My Enemy MY Soul Mate

My Enemy MY Soul Mate
# 64. Canggung



Selamat membaca kesayangan author 🤗


Tangan Aeyla di gandeng oleh Deo untuk bermain air bersama fiona Jasmine Asraf Zeyn Aensley.


"Lepasin tangan gua Deo, gua mau sama Ka Nesya"


"Mau ngapain,?" tanya Deo


Aeyla hanya diam ia melepaskan tangan Deo dan menghampiri ka Nesya.


"Hai ka Nesya" sapa Aeyla sopan


"Hay la, main yuk"


"Hehe yuk"


Kayak abis nangis ni orang. Ka Nesya


Deo melihat Aensley dan Zeyn sudah istirahat, ia ikut duduk di samping Zeyn.


"Gabung ya" ucap Deo


"Iya uncle Deo" jawab Aensley yang menirukan suara anak kecil


"Haha lucu banget si Lo Sley"


"Istri Zeyn gitu loh" ucap Zeyn lalu merangkul pundak Aensley


"Kalian ini ya tuhan, bisanya ngotorin mata suci gua aja, huh" kata Deo kesal, karena mereka bermesraan nggak lihat tempat


"Buruan nikah sama kakak gua" ujar Zeyn


"Eh gua mau cerita" kata Deo yang membisiki di telinga Zeyn tali masih bisa di dengar oleh Aensley


Aensley dan Zeyn sudah siap mendengarkan tiba tiba hujan, dan akhirnya mereka lari ke vila yang sudah di sewa untuk semalam.


"Uh dingin banget gila" ujar Asraf


"Iya ya dingin banget" imbuh ka Nesya


"Sini ka Nesya biar Kevin peluk" kata Kevin


Ingin sekali Deo mencubit mulut Sahabatnya itu yang dekat cewek cantik langsung sokap.


***


"Sayang tidur yuk dingin" ajak Aensley


"Ayok sayang"


Zeyn dan Aensley sudah beristirahat di kamarnya karena lelah dan dingin akibat bermain air dan turun hujan.


Asraf, Deo, Kevin mereka tidur bersama Aeyla ka Nesya tidur berdua dan Jasmnine dengan Fiona.


"Deo Lo mau nikah kapan, kalo Lo udah nikah gua mau nyusul sama kakaknya Zeyn" kata Kevin tiba tiba


"Dih, emng ka Nesya mau sama Lo yang ceplas ceplos begonoh" kata Deo lalu tertawa


"Nggak tau juga si hhh"


"Gua tidur ya, kalo malem reda jadikan bakar jagungnya,?" tanya Asraf


"Iya jadi, yodah sono Lo tidur" kata Deo


di sebuah kamar yang sangat lebar berisi dua ranjang dan setiap ranjangnya berisi dua orang, Aeyla kedinginan ia ingin minum madu Hangat dan ia merasakan lapar.


Ia putuskan untuk ke dapur memasak mie instan dan membuat madu Hangat, tapi disana sudah ada Deo dan Asraf yang sedang membuat kopi.


Ada Deo lagi, malu gua tu, kenapa coba tadi ngomong segala. Aeyla


"Eh Aeyla, kenapa la, mau ngapain,?" tanya Kevin


"Hehe laper gua" jawab Aeyla cengar-cengir


"Oh, yodah Lo masak sana, gua sama Deo mau ke teras depan" ujar Kevin


"Duluan ya la, kalo mau gabung ayok kita tunggu" ucap Deo biasa saja


Kalo gua gabung sama Lo, yang ada gua gabisa mov on dari Lo Deo. Aeyla


"Iya, kalian duluan aja" jawab Aeyla sambil berjalan mengambil mie instan di lemari dapur


kata Deo tadi sore, gua nggak boleh canggung, tapi ah dahlah males mikir. Aeyla


Mie instan dan madu Hangat sudah siap dan akhirnya Aeyla bergabung dengan Deo dan Kevin di teras depan.


"Wah mie nya bikin gua laper juga" kata Kevin


"Bikin sendiri, jangan minta" ketus Aeyla yang duduk di samping Deo


Gaboleh canggung pokoknya gaboleh. gumam Aeyla


"Suapin dong la dikit aja" pinta Kevin


"Buka mulut, aaa"


Kevin membuka mulutnya lebar lebar dan kepanasan karena mie instan yang masih panas.


"Panas banget, hah hah"


"Haha siram air mulutnya biar nggak panas" kata Deo


"Hahaha kocak deh Lo Vin" kata Aeyly


Dulu aja gua suka sama Lo, Lo nggak pernah perhatian sama gua, dahlah jangan di ingat ingat lagi. Kevin


Sebenarnya Aeyla ingin menawari Deo tetapi ia malu.


