
Pukul 06:00 Pagi itu Aensley terbangun lebih dulu dari Zeyn, karena membantu membuatkan sarapan.
langit yang sangat cerah, membuat Aensley bahagia di lagi hari.
seusai Aensley mandi, Aensley langsung turun ke bawah untuk membantu mamanya membuat sarapan di dapur.
karena Bik Mila sedang libur lima hari, karena anaknya sakit.
"Ma mau bikin sarapan apa,? tanya Aensley
"Mama mau bikin Oatmeal sayang , kamu siapin aja susu sama Roti gandumnya pakek selai kacang" kata mama dara
"Ok mah siap!" jawab Aensley dengan mengacungkan dua jempolnya
empat puluh menit kemudian, makanan sudah siap, Aensley dan mama pergi ke kamar untuk membangunkan Zeyn dan papa GEO.
Aensley membuka hendle pintu kamar, ternyata Zeyn belum bangun juga.
"Huh belum bangun, dasar tidak malu padahal ini di rumah orang" gumam Aensley
Aensley membangunkan Zeyn dengan menggoyangkan bahu Zeyn.
"Hey bangun, sarapan sudah siap" ucap Aensley
"Ya ampun ,dia tidak bangun , apa perlu aku pake toak" gumam Aensley
Aensley punya ide yg sangat cemerlang.
Aensley mengambil air di kamar mandi dengan gayung dan menyipratkannya di wajah Zeyn.
"Ah hujan..hujan" kata Zeyn dengan berpindah posisi
"Hey bangun, lihat sudah jm berapa" kata Aensley dengan menunjukan jarinya ke jam dinding yg ada di tembok.
"Jadi bukan hujan,dasar jail" kata Zeyn dengan berjalan ke kamar mandi
***
mereka semua sudah berkumpul di meja makan, dan memakan apa yg tadi di masak mama dara dan Aensley.
"wah enak sekali ,siapa yg masak ini" tanya papa GEO
"Mama dong" jawab Aensley
"Terus Aensley masak apanya,?" tanya papa GEO
"Aensley cuma bikin roti gandum di kasih selai kacang sama bikin susu pa" jawab Aensley dan melihat kn deretan gigi putihnya
"Kamu harus bisa masak yg enak sayang,kau kn sudah menjadi istri" kata papa GEO
"Iya pa" jawab Aensley
***
Seusai mereka sarapan, mereka berkumpul di taman belakang dan saling bertukar cerita.
"Zeyn papa sangat senang mempunyai menantu sepertimu" ucap papa Zeyn dengan menepuk bahu Zeyn
"Hehe makasih pa" ucap Zeyn
Aensley dan mama dara bercerita, mama dara sedang bercerita bagaimana dia di sana menani papa GEO bekerja dan seperti menjadi asisten papa GEO.
"Aensley kamu harus membuka hati dengan Zeyn, dia anak baik, masa udah tiga bulan menikah kalian tetep aja kek dulu" kata mama dara
"Ah iya ma, Zeyn juga keknya udah buka hati buat Aensley, Tapi Aensley masih ragu ma" kata Aensley dengan memegangi tangan mamanya.
"Jangan ragu sayang, Pilihan papa tidak ada yg perlu di ragukan" kata mama dara dengan mengusap bahu Aensley
"Kalian juga udah mau empat bulan, masa gini gini aja, harus percaya dong sama suami sendiri"
"Iya ma" jawab Aensley lalu tersenyum dan memeluk mama dara.
***
Mereka berempat sudah kembali ke dalam rumah dan ke kamar masing masing karena Aensley dan Zeyn masih libur.
Aensley duduk di balkon dan menatap layar laptop, Beberapa menit kemudian di susul oleh Zeyn.
"Apa aku boleh ikut duduk disini" tanya Zeyn
"Kata mama aku harus membuka hati untuk Zeyn,dan Zeyn juga sudah banyak perhatian ke aku" gumam Aensley dalam hati
"Duduklah" kata Aensley
"Kau semalam mengigau, Sepertinya kau sedang jatuh cinta ,tapi aku tidak tahu dengan siapa" Zeyn membuka suara
"Hah aku mengigau" kata Aensley Terkejot dan membulatkan kedua matanya menatap Zeyn
"Bagaimana aku mengigaunya,?" tanya Aensley
"Ya seperti itu" kata Zeyn lalu tertawa denah memgangi perutnya.
"Cepat beritahu aku, aku sangat malu" kata Aensley dengan mencubit perut Zeyn
"Aww sakit jangan mencubitku" kata Zeyn lalu menatap Aensley
"Baiklah jika kau tidak mau memberitahu aku , bagaimana aku mengigau, kau harus mengerjakan tugasku!!" kata Aensley dengan melipat kedua tangannya
"Ok baik , aku akan mengerjakannya,daripada aku tertawa terus menerus membuatku sakit perut" kata Zeyn dengan menjulurkan lidahnya kedepan
Aensley menaruh laptopnya ke depan pangkuan Zeyn. Dan menyuruhnya untuk mengerjakan.
tiga puluh menit Zeyn sudah selesai mengerjakannya.
Menurut Zeyn soalnya tidaklah sangatlah susah, Karena Zeyn ingin membantu Aensley jadilah Zeyn mau mengerjakannya.
"Apa nanti akan pulang kerumahmu Zeyn" tanya Aensley
"Kita hari ini akan pindah ke apartemenku dan tidak tinggal di rumah papa," kata Zeyn lalu menoleh ke arah Aensley
"Hah kita akan tinggal berdua" kata Aensley
"Iya, siapa lagi,em eh tidak kita akan tinggal bertiga dengan ART tapi dia akan pulang jika tugasnya sudah selesai" jawab Zeyn
"Jadi hari ini temani aku memilih perabotan rumah" imbuh Zeyn
Aensley masih tidak percaya, Jika mereka akan tinggal berdua.
"Apa kau mendengar aku bicara Sley" tanya Zeyn
"Ah iya aku mendengar, Pendengaranku juga masih bagus" jawab Aensley.