My Enemy MY Soul Mate

My Enemy MY Soul Mate
# 32. Masalah Anak



Sesampai di Cafe xxx. Pelayanan langsung mendekat dan memberi daftar menu.


Setelah mereka bertiga sudah memesan Makanan, Pelayan itu pergi membungkukkan kepala dengan sopan.


"Pa, Mama apa kabar,?" tanya Aensley, Karena Aensley sudah lama tidak menjenguk Mamanya sekitar tiga Minggu.


"Mama baik baik aja sayang" jawab papa GEO


"Zeyn apa kamu tidak ingin mempunyai Rumah, dan tidak tinggal di Apartemen" imbuh papa GEO


"Masalah Rumah Zeyn sudah punya pa, sebelum Zeyn menikah dengan Aensley, Tapi Aensley katanya mau tinggal di Apartemen, Karena jarak dari kantor papa dan Zeyn dekat" jawab Zeyn


"Iya pa" ucap Aensley


Pelayanan datang membawakan apa yang sudah mereka pesan.


Di waktu Makan, Papa membuka bicara agar tidak terlalu hening, dan pertanyaan papa GEO membuat Aensley dan Zeyn Terkejot.


"Sayang, apa kalian tidak ingin cepat cepat memiliki anak,?" tanya papa GEO


Aensley dan Zeyn terdiam, saling pandang.


Sebenarnya mereka ingin cepat cepat di beri momongan karena sudah sepuluh bulan mereka menikah belum di karuniai seorang anak.


"Hehe Aensley masih ingin bekerja pa, nanti kalo Aensley kerja Aensley punya momongan takutnya Aensley jarang kasih waktu buat anak Aensley" jawab Aensley


"Maafkan Zeyn pa, karena belum bisa memberi papa cucu" ucap Zeyn lesu


"Tidak apa apa Zeyn, Aensley. Papa akan menunggunya, dan Aensley sayang, bulan depan tidak usah bekerja lagi di perusahaan papa, urus saja suamimu, dan Zeyn juga kau harus fokus membuatnya" ucap papa GEO


Ya Tuhan kenapa papa ngomong ginisih. Aensley


***


Seusai mereka makan siang bersama di cafe xxx, Zeyn mengantarkan Istri dan Mertuanya.


Zeyn turun membukakan pintu papa GEO dan Aensley.


Aensley dan papa sudah masuk Ruangan masing masing, dan Zeyn tidak percaya, Karena melihat wanita yang dulu di cintai ya akan melamar kerja di perusahaan mertuanya.


Awas saja jika terjadi sesuatu pada istriku, Mati kau. Zeyn


Lalu Zeyn memasuki mobilnya, dan meninggalkan perusahaan mertuanya.


"Tuan kurang sepuluh menit lagi, kita akan kedatangan Tuan Indra" kata sekertaris Fani


"Ada apa, tumben sekali papa kesini" tanya Zeyn


"Katanya ingin mengobrol dengan anda Tuan, karena sudah lama tidak mengobrol lama dengan anda" jawab Fani


Jangan bilang mau membicarakan cucu. Zeyn


Epilog :


Papa Indra ingin sekali memiliki cucu, sama halnya dengan papa GEO.


"Ma nanti papa akan ke kantor, ingin mengobrol dengan Zeyn, apa mama mau ikut" tanya papa Indra


"Mama di rumah aja pa" jawab mama Clara


Papa Indra menelfon Zeyn tetapi Zeyn tidak mengangkatnya, karena sedang makan siang.


Papa Indra langsung menelfon sekertaris Zeyn dan menelfonnya.


📱] Tuan Indar


Bilang pada Zeyn, aku akan kesana ingin mengobrol. kata papa Indra langsung ke intinya


📱] Fanni


Siap Tuan. jawab Fani singkat


Papa Indra mematikan ponselnya, setelah itu Papa Indra Bersiap siap untuk ke kantornya, menemui Zeyn.


"Pa jangan terlalu membebani Zeyn dan Aensley" ucap mama Clara


"Tidak ma, tenang saja, Papa Hanya ingin mengobrol biasa dengan Zeyn" jawab papa, lalu mencium kening mama Clara dan meninggalkannya


Papa Zeyn berangkat di antar dengan supir.


Di perjalanan tidak ada yang bicara, Papa Indra sedang bingung memikirkan obrolan apa yang tidak akan menyakiti hati anaknya nanti.


Mobil milik Papa Indra sudah sampai di perusahaan yang dulu dia duduki dan sekarang perusahaan ini sudah menjadi milik Anaknya.


Papa Indra bangga kepada Zeyn, karena Zeyn bisa menggantikan papa Indra dengan baik.


Dan selama Zeyn menjadi Presidir di perusahaan papanya, tidak pernah ada kesalahan sedikitpun.


Sekertaris Fani sudah menunggu kedatangan Papa Bosnya, dan Fani memberi ucapan Selamat Datang kepada papa Indra sopan, dan papa Indra hanya membalas Dengan senyumannya.


Lalu mengantarkan Papa Indra ke ruangannya Zeyn.


