My Enemy MY Soul Mate

My Enemy MY Soul Mate
# 36. Pulang Ke Tanah Air



Papa Indra dan Mama Clara akan pulang ke Tanah Air, Karena akan Menjenguk orangtuanya yang sakit sakitan, Karena sudah sangat tua.


Walaupun mereka sudah terlihat sangat tua mereka tetap kelihatan mesra.


Orangtua dari Mama Clara sudah meninggal semua, dan kini saatnya Mama Clara merawat Orangtua dari suaminya.


Sebenarnya papa Indra sudah Membayar orang untuk merawat orangtuanya, dan papa Indra akan pulang sebulan sekali untuk menjenguknya, karena mereka tinggal di LN.


"Mas Pokoknya orangtua kita jangan di kasih ke orang untuk mengurusnya, biar aku aja mas, aku menganggap dia sebagai orangtua kandungku mas" ucap Clara


"Tapi sayang kamu pasti capek, kamu juga mau tinggal disini terus, nanti aku disana di temenin siapa" keluh papa Indra


"Mas biarin aku satu bulan aja ngerawat ibuk sama ayah, mereka sudah sangat tua mas, aku gamau kalo ayah sama ibuk di urus orang lain, biar aku aja mas, aku ihklas" kata Clara


"Nanti aku akan pulang ke LN satu bulan sekali, kalo gak kamu aja yang kesini, emangnya kamu gamau apa ngerawat mereka, mereka sudah tua mas, Perusahaan juga udah di tangan Zeyn pasti Zeyn sudah bisa mas" ucap Clara dengan nada yang ingin menangis


"Jangan pikirkan hidupmu untuk menjaga Zeyn terus mas, disana juga banyak orang orang kita mas" imbuh Clara


Indra melamun memikirkan apa yang di katakan istrinya benar, karna tanpa orangtua kita tidak dapat seperti ini.


"Ok aku akan disini mengurus orangtuaku dan aku akan meyakinkan Zeyn" ucap Indra lalu tersenyum ke Clara


***


Druttt... Druttt


Suara telpon Zeyn berdering di saat meeting, lalu Zeyn meminta untuk keluar sebentar untuk mengangkat telponnya.


"*Hallo pa ada apa" tanya Zeyn


"Zeyn, mama sama Papa akan ke Tanah Air Nanti siang" ucap Papa Indra


"Zeyn ingin ikut pa, Zeyn kangen nenek sama kakek, tapi Zeyn masih sibuk sibuknya pa" jawab Zeyn lesu


"Tidak apa apa sayang, kalau ada waktu longgar datanglah kesini untuk menjenguknya, papa sama Mama mungkin akan lama tinggal disini karena akan mengurus nenek dan kakek yang sudah tua" kata Zeyn


"Iya pa, nanti siang Zeyn dan Aensley akan mengantarkan papa ke bandara" ucap Zeyn


"Iya sayang, papa matikan telepon nya ya" papa Indra langsung memencet tombol merah*


Zeyn kembali masuk dan melihat Fani yang sedang menggantikannya.


"Maaf semuanya saya ada keperluan mendadak dan rapat ini akan di lanjutkan Fani, Permisi" kata Zeyn


Zeyn ke ruangannya dan menelfon Aensley, bahwa Zeyn akan menjemputnya di kantor untuk mengantarkan orangtuanya ke bandara.


"*Halo sayang ada apa" kata Aensley sambil mengtikan jari jarinya di keyboard komputer


"Sayang mama sama papa akan pergi ke Tanah Air dan aku akan mengantarnya, apa kau mau ikut,?" tanya Zeyn


"Tentu Zeyn" jawab Aensley


"Yaudah aku akan kesana menjemputmu*"


Aensley baru saja ingin menjawab, tapi telponnya sudah di matikan oleh Zeyn


"Mama sama Papa mau ngapain ya ke Indonesia" gumam Aensley


Aensley pergi ke Ruangan Papa GEO dan meminta izin untuk menemani Zeyn ke bandara untuk mengantarkan mertuanya.


"Pa Aensley mau minta izin keluar hari ini" ucap Aensley


"Mau kemana sayang,?" tanya papa GEO


"Aku dan Zeyn akan mengantarkan mertuaku ke Bandara pa, katanya mereka akan ke Indonesia" jawab Aensley


"Mau ngapain mereka, apa ada bisnis disana" tanya papa GEO


"Aensley tidak tau pa" jawab Aensley


Zeyn sudah memasuki kantor milik mertuanya, dan langsung ke ruangannya Papa GEO, karena Ruangan Aensley sudah kosong, pasti Aensley ke ruangan papanya.


"Permisi" ucap Zeyn


"Menantuku ya, masuklah" kata papa GEO


Zeyn tersenyum ke papanya dan menanyakan kabarnya, setelah itu Zeyn langsung ke intinya.


