
Aensley dan Zeyn sudah bangun dari tidur siang, dan ka Nesya pun juga sudah bangun.
Aensley dan Zeyn sedang duduk santai di ruang Tv, tiba tiba ka Nesya mengagetkan mereka berdua, hingga Aensley menjerit sampai Zeyn menutup kedua telinganya dengan tangan kanan dan kirinya, karena mendengar jeritan Aensley.
"Baaaaaaaaaaaa" jerit ka Nesya, hingga membuat Aensley dan Zeyn kaget, tapi masih kagetan Aensley, hingga dia menjerit dan di pangkuan Zeyn
Aensley masih di pangkuan Zeyn dan menaruh kepalanya di dada bidang Zeyn.
"Ya ampun ni Kakak kenapa si, ganggu orang pacaran aja" ucap Zeyn
"Hehehe Aensley maafkan aku, sudah membuatmu kaget" kata ka Nesya, lalu melihatkan deretan gigi putihnya
Aensley yang sudah turun dari pangkuan Zeyn, Aensley sangat malu.
"Iya ka tidak apa-apa" ucap Aensley
****
Ka Nesya dan Aensley sedang ada di dapur memasak untuk makan malam.
Mereka berdua sangat akur, saat mereka berdua masak ada sesok mata yang mengintip dan senyum senyum sendiri, siapa lagi kalau bukan Zeyn.
Zeyn mengintip di dekat tangga karena sangat mudah untuk melihat mereka yang sedang asyik memasak.
Aku senang melihatnya, walaupun kau menyebalkan, aku sangat menyayangi kalian. Zeyn
"Aensley aku ingin menikah, tapi aku bingung dengan siapa aku menikah, aku ingin menikah karena melihat kalian, aku juga ingin bermanja manja dengan suamiku nanti, seperti kau dan Zeyn"
Aensley tidak menyangka tiba tiba ka Nesya mengatakan hal seperti itu.
Bukannya menjawab Aensley malah tercengang dengan ucapan ka Nesya
"Sley, ada apa denganmu,?" tanya ka Nesya
"Ah-- tidak ka, tidak apa-apa, semoga ka Nesya cepat menemukan jodoh Kaka" ucap Aensley
Ka Nesya tidak tahu kan, aku dan Zeyn bagaimana. Aensley
"Iya Aensley, terimakasih" ucap ka Nesya
Tiba tiba Zeyn keluar dan memeluk Aensley dari belakang, membuat Aensley kaget dan malu.
"Sayang lepaskan, ini sudah siap, ayo ke meja makan" ajak Aensley
"Aku ingin memelukmu" ucap Zeyn lirih
Adik bodoh, bukannya kau malu, tapi aku yang malu Zeyn. ka Nesya
"Sayang ayo duduk, disana sudah ada ka Nesya" ucap Aensley agar Zeyn sadar
"Oh iya ada kakak ku ya, maafkan aku ka" ucap Zeyn, tapi ucapan Zeyn seperti meledek
Aku tidak akan menginap di sini lagi, pokoknya aku tidak mau, kau selalu meledek ku Zeyn, awas saja ya, aku sebentar lagi juga akan menikah, tapi tidak tau dengan siapa, huaaa hiks hiks. ka Nesya
Akhirnya Zeyn duduk di samping Aensley dan berhadapan dengan ka Nesya.
Aensley mengambilkan nasi dan lauk untuk Zeyn.
Saat di pertengahan makan, tiba tiba Zeyn menyuapi Aensley.
"Aku bisa sendiri sayang" ucap Aensley
"Aku ingin menyuapimu" kata Zeyn
"Ehemm" ka Nesya berdehem, agar Zeyn mengehentikannya, karena ka Nesya malu sangat malu
"Kenapa ka,?" tanya Zeyn
"Oh tidak, tadi bibirku kegigit" ucap ka Nesya berbohong
*Ah aku sangat malu denganmu Aensley, kenapa adik ku bodoh si. ka Nesya
Ya ampun Zeyn, aku malu. Aensley*
***
Usai makan ka Nesya langsung pergi ke kamar dan menelfon orang rumah agar pagi nanti menjemputnya di apartemen Zeyn.
"Awas kau Zeyn, aku akan pamer padamu jika aku menikah nanti" ucap ka Nesya kesal
"Kenapa mereka tidak ingin cepat cepat memiliki momongan ya,?" tanya ka Nesya tapi di jawab sendiri juga hhhh.
"Ah biarlah, aku tidak mau ikut campur"
"Apa mereka setiap hari bermesraan ya,?"
"Sepertinya mereka saling menyangi"
"Ah sudahlah, aku tidak peduli"
"Eh tapi dia keluargaku juga, aku harus peduli juga dengan mereka"
"Uh tenanglah otak ku, jodoh akan datang jika kau mau usaha Nesya"
Ka Nesya hanya memikirkan itu saja, sampai lupa ini sudah malam, dan sepertinya Aensley dan Zeyn juga sudah tidur.
Saat Aensley sudah mengganti pakaiannya dengan baju tidur, tiba tiba ka Nesya mendengar suara aneh di kamar samping, membuat ka Nesya merinding.
"Ya ampun itu suara apa,?"
"Zeyn tolong berhenti, aku masih polos Zeyn"
"Ya ampun Aensley, tonjok saja Zeyn, aku sangat geli mendengar suara kalian"
"Lebih baik aku tidur, iya tidur daripada mendengarkan suara seperti itu, aku geli ihhhh"
Ka Nesya sangat geli mendengarkan desahan dari mulut Aensley dan Zeyn dari kamar sebelah, sampai Aensley tidur menggunakan hadshat.
ka Nesya sudah memejamkan matanya, tapi ntah kenapa ka Nesya tidak bisa tidur walaupun sudah memasangkan headset di telinganya.
"Ya Tuhan, aku ingin pulang, aku tidak ingin tidur disini" gerutu ka Nesya
Akhirnya ka Nesya turun ke bawah untuk mengambil cemilan.
Sampai di depan pintu kamar Zeyn, ka Nesya mempercepat langkahnya dan menutup telinganya.
lalu lari dari tangga, seperti maling yang akan keluar setelah mencuri.
"Sayang, aku haus" ucap Aensley lirih
lalu Zeyn mengambilkan air di nakas lalu Aensley meminumnya.
Aensley sudah menghabiskan satu gelas berisi air mineral, karena lelah sudah tiga jam Zeyn mengajaknya berolahraga.
"Zeyn" ucap Aensley
"Iya sayang, ada apa,?"
"Aku mencintaimu" ucap Aensley
Cup Zeyn mencium kening Aensley dan memeluknya erat.
"Aku lebih mencintaimu sayang" ucap Zeyn
Mereka tidur dan ka Nesya sudah kembali ke kamarnya, ka nesya sudah tidak mendengar apa apa dari kamar sebelah, lalu ka Nesya tidur dengan nyaman.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa Like, vote, koment
biar author tambah semangat 🤗