My Enemy MY Soul Mate

My Enemy MY Soul Mate
# 61. Perasaan Deo



Selamat membaca kesayangan author 🤗


Setelah Deo dari kantor Zeyn, ia langsung ke Ruangannya yang ada di cafenya, ia nampak Berfikir bagaimana mengutarakan cintanya Pada wanita yang cantik dan perhatian


Deo memijat pelipisnya ia berfikir bagaimana Caranya, ya Tuhan beri aku otak yang encer Katanya dalam hati.


"*Diakan lebih tua dari gua, tapi nggak papa lah kalo masalah umur"


"Tapi dia suka nggak ya sama gua"


"Gua takut, kalo gua nembak dia, bakalan dia tolak"


"Tapi kenapa ya waktu gua koma di Rumah Sakit, dia sering banget jengukin gua"


"Apa mungkin dia suka sama gua*"


Deo pusing dengan pikiran yang ada di Kepalanya, akhirnya ia menelfon ka Nesya Daripada boring jadi ia ingin mengobrol.


Druttt.. Druuttt..


"Hah Deo nelfon lagi, gua kan masih sama mama, gawat" ka Nesya buru buru menolak panggilan dari Deo agar namanya tidak tahu apa yang akan mereka bicarakan


"Loh Sya ko di matiin, siapa emng yang nelfon"


"Temen ma"


"Ya ampun ma itu cowoknya jahat banget si, nggak kasian sama ceweknya masa di tinggal gitu aja" teriak Nesya serius, agar mamanya tidak membahas yang menelfon tadi


"Hiks..hikss" mama nangis gays liat Drakor wkwk


"Yah mama cengeng, kayak kakak dong nggak cengeng haha"


"Udahlah jangan di liat lagi, ntar nambah mewek mama, mama ke kamar dulu ya kak, mama pengen istirahat" kata mama


"Iya ma, eh ma kakak ke cafe ya, bosen" sebenarnya Nesya hanya ingin menelfon Deo


"Iya hati hati bawa mobilnya"


Mama masuk kamar dan ka Nesya naik ke atas untuk mengambil tasnya.


"*Loh ko di matiin si, padahal gua pengen ngomong serius" gumamnya dalam hati


"Sibuk kali ya*"


Akhirnya Deo merebahkan tubuhnya di sofa, ia ingin tidur, tapi entah kenapa selalu kepikiran dengan Nesya.


Dua puluh menit akhirnya Nesya sampai di Cafe miliknya, ia turun dan ia menyapa Karyawan dan karyawati ia langsung ke Ruangannya dan menelfon Deo.


Baru saja Deo nyenyak dalam tidurnya Nesya Sudah menelfonnya, Deo langsung bangun Dan mengambil hendponnya dan mengangkatnya.


"*Halo"


"Kenapa ko tadi nelfon tumben banget" kata Nesya sambil menyuruput capuccino dingin


"Nggak papa, cuman pengen ngobrol aja, masih sibuk ya" tanya balik Deo


"Kalo tadi iya, sekarang enggak ko"


"Aku pengen ngomong sesuatu sama kamu, tapi kita ketemu mau nggak,?"


"Emm boleh, yaudah aku tunggu di cafe aku ya, udah aku Sherlock" kata ka Nesya*


Ka Nesya menyudahi telponnya dengan Deo, Ia gugup sebenarnya, kenapa harus berdua si, Gua malu, walaupun udah pernah bicara berdua tetap aja gugup.


"Ih Deo mau ngomongin apa ya"


"Ko gua panik si ah"


"Aduh perut mules lagi"


Nesya duduk ia menyantaikan dirinya,


Agar tidak gugup, tiba tiba karyawannya datang mengetuk pintu, membuat ia kaget.


"Ah iya masuk" spontan menjawab


"Buk di luar ada seorang laki laki sedang mencari ibu" jelas karyawan


"hah eh iya, suruh dia duduk di ruangan keluarga dan temani sebentar jika aku sudah masuk kamu boleh keluar" katanya yang malah semakin gugup


Nesya ke kamar mandi dia buang air kecil dan menambahkan polesan mak up di wajahnya agar tidak terlihat pucat.


