My Enemy MY Soul Mate

My Enemy MY Soul Mate
# 52. Menjenguk Deo



Setibanya Aensley dirumah, Aensley merebahkan tubuhnya dan memikirkan Deo


Bagaimana bisa terjadi, ini semua terjadi karena kehendak Tuhannya ,Toh Deo juga tidak mau jika ini terjadi.


"*Yatuhan semoga Deo tidak kenapa Napa"


"Deo ,Asraf, Jasmine, Fiona, Aeyla*"


Sahabat bukan hanya mereka yang telah berada lama di sampingmu, tetapi mereka yang telah lama berada di hatimu.


Aensley lalu tidur sampai suaminya pulang kerumah.


Zeyn sudah ada di depan pintu kamar, ia mengetuknya agar Aensley membukanya, Zeyn sudah tiga kali mengetuk pintunya tapi tidak di buka oleh istrinya, akhirnya ia membuka sendiri dan mendapati istrinya wedang tidur.


Zeyn menaruh tasnya sembarangan lalu mendekatkan ke arah Aensley dan menciumi perut istrinya.


"Sayang papa pulang" Zeyn mengajak baby nya bicara


"Sayang kau sudah pulang,?" tanya Aensley yang masih susah untuk membuka matanya


"Iya sayang, aku mandi dulu ya" kata Zeyn sambil mengacak acak rambut Aensley


Zeyn pergi mandi dan Aensley masih tiduran karena lemas dan masih agak mengantuk.


Aensley sangat lapar, akhirnya ia turun ke bawah untuk makan.


"Bik Dewi lagi ngapin,?" tanya Aensley yang duduk di meja makan


"Saya masih menyiapkan makan malam non, apa nyonya ingin menu lain,?"


"Emmm tidak bik, Bibik bisa nggak buatin aku omlet yang pedes terus di anter ke kamar,?" tanya Aensley yang seperti memohon


"Siap nona, tapi sebaiknya nona jaga kesehatan baby, Bibik buatin yang nggak pedes ya" ucap bik Dewi, karena Zeyn tidak mengizinkan Aensley makan terlalu pedas


"Iya bik tidak apa apa"


Setelah itu Aensley membawa air putih, menaiki tangga dan duduk, lalu ia menyiapkan baju untuk Zeyn.


tujuh menit kemudian buk Dewi datang bersamaan dengan Zeyn yang baru saja keluar dari ruang ganti.


"Sayang siapa yang mau makan,?" tanya Zeyn bingung


"Ya akulah siapa lagi" balas Aensley


Itu nasi banyak banget, emang muatya perut dia. Zeyn


"Oh baby ayah lapar ya, makan yang banyak ya sayang"


Cup. Cup.


Zeyn mencium kening Aensley dan perutnya.


Lalu Zeyn menyuapi istrinya yang saat ini sedikit manja.


Makannya sudah habis, akhirnya Aensley mandi biar wangi wkwk.


Zeyn merebahkan tubuhnya dan lagi lagi memikirkan sahabat quliyahnya dulu.


"*ya Tuhan semoga Deo tidak apa apa"


"Deo gua khawatir sama keadaan Lo sekarang"


"Pokoknya Lo harus sembuh, gua janji kalo Lo beneran sembuh gua jomblangin sama kakak gua*"


Setelah memikirkan seperti itu Zeyn terkekeh sendiri, tak sadar bahwa Aensley sudah keluar dari kamar mandi dan memperhatikannya.


"Sayang ko ketawa sendiri, kenapa,?" tanya Aensley kepo


"Kepo deh, buruan ganti sebelum ini bangun" kata Zeyn dan menunjuk kepada juniornya


Aensley langsung lari ke ruang ganti, Zeyn terkekeh melihat tingkah kocak istrinya.


Aensley keluar sudah menggunakan baju rapi, Zeyn menatapnya bingung.


"Sayang mau kemana" padahal Zeyn tadi habis memikirkan kenapa lupa coba


"Kau ini bagaiman, tadikan sudah janji akan menjenguk Deo setelah kamu pulang" jawab Aensley yang sangat kesal, dia yang berjanji kenapa ia lupa juga


"Pantesan kamu nyiapin aku baju katak gini, yaudah ayok berangkat" ajak Zeyn


"Sabar aku belom pake make up"


Zeyn menunggu Aensley dan menyemprotkan parfum yang sangat ia sukai lalu ia duduk di pinggir ranjang.


Mereka berdua menuruni anak tangga satu persatu tangan Aensley di gandeng oleh Zeyn, lalu ia berpamitan kepada orang rumah.


Empat puluh menit mereka sampai di Rumah Sakit, lalu Zeyn langsung masuk keruangan Deo.


Disana sudah ada orangtua Deo.


"Tante bagaimana keadaan Deo Tan" tanya Aensley


"Dia koma sayang, hiks hiks" lagi lagi mana Deo menangis dalam pelukan Aensley


Zeyn dan Aensley saling menatap mata mereka berkaca kaca, Zeyn seperti mimpi mendapati Deo yang kocak tiba tiba koma.


"Tante jangan terus terusan nangis ya, nanti Deo juga ikut sedih" kata Aensley menenangkan bunda sahabatnya


Mama Deo hanya menganggukan kepalanya, lalu mengangkat kepalanya dan menanyakan Nesya.


"Zeyn Nesya kakakmu,?" tanya bunda Deo


"Iya Tante" jawab Zeyn singkat


"Kirain Tante pacarnya Deo"


"Hehe bukan Tante, dia masih jomblo" jawab Zeyn


"Jodohin aja sama Deo, dia mau nggak ya"


"Bunda apa apaan si, biar Deo yang milih pendamping hidupnya sendiri Bun"


"Hehe iya pa"


Tiba tiba tangan Mata Deo mengeluarkan air mata, membuat Aensley kaget.


Aku mendengar kalian bicara, tapi kenpa gelap, dimana kalian, apa aku mati? kalian dimana.Deo


"Pah cepat panggil dokter"


Papa Deo segera memanggil dokter untuk memeriksa putra semata wayangnya.


"Apa anak saya akan bangun lebih cepat dok,?" tanya bunda Deo


"Ibu jangan terlalu menampakan kesedihan ibu pada pasien, karena pasien akan sedih, pasien bisa mendengar kita bicara dan bisa melihat kita, tapi dia tidak bisa membuka matanya, saya harap ibu selalu memberikan semangat pada pasien" jelas dokter


Dokter itu pergi, lagi lagi bunda Deo menangis dan memeluk Deo.


Ia sangat kasian kepada anaknya yang tidak bisa membuka matanya, hanya bisa melihat dan mendengarnya.


Zeyn mengajak istrinya pulang, karena ia tidak mau melihat istrinya menangis lagi.


"Tante kami berdua pamit pulang dulu, besok kita akan kemari lagi" terang Zeyn


"Iya Zeyn, terimakasih sudah menjenguk Deo"


Mereka pulang dan berhenti sebentar karena Aensley ingin makan nasi goreng di pinggir jalan.


"Sayang itu tidak sehat"


"Tapi babymu yang ingin sayang" alasan Aensley


"Baiklah"


mereka berdua turun, hanya Aensley yang makan karena Zeyn tidak suka dengan nasi goreng yang di pinggir jalan, karena menurutnya itu jorok.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Hai semua, jangan lupa tinggalkan jejak


Jangan lupa like, komen, vote, Faforitkan dan bintang limanya 👌😗***