My Enemy MY Soul Mate

My Enemy MY Soul Mate
# 65. Pulang Kerumah Masing Masing



Selamat membaca kesayangan author 🤗


Setelah mereka dua Minggu menginap di Negara orang, akhirnya mereka pulang ke Negaranya masing masing, sebenarnya Mereka masih ingin disana, tapi mereka sudah banyak mengambil cuti kerja.


Begitupula dengan mama Clara dan papa Indra akan kembali ke Indonesia dan akan Kembali lagi jika Aensley akan melahirkan Dan mama dara sekarang akan menemani Aensley yang sudah hamil tua.


"Sley Zeyn gua pulang ya hiks..hiks" ucap Fiona yang langsung memeluk Aensley dan Zeyn bergantian


"Sayang aunty pulng ya, kalo baby udah lahir nanti aunty akan kemari lagi ok" kata Fiona yang mengelus perut besar Sahabatnya


"Iya fi, hati hati ya di jalan" ucap Aensley


"Hati hati di jalan Fiona da" ucap Zeyn


"Aensley aku masih ingin bersamamu hiks..hiks" jasmnine dan Aeyla menangis di pelukan Aensley


"Ko pada nangis si lebay deh" kata Kevin


"Apaansi ganggu momen sedih aja Lo" ketus Jasmine


"Sley gua pulang ya Zeyn gua pulang" mereka berpelukan lagi


"Hati hati boy" ucap Zeyn yg rasanya ikut sedih


Di sisi lain Deo ingin mengantarkan mereka sampai bandara, tetapi ia masih kurang enak badan, karena lelah berlibur dengan sahabatnya.


"Ko Deo nggak kesini ya" gumam Aeyla


Mereka semua sudah sampai di bandara di antar oleh supir Zeyn, sebenarnya Zeyn dan Aensley ingin mengantarkannynya sampai bandara, tapi ia harus membantu mertuanya bersiap siap untuk pulng ke Indonesia.


"Ma, mama Nesya pengen ikut, boleh ya" rengek ka Nesya


"Ka, mama disana hanya beberapa bulan doang, nanti kalo Aensley lahiran mama papa kakek sama nenek juga kesini ko, doain aja semoga nanti nenek sama kakek bisa berkumpul di sini bersama kita" bujuk mama


"Oh iya ya, kan bentar lagi Aensley lahiran, mama janji ya, mama pulng" kata Nesya yang wajahnya sudah di tekuk


"Ya ampun ka, iya manja banget deh udah gedek juga" kata papa dari arah belakang


"Papa ni, ngeselin" ucap ka Nesya kesal


Mobil sport berwarna hitam masuk ke latar yang begitu luas, dan berparkir pas di depan rumah mamanya.


"Ma mama" teriak Zeyn


"Sayang jangan teriak teriak dong, mereka juga denger kali"


"Siapa tau mereka udah berangkat sayang, makannya aku teriak teriak hehe" kata Zeyn


"Udah ah jangan suka kesel sama aku"


Cup.


Cup.


"Ekhem" ka Nesya berdehem karena melihat kedatangan mereka dan di posisi Zeyn yang sedang mencium pipi Aensley


"Eh mata sucinya kotor haha" kata Zeyn


"Mama udah berangkat" ucapnya cuek


"Ka Nesya beneran,? tanya Aensley kaget, padahal Aensley sangat merindukan mama mertuanya karena hampir setahun tidak bertemu


"Loh itu Papa" kata Zeyn


"Lariiiiiiii" ka Nesya lari ke arah mamanya dan Zeyn sudah mengejarnya hingga ka Nesya tertangkap


"Hahahahaha"mama Clara dan Aensley tertawa sampai terbahak bahak melihat kelakuan mereka yang seperti Tom and Jerry


"Zeyn kau sudah mau jadi orangtua tapi kelakuan tidak sama sekali berubah" ucap mama kesal


"Iya nih, dasar bocah" kata ka Nesya kesal, karena Zeyn sudah menarik tangannya dan mengikat rambutnya dengan tali sepatu yang di kenakannya


"Ka Nesya si ngeselin, katanya mama udah berangkat" balas Zeyn yang tidak mau di kalahkan


"Hahaha ada ada aja" gumam Aensley


"Cucu Oma nanti kalau sudah besar jangan kayak papa ya, kayak mama aja papa baby itu jail" kata mama Clara