"Permisi tuan, ikuti saya" kata karyawan ramah


Deo mengikuti karyawan yang menyuruhnya Mengikuti, ia masuk kedalam ruangan yang Begitu besar.


Karyawan berdiri dan karyawan itu menyuruh Deo duduk, akhirnya tujuh menit kemudian Nesya datang dan memberi senyuman kepada Deo dan bersalaman.


Nesya mengedipkan matanya ke arah Karyawan, untung saja karyawan itu maksud Dengan isyarat mata Nesya, karyawan itu Langsung pergi meninggalkan ruangan yang Berisi dua orang yang sedang malu malu.


"Emm mau bicara apa Deo" tanyanya lembut


"Ah iya lupa, aku ingin membicarakan Sesuatu"


"Aku sebenarnya mengagumi kamu dan terimakasih atas perhatian selama yang kau berikan padaku waktu aku koma" ucap Deo kaku


"Seorang Nesya di kagumi, wow ini gua nggak mimpi kan" gumamnya dalam hati


"Ah iya tidak apa- apa"


"Apa ka Nesya sudah punya lelaki yang di cintai,?" tanya Deo masih kaku


"Heh Deo tujuan Lo mau kesini ngapain si, ngapa jadi mengintrogasi gua, gua baper tanggung jawab Lo Deo" gumamnya dalam hati


"Aku tidak punya pacar, katanya si ayah sama mama sudah punya calon untukku, tali aku tidak pernah bertemu dengannya" jawabannya senang, karena pertanyaan Deo, membuat fikiran Nesya melayang kemana mana


"Yah, gagal deh" gumam Deo tapi masih bisa di dengar oleh Nesya


Permisi.. pelayan masuk membawakan minuman jus strawberry dua, padahal di antar mereka tidak ada yang suka jus strawberry, tapi pelayan bingung, akhirnya pelayan membuatkannya jus strawberry


"Terimakasih" ucap Deo ke pelayan


Pelayan mengganggukan kepalanya dan senyum kepada Deo dan Nesya.


"Silahkan di minum, jika tidak suka bilang saja agar pelayanku membuatkannya lagi kesukaanmu" ujar ka Nesya


"Tidak apa apa, aku suka ko" kata Deo sambil melebarkan senyumnya yang bikin ka Nesya baper


Mereka meminum jus strawberry dan memakan cake menu terfavorit di restoran tersebut.


"O iya Deo, tadi kamu bilang gagal kenapa" tanya ka Nesya polos


"Uhuk uhuk, Deo tersedak kue yang sedang di makannya, lalu Nesya cepat mengambil tisyu dan jus strawberry milik Deo, agar Deo cepat meminumnya"


"Tajam sekali pendengarannya, apa yang harus ku katakan, huh dasar Deo bodoh" gumamnya dalam hati Deo mengatakan bahwa dirinya bodoh karena bicara pelan saja masih bisa di dengar, ia malu sebenarnya


"Ah tidak apa apa" katanya sambil senyum kaku


"Aku akan pamit pulang, terimakasih sudah di sugukan menu favorit disini" ucap Deo sopan


"Oh iya tidak usah sungkan"


"Baiklah lain kali ka Nesya ya yang datang ke cafe ku, akan ku traktir semua apa yang ka Nesya mau"


"Wahhh, terimakasih" saking senangnya ka Nesya langsung memeluk Deo


Saat sedang loncat loncat kegirangan di pelukan Deo, Nesya segera sadar dan melepaskan pelukannya.


"Ah Deo maafkan aku, aku terlalu senang hehe"


"Peluk aku lagi, aku ihklas" gumamnya dalam hati


"Ah tidak apa apa, aku permisi"


Deo pergi dan di ikuti oleh Nesya di Belakangnya, Nesya mengantarkannya Sampai di pintu keluar dan melambaikan Tangannya Deo pun membalasnya dengan Senyuman dan melambaikan tangannya juga.


Deo sudah memecah jalanan yang tidak Cukup ramai, karena ini masih siang tentunya Masih jam kerja orang kantor tentu saja tidak Ramai.


"Aku mencintaimu ka Nesya" kata itu terucap dari mulut Deo langsung


🌻


🌻


🌻


Halo kesayangan author jangan lupa like, komen yang bisa buat author semangat up, ok👌🤗