
Nadia Sudah sampai di kantor, Nadia masuk ruangannya dan mendapati Nadia dan Bosnya sedang mengobrol di ruangan Bosnya.
"Ah Aensley aku sudah tidak sabar melihatmu menangis dan memohon kepada Zeyn" Nadia
"Kenapa tidak di bales si chat aku, apa dia akan menemui langsung dan memalukannya di depan umum" Nadia
"Ah sudahlah, sabar Nadia hhh" Nadia
***
Sudah waktunya pulang kerja, Zeyn langsung menjemput Aensley ke kantor papa GEO.
Zeyn melangkah di koridor dengan santai, Para Karyawan yang ada disana sudah tahu dan sudah biasa baginya melihat Zeyn datang.
Zeyn masuk ke dalam lift ke lantai paling dua puluh paling atas.
Saat Zeyn akan keluar dari dalam lift, terlihat Nadia akan masuk ke lift.
Zeyn melihatnya tapi Zeyn tidak menghiraukannya, Zeyn sudah tidak perduli dengan wanita seperti Nadia.
"Zeyn" panggil Nadia
Zeyn hanya diam saja tidak menjawab dan tetap berjalan dengan santai.
"Zeyn, kau pasti akan mempermalukannya kan dan akan Kemabli kepadaku" ucap Nadia
Zeyn membalikan badan dan tertawa mengerikan, lalu Zeyn membalikan badannya untuk ke ruangan Aensley. karena malas berbicara dengan Nadia, membuang waktu saja batin Zeyn.
"Lihat saja" gumam Nadia, lalu mengikuti Zeyn dari belakang dengan pelan pelan
Zeyn masuk ke ruangan Aensley lalu memeluknya dan mencium keningnya dengan sayang.
Keberadaan Nadia sedang mengintip mereka berdua di selah selah jendela lalu tersenyum kecut.
"aku merindukanmu sayang" ucap Zeyn
"Lebay sekali pak Presidir ini, padahal baru setang hari belum satu hari full" kata Aensley, lalu tertawa
"Hah pak Presidir, sebenarnya siapa si dia disini, nylonong masuk aja, apa dia bawahan pak GEO,?" tanya Aensley bingung
"Yaudah ayok pulang, kamu bau" kata Aensley lalu menutup hidungnya
"Bau bau gini kamu suka baunya kan" ledek Zeyn lalu tersenyum tipis
"Iyadong" kata Aensley lalu mencium pipi kanan Zeyn
Zeyn sudah melepaskan pelukannya dan Aensley membereskan berkas berkas yang ada di mejanya dan memasukan telponnya ke dalam tas kerjanya.
Aensley sudah selesai membereskannya, lalu mereka berdua keluar ke ruangan papa GEO.
"Ko papa belum pulang, ini udah waktunya pulang loh, udah sore pa" ucap Aensley ke papa GEO
"Benarkah sudah sore, papa lupa, ah sepertinya papa sudah berhenti bekerja dan harus ada yang menggantikan papa" kata papa GEO lalu tertawa
Nadia yang sedang mengintip obrolan anak, mertua dan menantunya itu kaget bukan main
"Whattt Papa" teriak Nadia lalu menutup mulutnya
"Siapa di luar" teriak papa GEO
Papa GEO keluar untuk mengecek siapa yang berteriak tadi, tapi tidak ada orang.
"Siapa pa" tanya Aensley
"Tidak tahu, besok kamu periksa cctv ya sayang, pulanglah ini sudah sore, papa akan pulang sekitar tujuh menit lagi" ucap papa GEO
"Ok pa" jawab Aensley
Saat Aensley dan Zeyn keluar dari ruangan papa GEO, Nadia keluar dari persembunyiannya.
tapi Aensley dan Zeyn tidak mengetahui jika itu Nadia mereka fikir itu adalah karyawan yg belum pulang.
Saat Zeyn masuk ke dalam lift bersama Aensley, tiba tiba Nadia ikut masuk, Nadia fikir bukanlah Zeyn dan Aensley.
"Zeyn" ucap Nadia
"Why" jawab Zeyn
Zeyn merangkul pinggang Aensley dan menyandarkan kepalanya di bahu Aensley.
"Dasar bodoh" gumam Zeyn, tapi gumaman Zeyn terdengar oleh Aensley
"Siapa yang bodoh sayang,?" tanya Aensley
"Ya wanita di sampingmu masa iya kamu sayang" jawab Zeyn
"Apa kau mengataiku bodoh" teriak Nadia
"Jangan berteriak disini, nanti terlinga istriku bisa rusak" ledek Zeyn kalau tersenyum tipis
lift sudah terbuka Aensley dan Zeyn keluar, Zeyn menggandeng tangan Aensley sampai masuk ke dalam mobil.
