My Enemy MY Soul Mate

My Enemy MY Soul Mate
# 60. Saudara Kembar



Selamat membaca kesayangan author 🤗


Aensley dan Zeyn sedang ada di kamar Setelah makan malam, karena Aensley Merasa sangat mengantuk dan di temani Tidur oleh suaminya, Aensley beberapa hari Ini ia selalu takut, jika Zeyn tidak ada di Sampingnya walaupun mereka berada di Rumah Aensley tidak mau jika suaminya Keruang kerja atau ketempat lainnya jika tidak Ada dirinya di belakang yang seperti anak kucing yang selalu membuntutinya.


"Sayang" panggil Zeyn


"Hemm"


"Aku ingin bicara padamu" ujarnya sambil menoel Noel pipi istrinya


"Bicala apa papa Zeyn, ini cudah malam, papa nggak kasian tama mama aencly" kata Aensley yang menirukan suara anak kecil


"Hahaha anak papa ko gitu si, papa mau ngomong sebentar sama mama, boleh ya"


Aensley menganggukan kepalanya dan langsung menghadap ke Zeyn dan memeluknya erat.


"Mau bicara apa sayang" tanya Aensley yang masih ada di dalam pelukan suaminya


"Langsung saja ya" kata Zeyn


"Iya yaudah buruan aku ngantuk nih" ujarnya


"Nih ya kan aku gapunya sodara kembar, kamu juga nggak punya, ko anak kita kembar ya sayang"


Aensley langsung menjauhkan wajahnya dari suaminya dan melepaskan pelukannya, Zeyn bingung pasti Aensley langsung berfikir yang tidak tidak.


"Sayang kenapa,?" tanya Zeyn yang sudah bingung dengan raut wajahnya


"Sebenarnya aku punya saudara kandung kembar, tapi dia meninggal" jawab Aensley dengan raut wajah yang sangat sedih


"Hah serius kamu, dia Kaka kamu apa adik kamu terus gara gara apa,?" tanya Zeyn penasaran


"Kalo nanya satu satu gih nggak semuanya di tanyain sayangku" kata Aensley sambil mencubit pipi Zeyn


"Penasaran sayang hehe" sambil nyengir


"Kata mama si adek, karna dia sudah minum cairan di dalam sangat banyak, sebenarnya dokter sudah mengambil cairan itu dari dalam perutnya, tapi takdir Tuhan sudah mengatakan seperti itu"


Aensley sudah tidak bisa menahan cairan Yang dari tadi ia bendung, akhirnya jatuh juga


Zeyn langsung memeluknya dan memninta Maaf.


"Maafkan aku sayang, sudah membuatmu menangis dan mengingat masalalumu"


Aensley hanya mengangguk dan mengusap perutnya yang sudah membesar.


"Aku takut, jika kejadian itu akan terjadi pada anak kita"


"Stttt nggak boleh ngomong kayak gitu sayang"


Zeyn memeluk erat tubuh istrinya dan mengusap di bagian perutnya dan mulai berbicara pada baby yang ada di dalam perut Aensley.


"Sayang kalian adalah kekuatan papa, anak papa sayang kan sama mama sama papa, semoga kalian lahir dengan selamat ya"


"Oh iya kalian jangan nakal sama mama, kalo nendang perut mama jangan kencang kencang ya sayang, Cup ..Cup..Cup " Zeyn mencium Perut Aensley tiga kali


"Sudah jangan nangis, tidur ya, Night sayang" sebelum tidur Zeyn tidak lupa mencium kening istrinya


Aensley membalas dengan senyuman lalu mengeratkan pelukannya pada Zeyn.


***


Pagi hari yang sangat cerah cuaca yang sangat segar pemandangan yang indah, kini Zeyn mengajak istrinya ikut ke kantor, jelas saja Aensley mau dan tidak menolaknya, karena Aensley tidak suka dengan Fany sejak hamil entah kenapa Aensley menjadi posesif saat Fany sedang bersama dengan Zeyn.


Padahal Zeyn sudah menjelaskan mereka Nerdua tidak ada hubungan apa apa cuman Atasan dan sekertaris, tapi Aensley selalu tidak mempercayainya.


Aensley berjalan di gandeng oleh Zeyn tidak lupa karyawan tunduk dan menyapanya, Zeyn Biasa saja dan Aensley hanya sekedar Senyum senyum agar terlihat ramah pake Banget hehe


"Sayang aku ke ruangan Fany mengambil berkas yang tadi malam ia sudah siapkan" kata Zeyn hati hati


"Heh mau apa keruangan Fany, mau apa hah"


ketus Fany


Zeyn mengusap wajahnya kasar lalu tertawa kecil dan mencium kening istrinya.


