My Enemy MY Soul Mate

My Enemy MY Soul Mate
# 17. kepulangan



Zeyn dan Aensley sedang rebahan di kamar tiba tiba suara pintu kamar Zeyn di ketuk oleh Nesya .


Tokk..Tokk..Tokk..


Aensley hendak berdiri , tapi Zeyn mencegahnya , jadilah Zeyn yg membukakan pintunya .


" ada apa ka " tanya Zeyn


" mama sama papa akan pulang , apa kau tidak menjemputnya di bandara " tanya Nesya


" ah iya , aku lupa , baiklah aku akan siap siap, apa ka Nesya akan ikut juga " tanya Zeyn


" emm tidak , aku dirumah saja , aku akan menunggu mereka saja dirumah "


Zeyn bersiap siap untuk menjemput mama dan papanya ke bandara.


Aensley bingung " mau kemana dia " gumam Aensley dalam hati


Zeyn sudah sampai depan pintu , Zeyn berbalik lagi dan menanyai Aensley.


" apa kau mau ikut " tanya Zeyn ke Aensley


" kemana " jawab Aensley dan tidak menoleh sedikitpun ke Zeyn


" ke bandara menjemput papa sama Mama "kata Zeyn


" aku dirumah saja sama ka nesya "


" baiklah jaga diri baik baik " kata Zeyn dengan melambaikan tangannya


" ada apa dengan dia , kenapa dia berubah , apa dia mencintaiku, ahggg spertinya tidak mungkin , cih kenapa aku berfikir seperti ini " gumam Aensley


Aensley keluar dari kamar , dan melihat ka Nesya sedang berenang. dengan berbagai gaya , Aensley langsung menghampiri Nesya yg sedang berenang sendiri. sungguh menarik bagi Aensley.


Nesya sadar dengan kedatangan Aensley. Nesya langsung naik dan mengajak Aensley berenang .


" apa kau bisa berenang "tanya Nesya


" iya ka aku bisa " jawab Aensley malu malu


" ayo kita berenang " kata Nesya yg langsung menarik tangan Aensley tanpa aba aba


Byurrr


mereka berdua menjatuhkan dirinya ke kolam renang yang hanya memiliki tinggi 💯 meter .


mereka tertawa receh .


" Aensley seru bukan " tanya Nesya


" iya ka seru sekali " jawab Aensley


Aensley dan Nesya naik , karena sudah lelah dan sudah cukup lama mereka berendam di air .


mereka berdua duduk di pinggir kolam renang dan kaki mereka masuk kedalamnya .


mereka berdua menaiki tangga bersama dan kaki Aensley keseleo.


" aghh " jerit Aensley


" Aensley kenapa , ada apa denganmu "tanya Nesya panik


" aku keseleo ka , aghhh sakit " kata Aensley dengan memegangi kakinya


Nesya memapah Aensley untuk ke kamar , sampai di kamar Aensley, Aensley langsung duduk di lantai kamar mandi dan Nesya mengambilkan handuk agar Aensley tidak kedinginan .


" Aensley apa masih sangat sakit " tanya Nesya yg begitu khawatir dengan adik iparnya


" tidak ka , aku sudah tidak apa apa " jika kakak ingin mandi , mandilah aku tidak apa apa" jawab Aensley dengan memgangi kakinya


" baiklah aku akan mandi ,jika masih sakit panggil saja aku, aku akan membawamu kedokter "


" hah kesleo saja sampai panik seperti itu , bahkan aku mau di bawa kedokter , kenapa dia perhatian sekali, apakah Zeyn juga perhatian seperti ka nesya " gumam Aensley


***


sesampainya Zeyn , mama , dan papanya dirumah Zeyn langsung masuk ke kamarnya papa dan mamanya juga langsung masuk kemar.


Zeyn menaiki tangga dan melihat pintu kamar terbuka kecil .


Zeyn langsung masuk , Zeyn mencari Aensley di balkon tidak ada di ruang ganti tidak ada .


Zeyn mendapati pintu kamar yg di tutup dan suara shower .


" ah ternyata mandi ,bukannya dia sudah mandi , kenapa mandi lagi "gumam Zeyn


Krekkkk...


pintu kamar mandi terbuka melihat Aensley yg hanya menggunakan handuk kimono Zeyn mentap Aensley tanpa berkedip .


" *Kenapa dia melihatku seperti itu "gumam Aensley


" waw " ucap Zeyn*


" apa , kau bilang apa " tanya Aensley yg mendengar samar samar suara Zeyn


" kenapa dia tidak malu jika ada aku disini , bahkan aku ingin me" ucapan Zeyn terhenti saat Aensley keluar.


Aensley berjalan dengan kaki yg pincang ke arah meja rias, hendak mengeringkan rambutnya.