Zeyn baru saja keluar dari kamar mandi, dan langsung memeluk papanya.


"Apa kau akan memeluk ku, dan aku tidak di bolehkan duduk" ucap papa Zeyn yg menyadarkan Zeyn, karena jika Fani tertawa turun dong wibawanya Zeyn.


"Haha Papa, Aku sudah lama tidak bertemu dengan mu, silahkan duduk pa" kata Zeyn


Zeyn mengisyaratkan agar Fani keluar, karena mereka akan mengobrol empat mata.


Fani paham dan Fani langsung keluar meninggalkan anak dan papa yg sudah lama tidak bertemu. ( dahal cuman 3 mingugu, mungkin Zeyn anak papa wkwk)


Fani masuk dan membawa dua cangkir berisi kopi, untuk Zeyn dan papa Indra.


Lalau setelah meketakan di atas meja, Fani keluar meninggalkan ruangan Zeyn lagi.


"Kenapa mama tidak di ajak pa" tanya Zeyn


"Papa udah ngajakin tadi, tapi mama gamau, I don't know" ucap papa Zeyn


"Zeyn Papa sudah menginginkan cucu darimu" ucap papa Indra


Tukan apa gua bilang, Sabar si pa bikinnya susah! .Zeyn


"Haha papa, Zeyn juga udah bikin tiap hari pa, tapi gatau kenapa belom jadi" kata Zeyn, Zeyn sangat malu mengatakan seperti ini di depan papanya.


"Kau kurang pintar Zeyn!" tegas papa, lalu tertawa, agar suasana tidak canggung


"Haha papa, Aensley juga katanya masih ingin bekerja, sebentar lagi Aensley juga akan di suruh berhenti sama papa GEO, katanya si kasian, Bulan depan juga Aensley akan berhenti sebagai sekertaris papa" ucap Zeyn


"Bagus dong jika Aensley berhenti bekerja, dia akan merawat mu dan kau harus fokus membuatnya"


Ya ampun papa sama mertua kenapa pikirannya sama ya. Zeyn


"Siap Tuan Indra" kata Zeyn lalu tertawa


Zeyn dan papa Indra sudah mengobrol banyak, dan membicarakan perusahaan juga.


Sudah waktunya papa Indra pulang, karena tidak mau mengganggu Zeyn bekerja.


Papa Indra sudah pulang, dan Zeyn melanjutkan bekerja, membuka laptopnya, Zeyn bosan dan tidak mood untuk melanjutkan pekerjaannya.


Alhasil Zeyn main games. hhh, Presidir gitu Lo ,suka suka dong wkwk


Sudah waktunya pulang, Zeyn menjemput Aensley dan langsung pulang ke apartemen.


Di dalam mobil tidak ada yang bicara hanya hembusan nafas Meraka berdua dan suara musik.


Aensley menatap Zeyn bingung, Aensley melihat raut wajah Zeyn seperti banyak sekali beban yg ada di fikirannya.


Aensley memegang bahu Zeyn dan menatapnya.


Zeyn memegangi tangan Aensley yang masih ada di bahu Zeyn dan menatapnya sekilas dan memberi senyuman kepada Aensley, agar Aensley tidak memikirkannya.


Sesampai mereka di depan pintu Apartemen, Aensley melihat Nadia sedang di maki maki lelaki.


"Sayang dia kenapa" tanya Aensley pada Zeyn


"I don't know" jawab Zeyn cuek


"Apa kita tidak akan menolong, lihatlah lelaki tidak punya akhlak itu" ucap Aensley


"Apa kau ingin membantunya,?" tanya Zeyn


Aensley menganggukan kepalanya dan menatap ke arah Zeyn.


"Ok" kata Zeyn


Aensley mendekat dan menendang bokong lelaki yang sedang bertengkar dengan Nadia.


Aensley memang jago beladiri, karena sejak kecil Aensley sering di ajari papa GEO.


"Kau, siapa kau berani menendang ku" kata lelaki yang sudah di tendang oleh Aensley


"Kau tidak perlu tau, lelaki itu akan meninju muka Aensley tapi Aensley lebih dulu menangkis tangannya.


membuat lelaki itu mengaduh kesakitan.


Aensley sudah melepaskan tangan lelaki itu dan lelaki itu pergi meninggalkan mereka bertiga.


Zeyn hanya menonton pertandingan istri dengan lelaki bertubuh besar.


Hebat. gumamnya dalam hati


"Kau tidak apa apa" tanya Aensley kepada Nadia


"Tidak, kenapa kau mengurusi hidupku si," kata Nadia berteriak


Hah siapa yg mengurusi hidupmu, aku hanya membantumu , dasar wanita tidak tahu diri. gumam Aensley


"Sudah di bantu tapi tidak tau berterimakasih, dasar wanita bodoh" kata Zeyn yang muncul dari belakang Aensley


Tangan Aensley langsung di tarik oleh Zeyn dan membawanya masuk ke dalam apartemennya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa tekan like, vote, Bintang 5 dan Faforitkan 🤗❤️