"Eh mama ko bilang gitu si ke anak Zeyn, kalo dia patuh gimana coba" kata Zeyn yang kesal karena mamanya


"Iya yu benr kata Oma Baby, jangan kayak papa ya, ponakan aunty pintar" kata ka Nesya yang mengelus perut besar Aensley


"Hehe kalian lucu sekali" kata Aensley


"Ayo ma berangkat" ajak papa Indra


"Cus" jawab mama sambil membawa kopernya


***


"Ka Lo suka nggak si sama Deo,?" tanya Zeyn


"Lo ngomong apasi" bentak ka Nesya


"Yakan gua nanya, soalnya waktu kita di pantai pas bakat jagung dia ngerangkul Lo" kata Zeyn


"Uhhh sweet" kata Aensley yang begitu gemas


Baru saja ka Nesya akan membalas mereka pelayan datang membawakan makanan yang mereka pesan.


"Silahkan di nikmati" kata pelayan itu sopan


Mereka makan tidak ada yang bicara, usia makan mereka berfoto foto dulu ya tentu Aensley dan ka Nesya kalau Zeyn mah dia tidak suka jika berfoto foto.


"Udah kan foto fotonya,?" tanya Zeyn


"Udah ko, balik yuk" ajak ka Nesya


Mereka sudah keluar dari cafe itu, dan sebelum masuk mobil tiba tiba ada seorang paruh baya menghampiri ka Nesya dan memanggil namanya, ia langsung menengok ke arah sumber suara.


"Eh Tante, mau makan siang ya Tan"


"Iya sayang, makan siang yuk" ajak bunda Deo


"Kita udah makan Tante, barusan aja slesai ini mau pulang" jawab Zeyn


"Oh yaudah nggak papa, Tante masuk dulu ya, Tante pengen makan siang di sini" ujar bunda Deo


"Iya Tante" jawab mereka bertiga bersama


Mereka semua sudah masuk kedalam mobil dan akan mengantarkan ka Nesya pulng.


"Ka nginep aja di rumah, nanti mama juga mau datang, biar rame" kata Aensley


"Benarkah, tapi aku malu Sley hehe" kata ka Nesya


"Emng Lo dulu quliyah ngambil jurusan malu ya,?" tanya Zeyn


"Ya enggak lah, mana ada jurusan malu, peak banget" jawab ka Nesya kesal


"Udah ka jangan malu malu biasa saja, iyakan sayang" ucap Aensley


"Iya jangan malu, biasa aja kali, biasanya aja Lo kan suka malu maluin" ketus Zeyn


"Ya Tuhan kenapa gua harus punya adek yang kayak Zeyn" gumamnya


Tiga puluh menit akhirnya mereka sampai di rumah Zeyn, dan ka Nesya langsung masuk tanpa permisi dan langsung duduk di sofa ruang tv untuk merebahkan tubuhnya.


"Tukan malah malu maluin" kata Zeyn yang baru masuk kedalam rumah


"Shiittt" umpat ka Nesya


"Ka jangan dengerin kata Zeyn, ke kamar yuk ka, aku antar" kata Aensley


"Wah Adik ipar yang baik" ujar ka Nesya


Zeyn diam melihat keanehan Aensley, kakaknya yang akan di ajak ke kamar tapi bukan dirinya.


"Huh, sabar Zeyn" gumamnya


Zeyn menyusul mereka ke kamar dan untung saja ka Nesya ada di kamar sebelah.


"Sayang kamu capek ya, udah molor aja" kata Zeyn yang langsung memeluk Aensley dari belakang


"Aku capek, kakiku pegal pegal" ujar Aensley


Zeyn langsung bangun dari tidurnya dan memijat kaki Aensley yang sudah membengkak karena kehamilannya.


"Ko tumben mijitin, pasti ada maunya ya" kata Aensley yang mengalihkan tangan Zeyn dari kakinya


"Enggak ko sayang, aku kasian sama kamu" kata Zeyn


"Awas ya nanti malam modus" kata Aensley yang menaruh tangan Zeyn kembali ke kakinya lagi


Zeyn tertawa dan menggelitiki telapak kaki Aensley, membuat Aensley kegelian.


🌻


🌻


🌻


*Hai jangan lupa like, komen, vote, Faforitkan dan bintang limanya 👌


aku sayang kalian 😍


Maaf jika banyak typo 🙏*