"Pa apa Aensley boleh__" pertanyaan Zeyn terputus


"Iya boleh, berangkatlah" ucap papa GEO


"Terimakasih pa, Zeyn sama Aensley akan berangkat mengantarkan mama dan papa, jangan lupa makan siang pa" ucap Zeyn


"Iya" kata papa GEO


Aensley dan Zeyn pergi meninggalkan perusahaan papa GEO dan langsung menuju ke rumah mama Clara dan papa Indra.


Satu jam lagi mereka berangkat ke bandara, tapi Zeyn sengaja menjemputnya lebih awal.


Zeyn tiba di rumah yang amat besar, lalu Zeyn turun dan membukakan pintu mobil Aensley, mereka keluar dan bergandengan tangan.


"Tuan muda" sapa seoarang pelayanan


"Dimana mama sama papa" tanya Zeyn


"Sepertinya mereka sedang di kamar tuan, sedang bersiap siap" jawab seorang pelayan di rumah mama dan papanya


"Aensley" teriak ka Nesya


Zeyn menutup kedua telinganya, takut gendang telinganya jebol.


"Bisa gak si gosah teriak teriak" ucap Zeyn


"Kenapa, Bodoamat" ketus ka Nesya


"Jangan membunuh istriku, kau sudah gila ka,?" tanya Zeyn


"Heh adik bodoh, siapa yang mau membunuh adik ipar si ada ada aja" jawab Nesya sewot


Dari arah tangga mama Clara dan papa GEO melihat anaknya sedang bicara dengan nada tinggi dan menggelengkan kepalanya.


"Zeyn kenapa sudah stay disini, kan satu jam lagi kita berangkatnya" tanya mama Clara


"Oh iya ma, pa, Zeyn mau membelikan sesuatu untuk kakek dan nenek" jawab Zeyn


"Yaudah ayok ma, pan, kita ke mall" ajak Zeyn


***


Sesampainya mereka di mall tiba tiba Nesya merengek ke mama fan papanya untuk membelikan makanan kesukaannya sewaktu kecil, membuat Aensley ikut tertawa, karena ka Nesya kadang dewasa dan kadang bersifat seperti anak kecil.


"Ih bocah" ledek Zeyn


"Bodoamat, lu mau minta beliin gih" ledek balik


"Sudah sudah kalian itu tidak tau tempat apa" tanya mama dara


"Iya ma maaf" ucap ka Nesya


"Ma, Pa, Zeyn sama Aensley ke arah sanaya, Zeyn akan membelikan sesuatu untuk nenek dan kakek" kata Zeyn


"Iya sayang" kata mama dara


sedangkan ka Nesya dan papa Indra sudah ke tempat makanan yang tadi di tunjuk ka Nesya.


"Sayang aku bingung akan membelikan nenek dan kakek apa" tanya Zeyn ke Aensley


"Em apa ya, aku juga bingung, Nenek kamu sukanya apa" tanya Aensley


"Aduh lupa lagi" jawab Zeyn


"Ini nih ini cocok buat nenek sama kakek, biar mereka keren seperti anak muda sekarang" kata Aensley lalu menyerahkan baju couple ke Zeyn


"Hah serius ini, mereka kan sudah tua sayang" ucap Zeyn


"Yaudah beliin ini aja" kata Aensley lalu memberikan Baju rajut ke Zeyn


"Ko baju si, tapi tidak apa apa inikan cocok untuk mereka, o iya ini" zeyn mengambil sandal kamar yang sangat tebal hingga membuat nenek dan kakeknya tidak akan kedinginan kakinya jika berjalan


Aensley dan Zeyn menghampiri papa dan mamanya yang sedang menunggu.


"Lama ya ma, pa" tanya Aensley


"Tidak sayang, mama sama papa juga batu keluar barusan" ucap mama Clara


"Yaudah yuk ke bandara, tiga puluh menit lagi kita akan berangkat" kata papa Indra


Sesampainya Meraka di bandara Papa Indra dan mama Clara membawa bawaan yang akan Zeyn kasih ke neneknya, tak lupa Aensley juga membawakan makanan oleh oleh dari tempat asalnya.


"Zeyn jaga Aensley baik baik, papa akan berangkat ya, jaga juga kak Nesya" ucap papa GEO


"Iya pa mereka selalu Zeyn jaga" jawab Zeyn


"Ma pengen ikut" tiba tiba ka Nesya menggelayut ke lengan mama Clara


"Sayang, jangan seperti anak kecil lagi, nanti kalo Zeyn kesana kamu ikut kesana aja" kata mama Clara


"Heemm ok" jawab ka nesya malas


"Yaudah mama sama papa berangkat ya,daa kalian jaga kesehatan ya" ucap mama Clara yang mulai menjauh dari mereka.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa like, komen, vote, dan Faforitkan 🤗❤️