
Pak Dion sudah sampai rumah dan menelfon Zeyn bahwa Durian yang di carinya sudah ada.
"*Halo tuan"
"Apakah Duriannya ada pak Dion" tanya Aensley yang sudah kegirangan
"Eh nona, iya nona saya sudah membawakannya" jawab pak Dion cepat karena yang menjawab nonanya*
Aensley langsung membangunkan Zeyn agar Zeyn mau menemaninya makan Durian di pagi hari.
"Sayang bangun pak Dion sudah menemukan buah Duriannya" ujar Aensley yang membangunkan Zeyn dan menusuk nusuk pipi suaminya
Zeyn langsung membuka matanya dan memeluk erat tubuh istrinya.
"Sayang ayo makan buahnya" kata Aensley yang sedikit manja
Aensley dan Zeyn menuruni anak tangga lalu pak Dion duduk di meja makan.
Pak Dion ingin membukakan buahnya tapi takut nonanya tidak mau.
"Sayang buka ya buahnya" ujar Aensley
"Biar pak Dion aja sayang" kata Zeyn yang masih menutup matanya dengan kedua tangannya
"Aku mau kau yang membukanya" ketus Aensley
Zeyn mengusap wajahnya kasar, ia tahu bahwa ibu hamil modnya kadang baik dan kadang juga tidak.
Karena Zeyn sangat menyayangi mereka bertiga alhasil Zeyn membukanya.
Aensley mengambil belahan dari buah durian lalu menaruhnya di atas meja lalu ia memakannya dengan lahap, padahal buahnya belum begitu masak jadi agak sedikit keras
"Sayang ini masih agak keras, apa kau akan menghabiskannya,?" tanya Zeyn
"Iya sayang ini enak sekali, apa kau mau" ucap Aensley
"Oh tidak, untuk anak papa aja" jawab Zeyn
Dahal masih belum masak di bilang enak, nawarin gua lagi, ya ampun sayang kenapa ngidammu aneh si. Zeyn
pak Dion sudah Kemabli ke kamarnya dan Aensley asik memakan buahnya dengan lahap, sedangkan Zeyn, ia sudah menaruh kepalanya di atas meja makan wkwk
Hekkkkkk
Aensley bersendawa sampai Zeyn terbangun.
"Sudah kenyang,?" tanya Zeyn
"Udah sayang, ayo kita tidur lagi" ajak Aensley
Udah papa turutin ya sayang, jangan encesan. Zeyn
Mereka berdua sudah masuk kedalam kamar dan melanjutkan tidurnya sampai jam tujuh pagi.
Zeyn sudah bangun tapi istrinya masih saja memeluk gulingnya, Zeyn tidak membangunkannya karena ia tahu bahwa istrinya semalam begadang hanya demi makan Durian.
Zeyn mandi lalu memakai jas kerja dengan rapi lalu mencium kening dan pipi istrinya bergantian dan mengusap perut istrinya.
Zeyn turun untuk sarapan dengan pak Dion di meja makan, sebenarnya pak Dion enggan makan bersama dengan tuannya karena tidak sopan, tetapi Zeyn memaksanya dengan alsan tidak ada teman makan.
Karena biasanya pak Dion dan para pembantu lainnya makan di meja makan belakang.
"Pak Dion berapa harga Buah Duriannya kemarin,?" tanya Zeyn
"Sebenarnya hanya dua ratus ribu tuan karena itu durian yang enak, tapi saya kasih uang lebih, karena saya sangat kasihan dengannya" jelas pak Dion
"Pak Dion kasih berapa?" tanyanya lagi
"Emmm saya kasih tiga juga tuan, karena ia tinggal seorang diri dengan rumah yang sudah tidak layak, maka dari itu saya melebihkan harganya" jelas pak Dion
"Maaf tuan jika saya tidak_" Ucapan pak Dion di potong oleh Zeyn
"Wah bapak luar biasa, saya akan menambahkan gaji bapak tiga kali lipat" ucap Zeyn lalu menepuk bahu pak Dion
"Terimakasih tuan" sebenarnya pak Dion ingin membantah karena ini terlalu berlebihan bukan, hanya membelikan satu durian dan memberi uang lebih kepada penjual durian
Usai Zeyn selesai sarapan, ia berpamitan kepada pak Dion untuk berangkat ke kantor dan jika Aensley sudah bangun suruh ia menelfonnya, pesan Zeyn
Zeyn sudah sampai di kantor ia di sambut oleh para karyawan dan memberikan selamat karena Zeyn akan menjadi seorang ayah dan ada penerusnya.
