zeyn memeluk Aensley dalam pelukannya agar Aensley bisa tenang.
"Sayang sudah ku bilang, aku hanya mencintaimu tidak ada yang lain, jangan dengarkan Nadia bicara, aku tadi sudah memberikan pelajaran untuk Nadia agar tidak menggangguku dan menganggumu" ucap Zeyn lalu mengusap kepala Aensley dengan sayang
"Benarkah,?" tanya Aensley memastikan Zeyn
"Sungguh." ucap Zeyn lalu mencium bibir Aensley lembut
"Aku mau itu" tunjuk Zeyn lalu mencium dua gunung Aensley
"Aku masih marah padamu" ketus Aensley, lalu menyingkirkan tangan Zeyn
"Kalau kau bersikap seperti ini, aku ingin sekali memakanmu" ucap Zeyn dengan terkekeh
Akhirnya Aensley tertawa juga melihat tingkah laku Zeyn.
"Sayang, besok kita akan meninggalkan Apartemen ini dan kita akan tinggal di rumah yang sudah ku siapkan untukmu" ucap Zeyn lalu melingkarkan tangannya di pinggang Aensley
"Kenapa, bukankah kita akan tinggal di rumah saat kita sudah mempunyai baby" jawab Nadia
"Aku bosan disini" jawab Zeyn singkat
"Baiklah, sayang aku lapar" kata Aensley dan memanyunkan bibirnya ke bibir Zeyn
"Baiklah, kita makan di luar saja" ujar Zeyn
"Makan yang sehat sayang, aku tidak suka kau makan yang banyak minyak" ujar Zeyn
"Hiks..hiks.. tapi aku sangat menginginkannya" kata Aensley dan berpura pura menangis
"Kau itu kenapa haha, baiklah akan aku buatkan, tapi jangan di makan jika tidak enak ya" kata Zeyn dengan wae wae, karena Zeyn jarang masak walaupun sekali dua kali Zeyn pernah memasak
Aensley menganggukan kepalanya lalu Zeyn menggendong Aensley sampai turun ke bawah, lalu Zeyn mendudukkan Aensley di kursi meja makan.
sepuluh menit omlet ala Zeyn sudah jadi, dan Zeyn membuat makan malam dengan pasta.
makan malam sudah rapi di meja satnya mereka berdua menyantapnya.
"Sayang pelan pelan dong makannya" kata Zeyn yang dari tadi memperhatikan Aensley makan
"Mantap Dady" tiba tiba Aensley mengatakan seperti itu yang kedua kalinya membuat Zeyn tercengang
"Hahahaha" mereka berdua tertawa ria, sampai Zeyn terbatuk
Lalu Aensley memberikan air putih ke Zeyn, lalu Zeyn meminumnya
"Aaa" kata Aensley dengan menyodorkan sendok yang berisi omlet agar masuk ke dalam mulut Zeyn
Zeyn tidak membantah, Zeyn memakannya lalu mengunyah, tiba tiba Zeyn berhenti mengunyah dan menatap Aensley dan dengan lahapnya ia makan.
"Sayang stop jangan dimakan, ini sangat tidak bagus untuk kesehatanmu" tegur Zeyn, agar Aensley tidak memakannya lagi
"Hah, kenapa,?" apa kau menginginkan lagi,?" tanya Aensley bingung
"Ini sangat manis dan pedas, bukannya kau tidak suka makanan terlalu manis" ucap Zeyn bingung
"Aku suka sayang" jawab Aensley lalu tersenyum ke arah Zeyn
"Kenapa dengan lidah perasa istriku, apa aku perlu memeriksanya ke dokter,?" gumam Zeyn
"Sayang kenapa kau makannya cepat sekali, apa kau sangat lapar,?" tanya Zeyn lagi
"Tidak, Zeyn aku ingin jus alpukat" kata Aensley setelah menghabiskan omlet yang rasanya sangat manis membuat orang yang akan memakannya terkena diabetes
"Hah,?" tanya Zeyn dengan memastikan, apakah ia salah mendengarnya
"AKU INGIN JUS ALPUKAT" Teriak Aensley, lalu tertawa melihat Zeyn menutup telinganya
"Baiklah, aku akan membeliinya di depan" ujar Zeyn
"Aku ikut" kata Aensley
"Tidak usah, ini sudah hampir malam" kata Zeyn lembut
"Zeyn aku ingin ikut" rengek Aensley
"Baiklah" jawab Zeyn pasrah
Meraka berdua sudah sampai di tempatnya lalu mereka berdua duduk setelah memesannya.
Jus alpukat milik Aensley sudah jadi saatnya Aensley meminumnya, Zeyn hanya minum air putih saja, karena Zeyn masih kenyang.
"Zeyn mana handphone mu" tanya Aensley
Zeyn mengeluarkan handphonennya lalu memberikannnya kepada istrinya.
"Untuk apa sayang,?" tanya Zeyn
Aensley tidak menjawab tetapi ia malah memoto jus alpukat itu dan tidak meminumnya sama sekali, sudah sepuluh potretan Aensley mengambil gambar jus alpukat, tapi masih saja Aensley tidak meminumnya membuat Zeyn bingung sejadi jadinya.
"Sayang cepat di minum, katanya kau ingin jus alpukat" ucap Zeyn
"Aku sudah kenyang, aku ingin memfoto jus ini saja" ucap Aensley tanpa bersalah
"Hah, hanya ingin memfotonya, kenapa tidak ambil di internet saja" gumam Zeyn dalam hati
"Lalu minumannya bagaimana, apa kau tidak akan meminumnya,?" tanya Zeyn
"Tidak, aku akan menyuruh orang yang menjual itu meminumnya lalu aku akan mengambil gambarnya" ucap Aensley, membuat Zeyn mengernyitkan keningnya
"Hei sayang, apa kau ingin menjadi fotografer dulu, dan tidak kesampaian" ucap Zeyn lalu tertawa sampai memegangi perutnya
"Tidak, aku tidak punya cita cita menjadi fotografer" jawab Aensley dengan wajah datarnya
Aensley berjalan dan memberikan jus itu pada penjual dan untung saja si penjual menerima jus itu dari Aensley.
lalu Aensley mengambil gambar si mamang Samapi tujuh kali cekrekan.
Lalu Aensley memberikan uang lalu berterimakasih, dan pergi menghampiri Zeyn dan mengajaknya pulang.
Zeyn dan Aensley sekarang sudah berada di dalam mobil dan Aensley meminta agar Zeyn mencepatkan jalannya.
"Sayang ayo gas lagi" ucap Aensley
"Kau itu kenapa sayang, aku tidak mau terjadi sesuatu denganmu" ucap Zeyn lalu tertawa kecil
"Zeyn aku ingin melihat Moyo GP langsung saat live" ujar Aensley, membuat Zeyn tambah bingung
"Ok jika aku ada waktu ya sayang" kata Zeyn, Zeyn hanya mengiyakan kata kata Aensley
Sesampainya di apartemen Aensley sudah tidur di dalam mobil, Zeyn ingin membangunkannya, tapi ia tidak tega, jadi Zeyn menggendongnya untuk masuk ke dalam Apartemennya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Jangan lupa Like, coment, vote, bintang lima, dan Faforitkan π€
semoga suka dengan eps iniπ***