
Sudah waktunya matahari terbit, dan burung burung berterbangan, sudah saatnya manusia manusia untuk bangun dan menyambut paginya dengan hati yang senang.
Zeyn membuka matanya lalu melihat sampingnya yang masih tertidur pulas dalam pelukannya, Zeyn sangat senang lalu menciumi Aensley agar istrinya bangun.
Zeyn memainkan rambut panjang Aensley menggulungkan di jari jari manisnya, membuat sang pemilik bergerak.
"Jangan menggangguku Zeyn" ucap Aensley dengan suara khas orang bangun tidur
"Mentang mentang libur, jadi seenaknya kalau tidur" kata Zeyn lalu memeluk Aensley erat
Zeyn menaruh kepalanya di bagian yang ia sukai di tubuh Aensley dan menciumnya membuat sang pemilik risih lalu ia membuka matanya dan mencubit pinggang Zeyn.
"Sayang sakit" kata Zeyn dan memegangi pinggangnya
"Sudah kubilang jangan menggangguku saat tidur" ketus Aensley
"Baiklah kau tidur saja, aku akan menyiapkan sarapan, setalah makan kita lari pagi, setelah itu kita mandi dan pergi ke rumah baru, ok sayang" ucap Zeyn panjang lebar
"Tidak mau" jawab Aensley singkat
"Kenapa kau jadi pemalas sayang" ucap Zeyn lalu tertawa kecil
"Apa kau bilang" ketus Aensley
"Sayang ini masih pagi, jangan bertengkar dulu" ucap Zeyn, lagi lagi Zeyn terkekeh
"Aku lapar" ucap Aensley lalu memanyunkan bibirnya
"Baik aku akan siapkan" lalu Zeyn pergi meninggalkan Aensley di kamar sendiri
"Kenapa aku agak berubah ya" gumam Aensley
Aensley tidak mau berfikir, karena ini masih sangat pagi hehe
Aensley bangun lalu menyiapkan baju untuk lari pagi nanti di sekitar luar apartemen.
sudah selesai Aensley menyiapkan bajunya, Zeyn juga selesai membuat sarapan, Zeyn hanya membuat roti bakar dan susu.
"Sudah selesai,?" tanya Aensley
"Udah dong sayang, kemarilah" kata Zeyn
Aensley kini sudah duduk di pangkuan Zeyn, ntah kenapa Aensley menjadi manja, dan ingin selalu bersama Zeyn.
Sarapan mereka sudah habis, saatnya lari pagi agar badan selalu sehat.
Batu saja satu putaran Aensley sudah mengeluh dan meminta Zeyn membelikan minuman yang sangat segar.
Zeyn menuruti perintah Aensley, Zeyn membeli minuman lalu memberikannya kepada Aensley, lalu emrminumnya Samapi setengah.
"Apa kau sangat haus" tanya Zeyn
Aensley menganggukan kepalanya lalu tersenyum kepada Zeyn.
"Aku tidak akan lari lagi, aku ingin muntah jika aku lari" ucap Aensley
"Apa kamu sakit sayang,?" tanya Zeyn sudah khawatir
"Tidak, hanya pusing saja, larilah aku akan menunggumu" ucap Aensley
"Ok, tapi jika ada yang sakit berteriak saja, agar aku mendengarnya ok" begitu perintah Zeyn untuk Aensley
"Iya sayang" jawab Aensley lalu mencium kening Zeyn yang sudah sedikit ada keringat
Zeyn berlari meninggalkan Aensley dan melambaikan tangannya.
"*Kenapa aku merasa ada yang beda denganku ya" gumam Aensley
"Tapi aku tidak sakit, kenapa aku selalu merasakan seperti itu" gumam Aensley lagi
"Ah sudahlah, aku tidak mau memikirkannya" gumam Aensley*
Zeyn sudah berlari sampai lima putaran, lalu Zeyn Kemabli duduk di kursi taman di samping Aensley lalu mengelap keringatnya dengan handuk kecil lalu meminum air mineral.
Tiba tiba Aensley memeluk Zeyn, Zeyn kaget karena badannya masih banyak keringat saat Aensley memeluknya.
"Sayang aku masih berkeringat" ucap Zeyn
"Aku suka baumu" kata Aensley, membuat Zeyn mengernyitkan keningnya
lalu mereka berdua pulang ke apartemen untuk mandi dan akan pergi ke rumah baru.
Usai mandi Zeyn dan Aensley sudah ada di mobil untuk datang kerumah barunya.
"Iya sayang"
"Aku ingin di rumah baru kita ada foto kita yang sangat besar di pajang di kamar, dan banyak poloroid yang banyak" ucap Aensley dengan wajah yang seperti membayangkan
"Foto yang besar sudah ada tinggal poloroidnya, nanti aku akan menyuruh Fani membuatnya yang banyak" jawab Zeyn lalu mengusap kepala Aensley
Mereka berdua sampai di rumah barunya, Aensley langsung menganga karena terkejut kenapa rumahnya besar sekali, padahal hanya akan tinggal dua orang.
"Sayang rumahnya besar sekali, aku akan lelah jika membersihkannya setiap hari" ucap Aensley dan menatap Zeyn
"Tenang, disini sudah ada ART" jawab Zeyn lalu memeluk pinggang Aensley
Pak muin datang dan memberi ucapan selamat datang di rumah barunya kepada mereka berdua.
lalu pak muin membawa koper dan barang lainnya yang ada di bagasi mobil tuannya.
Aensley dan Zeyn sudah masuk, Zeyn langsung menunjukan ruangan ini dan itu, membuat Aensley pusing, karena ini sangat besar menurutnya.
"Zeyn jangan pergi jauh jauh ya, nanti aku susah mencarimu" ujar Aensley
Lalu Zeyn tertawa kecil melihat tingkah laku istrinya yang sudah beberapa hari ini sangat berbeda.
"Tidak sayang tenang saja" ucap Zeyn lalu mengecup pipi Aensley
Aensley dan Zeyn menaiki tangga lalu mereka berdua masuk kedalam kamar, di atas ada kamar tiga, yang dua buat anak anak mereka nanti dan yang satu untuk Aensley dan Zeyn.
Lalu Zeyn mengajak Aensley ke arah ruang ganti dan kamar mandi, Aensley sangat takjub, betapa besarnya rumah yang akan ia tinggali.
waktunya makan siang, Aensley dan Zeyn sudah berada di meja makan, dan ada bik dewi yang sudah menyiapkannya.
"Bik kenalin ini istri saya, namanya Aensley" kata Zeyn memperkenalkan Aensley kepada bik dewi
"Saya bik dewi nona, jika anda membutuhkan apa apa katakan saja pada saya, saya bekerja di bagian memasak, jika masakan tidak enak anda boleh memarahi saya nona, tapi saya akan berusaha membuatkan makanan yang sangat enak untuk nona" ucap bik dewi panjang lebar
"Iya bik terimakasih" jawab Aensley sopan
"Oh iya itu pak Dion, dia sebagai pengaman di rumah ini" kata Zeyn memperkenalkan Aensley kepada pak Dion
Setelah selesai makan siang dan perkenalan dengan orang rumah, Aensley sangat senang karena mereka sangat baik dan ramah sekali.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
**Jangan lupa like, komen, vote, Faforitkan dan bintang lima.
semoga suka🤗😊**