"Ahggggggg" teriak Nadia di depan lift
"Kenapa berteriak berisik tau" kata mba OB yang galak
"Huh" Nadia
***
Sesampainya Nadia di apartemennya, Nadia langsung terduduk lemas, dan menekuk lututnya dan menangis.
lalu nadia mengingat nginget ucapan Zeyn tadi saat di dalam lift, sungguh menyakiti hatinya dan membuatnya malu.
Nadia berdiri lalu pergi ke kamar mandi dan mengguyur tubuhnya di bawah shower dan tidak melepaskan pakaiannya sehelaipun.
"Ahggggg Zeynnnnnnn" teriak Aensley
"Aku tidak akan membiarkan wanita itu bahagia denganmu Zeyn" jerit Nadia
"Mereka pasti menikah belum lama, pasti cinta mereka berdua belum seratus persen" ucap Nadia
"Aku tidak akan membiarkanmu bahagia dengan wanita itu Zeynnnnnnn" teriak Nadia
Nadia masih menangis di kamar mandi dan sudah tiga jam Nadia menangis di kamar mandi hingga membuatnya lemas.
Nadia berdiri dengan sempoyongan dan keluar dari kamar mandi dan mengganti bajunya, karena sudah sangat dingin hingga membuat Nadia menggigil.
***
Nadia dan Aensley sedang berada di balkon kamar, dan meminum Coklat Hangat dengan roti bakar.
"Sayang apa kau sangat benci dengan Nadia,?" tanya Aensley
"Kau ingin tahu" ucap Zeyn
Aensley ingin menjawab iya tapi ragu, takut Zeyn marah padanya, jadilah Aensley menganggukan kepalanya dan memasang muka menggemaskan agar Zeyn tidak marah.
"Kenapa kau menggemaskan" kata Zeyn lalu mencubit pipi Aensley
"Haha cepat ceritakan kenapa kau putus dengan Nadia" kata Aensley
"Baiklah akan ku ceritakan, tapi ada syaratnya" kata Zeyn
"Syarat, kenapa, apa syaratnya" ucap Aensley
"Seperti kemarin malam" kata Zeyn lalu memasang wajah menggemaskan
"Emm ok" jawab Aensley lalu melihatkan deretan gigi putihnya
***
Flashback
Zeyn adalah anak horang kaya, jadi banyak wanita yang mengejarnya, apalgi teman kampusnya yang ada di kampusnya dulu Zeyn pertama berquliyah.
Dan Zeyn mencintai gadis yang bernama Nadia, karena body nya yang uwow dan sangat manis, Zeyn tergoda oleh Nadia.
Di Saat Nadia di perpustakaan, Zeyn menyusulnya dan menyatakan cintanya kepada Nadia.
dan Nadia menerimanya, membuat teman teman Nadia iri.
Bahkan Zeyn sudah punya rencana akan menikah dengan nadia.
Dan Nadia tidak sepenuhnya mencintai Zeyn,tapi mencintai hartanya.
Zeyn akan membelikan apa saja yang di minta oleh Nadia.
Dan Zeyn sering sekali tidur dengan di apartemennya hanya untuk memenuhi nafsunya.
Nadia seperti sudah hilang fikiran, Nadia berduaan dengan seorang lelaki di cafe dan nampaknya laki laki itu sangat suka dengan Nadia, tapi Nadia hanya menganggapnya sebagai teman biasa.
saat itu juga Zeyn sedang di cafe yang sama dengan ka Nesya, lalu Zeyn melihatnya dan membuntutinya.
Nadia tahu Zeyn mengikutinya tapi Nadia pura pura tidak tahu, karena Nadia ingin ngeprank Zeyn.
Zeyn dan ka Nesya membuntuti Nadia sampai di depan rumahnya, dan mereka berpelukan saat Aensley akan masuk ke dalam rumahnya.
membuat Zeyn geram, dan kesal kepadanya tidak ada kata maaf bagi Zeyn untuk Nadia.
Lalu Zeyn dan ka Nesya pergi dari rumah Nadia dan mereka Kemabli lagi ke cafe, karena ka nesya merengek untuk mencicipi menu terbaru di cafe itu.
***
Saat papa Zeyn ada bisnis di luar negri dan sepertinya ayahnya ingin tinggal disana dan ingin mempunyai rumah disna, lalu Zeyn di ajak ayahnya untuk pindah quliyah.
Nadia meminta maaf tapi maafnya tidak di terima oleh Zeyn, Zeyn sudah sangat benci dengan Nadia, Zeyn tidak suka di prank seperti itu.
saat Zeyn dan keluarga pergi, setah bebrapa bulan Nadia menjemput Zeyn dan akan mengajaknya pulang ke tanah air, tapi sepertinya usaha Nadia sia sia.
***
"Apa kau tidak akan memaafkan Nadia, apa kau sangat membencinya,?" tanya Nadia
Zeyn menganggukan kepalanya dengan raut wajah ingin membunuh.
karena Nadia sangat bodoh, tidak tahu berapa besar cinta Zeyn ke Nadia dulu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa like, komen, vote, bintang lima dan Faforitkan 🤗❤️