
Pagi itu, matahari bersinar terang .
langit menjadi cerah karenanya. sinar matahari yg cerah membangunkan mereka pagi itu.
Aensley yang bangun lebih dulu , Aensley ke kamar mandi untuk mandi , dan keluar dari kamar mandi untuk membangunkan Zeyn, tapi Aensley tidak mau mengganggu Zeyn dari tidurnya.
lalu Aensley pergi ke dapur untuk memasak sarapan.
Aensley menyiapkan sarapan ada Roti gandum, selai coklat, susu.
Aensley pergi ke kamar membangunkan Zeyn untuk sarapan.
Aensley mengguncang guncangkan tubuh Zeyn.
" Zeyn bangunlah ,sudah pagi ," kata Aensley
" Hemm " jawab Zeyn dengan malas
" Zeyn bangunlah , untuk sarapan , aku sudah menyiapkannya " kata Aensley
Zeyn membuka matanya dan memeluk pinggang Aensley dengan manja.
" aku mau sarapan , tapi ada syaratnya " kata Zeyn
" kau ini seperti anak kecil saja , memang apa syaratnya ,?" tanya Aensley dan tertawa
" mandikan aku " kata Zeyn dengan manjanya
" Aensley langsung melepaskan pelukan dari Zeyn dan lari keluar dari kamar dan menguncinya dari luar " untung aku cepat cepat keluar. gumam Aensley dalam hati dengan jantung yg berdetak sangat kencang.
Zeyn tertawa licik, karena melihat tingkah Aensley.
Zeyn berjalan ke arah kamar mandi.
setalah Zeyn selesai mandi , Zeyn membuka pintunya tapi tidak bisa karena sudah di kuci dari luar oleh Aensley.
" kenapa dia senang sekali mengunci pintu " gumam Zeyn dengan kekehan
Zeyn sudah belum ya mandinya ? tanya Aensley pada diri sendiri.
ah lebih baik aku buka pintunya.
Aensley membuka pintunya, benar saja tidak mendapati Zeyn di ranjang , dan pintu kamar mandi sepertinya tidak ada yg mandi, sudah mandi dan rapi, Zeyn sengaja ingin mengageti Aensley dari belakang pintu.
Baaaaaaaa....
ahgggg hantu !!!!
teriak Aensley dengan menutup matanya dengan kedua tangannya.
" Hahahaha kau ini , aku suamimu bukan hantu " kata Zeyn dengan tertawa
" kau ini selalu mengagetkanku Zeyn " kata Aensley
" kau juga selalu seka mengunciku " imbuh Zeyn
***
" nanti siang kau mau makan di cafe apa , akan aku turuti sayang " kata Zeyn
" aku mau masak sendiri , kn aku bisa masak " kata Aensley
" oh ok baiklah tapi yg masak jangan kamu sendiri aku juga akan membantumu " kata Zeyn
" ok baiklah " kata Aensley
***
selesai mereka sarapan mereka berdua membereskannya apa yg mereka pakai.
" ayo kita jalan jalan Zeyn, aku ingin sekali melihat burung burung berterbangan yg banyak sekali " kata Aensley
" baiklah , " kata Zeyn
" tapi aku mau kita jalan kaki saja , itu lebih menyenangkan Zeyn " imbuh Aensley
" Tapi ada syaratnya " kata Zeyn
" syaratnya kau harus panggil aku sayang " imbuh Zeyn
" em ok baiklah " kata Aensley
***
sesampainya mereka di menara Eiffel Zeyn membuka lensa Camera milik Zeyn.
Aensley sudah bergaya ,memegang burung , jari yg membentuk love , dan masih banyak gaya.
"Zeyn aku ingin kita foto berdua, " kata Aensley
" aku tidak mau " kata Zeyn
Aensley tidak ingat apa yg dikatakan kamar tadi , Aensley langsung menatap Zeyn bingung. Aensley langsung berfikir dan ingat.
" ah , iya sayang mati kita foto berdua " ajak Aensley
" kuy " kata Zeyn
" huh dasar " gumam Aensley, tapi gumaman itu di dengar oleh Zeyn.
Zeyn tertawa .Zeyn meminta orang untuk membantu mengambil gambar mereka.
Cekrek..cekrek..cekrek .. cekrek.. cekrek..
banyak sekali mereka berfoto foto dan berbagai gaya , dari Zeyn sendiri dan Zeyn foto bersama Aensley , mereka berpelukan , Zeyn menggendong Aensley, Zeyn mencium kening Aensley, dan masih banyak lainnya.
" terimakasih tuan " kata Zeyn dengan menggunakan bahasa Prancis.
" wah ini bagus sekali, sesampainya dirumah aku akan foto ini di pajangan kamar yang besar, apa boleh Zeyn, eh sayang "
" hh tentu boleh dong " kata Zeyn dengan memeluk Aensley.