"Aku mau ngambil berkas, biar nanti Fany nggak nolak balik ke ruangan aku, kamu nggak suka kan kalo Fany ke ruangan aku" jelasnya Zeyn


"Alsan aja, jangan jangan kamu kasian sama dia karna dia kecapekan kalo terus ke ruangan kamu"


Zeyn sudah mengepalkan tangannya lalu Zeyn melihatkan gigi putihnya lalu Menggandeng tangan Aensley untuk masuk Kedalam ruangannya.


"Posesif banget si kamu sayang" gumamnya setelah membuka pintu ruangan Zeyn.


"Iya sayang" balsnya dengan mencium pipi Zeyn


Zeyn duduk di kursi kerjanya ia mulai Menyalakan komputernya, ia sudah membuka file file ya g dikirim oleh Fany, sudah empat jam lamanya Zeyn berhadapan dengan layar monitor, Aensley kasian dengan Zeyn yang kadang menjauhkan wajahnya dari layar monitor karna matanya sakit.


Aensley mengotak atikan ponselnya dan ia Memesan jus wortel dan mangga satu dariCafe Deo.


Sepuluh menit kemudian pesanan datang dan yang mengantarkannya Deo langsung bukan Karyawannya, karena Sahabatnya Deo rela datang ke kantornya Zeyn.


Deo sudah ada di ruangan Zeyn dan menekan tombol agar Zeyn membuka pintunya.


"Masuk"


"Ini pesanan yang anda pesan tuan" Deo sengaja menggunakan kata formal agar Zeyn tertawa


"Heh gua nggak pesen" dengan raut wajah yang bingung


"Aensley sedang menahan tawanya, " ini jus yang anda pesan tuan, jadi tuan harus membayarnya" kata Deo formal lagi


"Heh gila hahaha aku dari tadi di depan komputer aku tidak memesannya" ucapnya sambil tertawa


Sebenarnya Deo ingin tertawa karena ia punya niat untuk mengerjai Zeyn.


"Tuan tadi anda memesan jus ini kepada saya , saya harap tuan segera membayarnya" Deo memasang wajah kesalnya padahal pengen ketawa ya wkwk


Zeyn melirik Aensley yang sedang menahan Tawa, Zeyn mulai curiga kenapa Aensley Tertawa.


"Sayang apa kamu yang memesannya,?" tanya Zeyn


"Tidak" jawab Aensley singkat lalu ketawa lagi


Deo sudah tidak kuat menahan tawanya, seketika Deo tertawa sampai terbahak bahak, tentu saja Zeyn bingung, kenapa si ini ada apa ini, pertanyaan yang ada di kepalanya.


"Iya aku yang memesannya, Kemarilah"


Zeyn senyum lalu mengambil jus yang ada di Tangan Deo.


"Deo duduklah" katanya sambil menaruh jusnya yang ada di meja


Deo langsung duduk dan menyuruh mereka minum jus yang sudah Aensley pesan.


Aensley mengambil jus wortel untuk Zeyn dan mengambil jus miliknya.


"Apa kau ingin meracuniku Deo,?" matanya sambil melotot


"Mana mungkin gua ngeracunin papa muda haha"


"Itu jus wortel sayang baik untuk kesehatan mata, aku kasian sama kamu dari tadi natal komputer terus kan nanti matanya rusak, aku gamau kamu kenapa napa" ucap Aensley panjang kali lebar


Cup,


"Istri terbaikku"


"Plis jangan disini, mataku masih suci" uajr Deo smabil mengarah ke lainnya


"Haha buruan Lo nikah udah tua juga" kata Zeyn meledek


"Shitt gua masih muda"


"Eh lu sama kakak gua pacaran atau gimansi,?" tanya Zeyn


"Hah, gu-- ua gada apa apa ko" jawabnya gugup


"Alah suka kan Lo, sama kakak gua"


"Gua mau ke cafe ya gua mau miting sama karyawan karyawan gua" kata Deo lalu berdiri


"Nggak usah di bayar" kata Deo yang memasang wajah datar dan sebenarnya pipi Deo sudah merah


"Udah Lo nikah aja sama Kaka gua, kalo Lo suka si, gua restuin" ucap Zeyn


Deo berhenti karena mendenngar ucapan Zeyn sebenarnya Deo antusias ingin mengatakan"benarkah" tapi ia malu akhirnya ia melanjutkan jalannya


🌻


🌻


🌻


Jangan lupa tinggalkan jejak kesayangan author 🤗, jangan lupa like, komen sama kritikan votenya besok aja nggak papa komen yang bikin author semangat lagi nulisnya ok 😊