"Mana ada gua pelit"


"Deo aaa, buka mulutnya" imbuh Aeyla yang kesal karena di bilang pelit


Deo tidak malu malu, ia membuka mulutnya dan menelan mie instan yang sudah di tiup oleh Aeyla biar tidak kepanasan.


"Lah pas Deo di tiupin, ko tadi gua nggak si la" kata Kevin kesal


"Lupa pin lupa"


"Ko gua malah jadi kayak emak Lo orang si hahah" tawa mereka bertiga pecah


Plis jangan canggung, kau sudah ku anggap saudaraku. Deo


Mie instan dan madu Hangat milik Aeyla sudah habis begitu juga dengan kopi Kevin dan Deo.


"Udah malem udah reda juga, bangunin mereka yuk" ajak Deo


Deo dan Kevin membangunkan sejoli yang sedang tidur berduaan dan saling berpelukan dan membangunkan Asraf juga, Aeyla membangunkan ka Nesya dan yang lainya.


***


"Sayang mau satu atau dua,?" tanya Zeyn ke Aensley


"Satu aja, nanti nggak abis" sambil cengengesan padahal kalo dua mah bisa habis wkwk


"Lo hamil makannya dikit banget Sley, baby nggak kurang emangnya kalo satu" ucap Fiona


"Gua malu peak" bisiknya


"WOY ADA ORANG MALU DI SINI, KATANYA MAU MAKAN JAGUNG BAKAR DUA TAPI MALU" teriak fiona


Apakah ini yang dinamakan sahabat. gumam Aensley


"Kamu malu sayang,?" tanya Zeyn


Aensley diam lalu melihatkan deretan gigi putihnya.


"Dasar hahaha" Zeyn mengacak acak rambut Aensley lalu menciumnya


"Huaaa pengen nikah hiks..hiks.."


Semua tertawa mendengar rengekan Fiona tapi ada tawa paksaan dari salah satu di antara mereka.


"La sini gua bakarin" ujar Deo


Hah Deo bakarin jagung buat gua. Aeyla


"Oh ok maksih Deo" nampak senyum yang indah dari bibir Aeyla


plis jangan cemburu, gua bukan siapa siapanya. ka Nesya


"Oh iya ini buat ka Nesya" Deo mendekat dan memberikan satu jagung itu ke ka Nesya dan satu untuknya


Aduh jantung gua pengen loncat nih. Ka Nesya


"Makasih Deo" ucap ka Nesya


Deo hanya senyum dan mendudukan dirinya di samping Ka Nesya.


Aku akan mendekatimu, agar orangtuamu bisa membatalkan perjodohanmu dengan laki laki lain, aku akan mendapatkanmu. Deo


"Wah Deo sama ka Nesya cocoknya" ucap Aensley


"Wah iyatu cocok" imbuh Fiona dan Jasmnine


"Nggak cocok, cocoknya sama gua" ucap Kevin


"Hahaha mana ada cewek cantik suka sama Lo kang cilok" ledek Asraf


Zeyn senyum ke arah Aensley dan mengacungkan jempolnya.


Aeyla dan Deo tersipu malu, karena dari mereka banyak yang mendukung dan membuat Aeyla panas.


"Apaan si kalian ini" ucap Deo yang malu malu


"Tembak aja tembak, nikah buruan Deo udah tua Lo" kata Zeyn


Ka Nesya melotot ke arah Zeyn membuat semua orang tertawa.


Deo hanya senyum dan merangkul pundak ka Nesya.


Deg...


Jantung ka Nesya berdetak lebih kencang, ingin rasanya ia berlari ke villa dan menutup tubuhnya dengan selimut.


Aeyla sudah tak tahan lagi air matanya sudah tidak bisa di bendung lagi, ia menangis tanpa suara mereka semua tidak sadar jika Aeyla menangis hanya ka Nesya yang menyadari jika Aeyla Menangis, ada perasaan bersalah di hati ka Nesya, ia bingung kenapa, ada apa dengan Aeyla.


"Deo lepaskan" gumam ka Nesya


Deo melepaskannya dan melanjutkan memakan jagungnya lagi.


"Balik yok ke villa gua ngantuk nih, kekeyangan" ajak Fiona


Mereka semua sudah berada di viilla dan kembali ke kamar masing masing.


🌻


🌻


🌻


Jagan jangan lupa like, komen, votenya kakak😍🤗


Maaf jika banyak typo 🙏