Zeyn yg dari tadi memperhatikan Aensley, akhirnya Zeyn bertanya juga .


" kenapa dengan kakimu " tanya Zeyn yg langsung duduk.


" tadi aku sama ka Nesya berenang, pas aku sama ka Nesya jalan di tangga aku kesleo " jelas kata Aensley


" apa sekarang masih sakit, apa perlu kita kedokter " tanya Zeyn yg panik


" kau ini lebay sekali , ini hanya kesleo sedikit nanti juga sembuh " jawab Aensley


***


di kamar Nesya , Nesya sedang mengeringkan rambutnya ,Nesya berfikir pasti Zeyn akan memarahi Nesya .


Nesya keluar dari kamar , di barengi dengan Zeyn dan Aensley, langkah kaki Nesya terhenti dan melihat Aensley sedang di pegangi jalnnya oleh Zeyn.


" kalian sosweet sekali " kata Nesya denagn memajukan bibirnya


pipi Aensley sudah memerah seoeti kepiting rebus . dan melepaskan tangganya dari Zeyn .


" emm lepaskan aku Zeyn , aku bisa jalan sendiri " kata Aensley malu


" kau ini nanti jatuh lagi , " kata Zeyn


Zeyn Langsung berjalan memegangi tangan Aensley, yg di belakang sudah mereka berdua sudah sangat malu dan gregetan.


sesampainya di meja makan Aensley duduk di samping Zeyn dan Nesya di sebelah kiri Zeyn .


" loh Aensley kenapa ko jalannya pincang " tanya mama khawatir


" Aensley tidak apa apa ma , tadi cuman kesleo di tangga abis berenang " jawab Aensley malu


" ya ampun Aensley ko bisa , nanti malam mama antarkan kamu ke tukang urut ya biar cepet sembuh " kata mama Clara


" tidak usah ma , besok juga akan sembuh " kata Aensley


" kamu harus nurut apa yg mama bilang gak boleh ngebantah " sahut Zeyn


seusai makan malam mereka selesai , Aensley, Zeyn ke kamar , karena mama Clra yg menyuruh nya untuk istirahat saja .


[ Halo buk idah , bisa tolong kerumah gak,? menantu saya kesleo ] tanya mama Clara di telpon dengan buk idah


[ iya buk Clara , saya sebentar lagi akan kesana ] jawab buk idah


karena buk idah rumahnya tidak begitu jauh dengan rumah mama Clara ,hanya seling enam rumah .


***


" aw sakit , sakit jangan , sebelah situ jangan ini sangat sakit " pinta Aensley dengan mencekram tangan Zeyn


" pijit saja buk idah , biar cepat sembuh " kata Zeyn


Aensley mencubit tangan Zeyn dan berteriak karena kesakitan .


selesai Aensley di pijat kakinya , Zeyn mengantarkan buk idah sampai kedepan pintu kamar .


" apa sudah enakan ,? tanya zeyn


" sudah tidak sakit lagi " jawab Aensley


Zeyn memgang kaki Aensley memegangnya dengan lembut , saat Aensley melirik ke arah Zeyn dan Zeyn menatap Aensley , Zeyn langsung menekan kaki Aensley .


" ahgggg sakit Zeyn " teriak Aensley hingga suara Aensley terdengar di kamar Nesya .


Nesya sudah berfikir yang tidak tidak , Nesya langsung bangun dan memasang telinganya di tembok yg bersebelahan dengan kamar Zeyn .


" apa yg mereka lakukan ini belom tengah malam , aku saja mendengar nya " Nesya sudah tidak tahu kemana fikirannya


" katanya sudah tidak sakit lagi , kenapa kau menjerit " tanya Zeyn dengan terkekeh


" baiklah maafkan aku ,kalu kau marah kau cantik " kata Zeyn dengan senyum liciknya


pipi Aensley tiba tiba merah merona seperti tomat , Aensley langsung duduk dan mendekatkan mukuyke terlinga Zeyn


" aku tidak peduli " kata Aensley cuek


Aensley langsung tidur memaki selimut sampai ke leher .


Zeyn tertawa melihat tingkah Aensley yg begitu menggemaskan .


Zeyn lalu mengikuti Aensley tidur dan menghadap ke arah Aensley dengan senyuman licik.


" *apakah kau mencintaiku Sley " tanya Zeyn


" iya aku sangat mencintaimu Zeyn, jangan tinggalkan aku Zeyn aku sangat mencintaimu " jawab Aensley*


" hah syukurlah ini hanya mimpi " kata Zeyn dengan mengusap dadanya dan melihat ke arah Aensley yg memluknya jga, Zeyn tersenyum dan memeluknya juga , mereka berdua sudah beperlukan dalam mimpi mereka .