Karyawan semuanya berbaris dan memberikan hormat kepada Zeyn, ia bingung kenapa mereka berlebihan, Zeyn hanya senyum senyum dan mengucapkan terimakasih dengan suara pelan.
Zeyn sudah masuk kedalam ruangannya, dan Fani langsung menemuinya dan memberikan ucapan selamat langsung kepada bosnya.
"Terimakasih Fani, semoga kau juga cepat mendapatkan jodohmu" ucap Zeyn
"Hehe iya Pak" jawab Fani malu malu
***
Aensley mengerjakan matanya dan meraba raba sampingnya, yang ia raba tidak ada, ia langsung membuka matanya dan langsung turun ke bawah.
"Bik Dewi" panggil Aensley
Kemana si ko gada orang. Aensley
"Nona sudah bangun, tuan sudah berangkat nona, pesan tuan jika nona sudah bangun anda harus menelfon anda nona" jelas pak Dion
"Oh iya makasih pak Dion" Aensley langsung ke atas untuk menelfon suaminya dan meninggalkan pak Dion di meja makan belakang
Druttt... Druuttt.. Druttt
Telpon Zeyn berdering karena Aensley menelfonnya.
"*Halo mama, halo anak papa" ucap Zeyn di telpon
"Sayang kenapa tidak membangunkanku" kata Aensley yang agak kesal
"Maafin aku sayang, tadi tidurmu nyenyak sekali, aku tidak tega jika membangunkanmu" jelas Zeyn
"Apa sudah sarapan,?" tanya Zeyn
"Belum" jawab Aensley singkat
"Yaudah mama Aensley sama baby harus sarapan dulu ya biar mama dan Baby sehat dan kuat" ujar Zeyn
"Iya papa" jawab Aensley yang menirukan suara anak kecil*
Zeyn tertawa mendengar suara istrinya yang di buat buat, akhirnya Aensley mematikan telponnya, ia mandi lalu sarapan yang di temani bik dewi.
"Bik Dewi dari mana, tadi aku nyariin Lo" tanya Aensley penasaran
"Maaf nona, saya tadi habis dari kebun belakang, melihat buah tomat yang Bibik tanam, karena Bibik suka banget sama buah tomat" kata bik Dewi
"Oh Bibik suka ya, nanti aku mau metik boleh nggak bik,?" tanya Aensley
"Boleh nona, tapi saya menanamnya tidak banyak dan buahnya hanya sedikit"
"Tidak apa apa bik, Aensley hanya ingin memetik satu saja" jawab Aensley
***
Usai sarapan Aensley dan bik dewi langsung ke kebun belakang untuk melihat tanaman tomat yang tidak begitu banyak.
"Wah buk warnanya bagus banget, ya ampun cantik banget" ucap Aensley yang saking senangnya
"Iya nona maka dari itu saya suka dan menanamnya" ujar bik dewi
Aensley memetik buah tomat hanya satu hanya untuk di pandangi saja, karena Aensley tidak mau memakannya akhirnya ia menaruhnya di kotak berwarna putih di samping tv untuk hiasan kata Aensley.
"Ya ampun aku lupa belum mandi"
Akhirnya setelah ia ingat bahwa ia belom mandi akhirnya ia mandi berendam dengan air hangat.
Setelah mandi Aensley memutar lagu dan bernyanyi, walaupun suaranya tidak begitu bagus tapi Aensley tetap percaya diri, karena ia di kamar bukan di panggung wkwk.
Sudah lelah bernyanyi akhirnya ia merebahkan tubuhnya di atas kasur dan memainkan ponselnya, Aensley sangat bosan akhirnya ia ke balkon kamar dan berfoto foto sesekali ia menunjukan perutnya yang belum kelihatan begitu besar.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Hai jangan lupa like, vote, Faforitkan dan bintang limanya 👌😗 biar author tambah semangat
Semoga suka 🤗***