My Enemy MY Soul Mate

My Enemy MY Soul Mate
# 63. Pengakuan Aeyla



Sebenarnya aku sudah lama mencintaimu, tapi aku sangat malu untuk mengungkapkannya karena aku perempuan hehe.


"Lo orang nggak nginep lagi di Apartemen gua,?" tanya Aeyla


"Pengen si, masih kangen sebenarnya" kata Fiona lesu


"Yodah kita nginep lagi ya" kata jasmnine senang


Mereka masuk kedalam kamar untuk Merebahkan tubuhnya yang ingin nempel Terus ke kasur.


"Gua pengen nikah woy" rengek Fiona


"Kalo udah ada lakinya nikah aja nggak papa, tapi kalo belom jangan ya hahaha" kata Aeyla yang tertawa


"Dah ah tidur" kata jasmnine yang sudah mulai memejamkan matanya duluan


Jasmnine sudah memejamkan matanya Tinggal fioana dan Aeyla yang belum tidur, Mereka masih mengobrol dan tertawa receh Membicarakan tentang pernikahan yang akan Datang nantinya.


"La Lo tu sebenernya suka sama siapa si, kayaknya dulu Lo kan pernah di sukain sama Kevin" ucap Fiona penasaran


"Kepo amat si" jawab Aeyla dan menutup wajahnya dengan bantal


"Yodah ah gua tidur nih, oh ya gua pengen ngajak Deo sama yang Laen jalan jalan, Pokoknya harus kalo nggak ada yang mau gua paksa" ujar Fiona


"Kemana,?"


"Jalan jalan lah, mumpung masih di tanah kelahiran gua, Minggu depan kita pulang semua kan pada"


"Yodah tidur yuk" ajak Aeyla yang nampak sedih


Gua sayang sama Lo, dan semoga perasaan kita sama ;). Aeyla


Mereka bertiga terlelap dengan malam yang tidak begitu dingin, mereka tidur di ranjang bertiga dan saling menendang, tak apa namanya sahabat.


***


Pukul jam tujuh mereka bertiga bangun dan bergantian masuk kamar mandi, sebenarnya ada kamar mandi dua, karena mereka mager jika berjalan kesana jadi mereka mencari yang dekat walaupun menunggu dan sambil bercanda.


Minggu depan aku sudah tidak ada disini lagi, ok aku beranikan hari ini. Aeyla


"La buru ngapa, udah nggak bisa di tahan nih"


Cekelekk,


pintu kamar mandi terbuka terlihat wajah Aeyla yang agak sedih.


"Awali pagimu dengan senyuman" ujar Fiona


"Buru ah masuk, gua juga udah kebelet nih" kata jasmnine yang masih meringkuk di kasur


***


📞 Druttt. ponsel milik Deo bergetar dan ia mengerjakan Matanya untuk melihat siapa sepagi ini yang menelfonnya.


📞 Deo


"Hem" kata Deo di telpon malas bicara


📞


"Bangun Deo, jalan jalan yuk sama Aeyla sama jasmnine sama mereka semua lah pokoknya, yah Deo gua Minggu depan pulang nih" rengek Fiona


"Mau kemana" tanya Deo yang masih memejamkan matanya


"Ke pantai ya pokoknya ke tempat yang bagus bagus dah"


"Yodah iya gua mau mandi dulu" ujar Deo


"Ya ampun Deo Lo , OMG"


"Mau jalan jalan nggak,?"


"Iya iya jadi buruan" ucap Fiona kesal


Dan di sisiain Aeyla mengajak Zeyn dan Aensley dan yang lainnya, dan Kevin pun mengajak ka Nesya dan mereka semua sudah setuju.


Mereka semua sudah kumpul di cafe Deo untuk sarapan dan siap siap berangkat.


Hah ko ngajak kakaknya Zeyn si, gua kan mau mengatakan yang sebenarnya, malu lah nanti. Aeyla


Mereka menggunakan satu mobil yang cukup besar dan panjang.


Aensley dan Zeyn duduk berdua Aeyla duduk di samping Asraf, jasmnine dan Fiona dan ka Nesya duduk di antara laki laki yang menyukainya.


"Musikan dong buat nggak boring" kata ka Nesya sudah tidak canggung canggung lagi


"Yang melow ya" kata Aeyla


Semua hanya mengangguk dan mendengarkan dan ada.yang menirukan menyanyi dan ekspresinya.


satu jam perjalanan mereka belum sampai juga, ka Nesya sudah tidur dan Aensley juga dan Mereke bertiga juga.


Kepala ka Nesya tiba tiba jatuh kedalam pundak Kevin, membuat ia kesenangan dan membuat Deo panas.


"Yes dapet cewek cantik" gumamnya


"Awas Lo aneh aneh sama kakak gua" ancam Zeyn


"Enggak adek Zeyn" jawab Kevin


"Dih apaan" jawab Zeyn ketus


hahahahaha, tawa mereka para lelaki pecah, membuat para wanita bangun.


"Eh maap ya, capek ya" kata ka Nesya


"Enggak ko, kalo mau tidur lagi disini nggak papa" kata Kevin dan menunjuk bahunya


"Huh, mencari kesempatan dalam kesempitan" gumam Deo, tapi masih bisa di dengar oleh Nesya


Nesya langsung menatap Deo dan agak merasa canggung.


Aeyla sudah panas melihat wajah Deo yang sepertinya tidak suka jika ka Nesya dekat dekat dengan Kevin.


Dua puluh menit mereka sampai di pantai dan ada beberapa vila yang lumayan tidak ramai pengunjung.


Akhirnya mereka sampai dan turun dari mobil.


"Uh segeranya" kata Aensley


"Anak papa si kalo di suruh jalan jalan nggak mau Mageran" kata Zeyn dan mengusap perut besar Aensley


Aensley dan Zeyn sudah main Air di pinggir laut, entah kenapa Deo merasa cemburu saat melihat Kevin dan ka Nesya bermain air bersama walaupun tidak berdua.


Dari jarak jauh, Aeyla meneriaki Deo ya g duduk di bawah pohon kelapa.


"Zeyn kemarilah, seru" ujar Aeyla


Deo menggelengkan kepalanya lalu senyum ke arah Aeyla.


Baik aku akan mengatakannya sekarang, waktu yang tepat. gumam Aeyla


Aeyla berlari menghampiri Deo yang masih duduk dan bermain pasir sendiri.


"Ayolah main Deo, seru" katanya lagi


"Aku masih ingin tidur haha"


"Kebo banget si, udah ke pantai seger kayak gini" kata Aeyla


"Yaudah sana Lo main aja gih sama mereka nanti gua nyusu" ujar Zeyn


Ko mereka cuman berdua si, mereka kan sahabat, ko gua cemburu si. Ka Nesya


"Saya ko melamun si" kata Kevin


"Haha nggak ko, gua kesana bentar ya, mau beli makan dulu laper hehe" kata ka Nesya beralasan padahal ia pengen mendengar percakapan manusia yang masih berduaan di bawah pohon kelapa


Ka Nesya sudah berlari tiba tiba Asraf dan Kevin menyusulnya.


Ka Nesya membeli petisan dan duduk di batang kayu yang sangat besar dan nyaman sekali jika untuk membakar api unggun nanti malam.


" ko ngikutin gua si" kata ka Nesya kesal


"Nggak boleh ya" tanya kevin cemberut


"Gua mau ngomong sesuatu sama Lo" kata Aeyla kaku


"Ngomong apaan la" jawab Deo yang menatap mata Aeyla


Plis jangan natal gua kayak gitu, gua nggak kuat. Aeyla


"Huh" Aeyla menghembuskan nafas kasar dan mulai bicara "Dulu gua pendiam saat quliyah dan Lo juga hehe, gua nggak tau kenapa gua suka sama Lo yang pendiem dan menurut gua, gua ngerasa cocok sama Lo dan sepertinya Lo nggak, tapi nggak papa" katan Aeyla panjang lebar dengan mata yang berkaca kaca


"Hah" kata Deo kaget


"Kita sahabat la" kata Deo sambil memegang tangan Aeyla


Di sisi lai ada seorang wanita yang duduk bersama dua laki laki yang tak kalah tampan sedang mendengarkan obrolan mereka berdua walaupun agak jauh hanya selisih lima meter saja.


Ko pegangan tangan si. Ka Nesya


"La dengerin gua, gua sahabat Lo la, dan gua udah nganggep kalian itu saudara gua" kata Deo yang mulai mengusap air mata Aeyla


Aeyla terus menangis dan tidak mau bicara lagi.


"Asraf kesana yuk, aku pengen nyari kerang deh, panas disini" kata ka Nesya


"Nggak ko disini nggak panas, adem enak" kata Asraf


"Udah ah ayok kesanana nyari kerang"


"Lah ko gua nggak di ajak si" ujar Kevin


"Males ah, mau ngajak Abang Asraf aja"


"kuy kakak cantik" kaya Asraf, membaut Kevin panas


Ka Nesya menarik tangan Asraf dan mengajaknya berlari.


"Yaudah jangan nangis ya, gua suka Lo jujur la sama gua, jangan canggung ya setelah ini" kata Deo dan memberi semangat untuk Aeyla yang patah hati


Aeyla hanya diam dan menatap Deo lekat lekat.


"Apa Lo punya cewek yang Lo suka.?" tanya Aeyla


""Emm aku susah menejelaskannya, main air yuk" ajak Deo


🌻


🌻


🌻


Hai hai jangan lupa like, coment, Vote, Faforitkan dan bintang limanya 👌🤗