My Enemy MY Soul Mate

My Enemy MY Soul Mate
# 39. ingin Bersama Zeyn



Pagi sekali ka Nesya sudah di jemput orang Rumah, padahal Zeyn dan Aensley baru saja bangun dan akan keluar.


Saat ka Nesya keluar dari kamar, ia melihat Zeyn dan berpamitan akan pulang, karena akan kedatangan temannya, tapi bohong, karena Nesya tidak betah jika berada di Apartemen Zeyn.


Saat melihat ka Nesya berpamitan dengan adiknya, Aensley langsung ada di samping Zeyn dan bersalaman dengan ka Nesya.


"Ka jangan pulang dulu, kita sarapan bersama ya" ucap Aensley, karena tidak enak jika tamu pulang dengan keadaan belum makan


"Tidak Aensley, aku akan sarapan di rumah dengan temanku" ujar ka Nesya berbohong, karena ka Nesya akan menghindari adegan orang pacaran setelah menikah


"Baiklah aku akan pulang, lain kali aku akan datang lagi" imbuh ka Nesya


"Aku akan mengantarkanmu ka" ucap Zeyn


"Tidak Zeyn, pak Usman sudah menjemputku di bawah


"Ok, hati hati di jalan"


***


Aensley sedang memasak sarapan pagi, tak lupa Zeyn mengganggu, dengan memeluk Aensley dari belakang dan menciumi leher Aensley membuat sang pemiliknya geli.


"Jangan menggangguku sayang" ucap Aensley lalu melepaskan tangan Zeyn dari pelukannya, dengan cepat tangan Zeyn sudah melingkarkan di pinggang Aensley


"Ok baiklah, terserah kau saja" ucap Aensley pasrah


Tiba tiba Zeyn membalikan badan Aensley, hingga sekarang mata mereka bertatapan, dan tangan Zeyn masih memeluk pinggang Aensley.


Cup, Cup, Cup


Zeyn mencium kening dan kedua pipi Aensley dengan lembut.


Tiba tiba Zeyn ******* bibir Aensley dengan lembut.


"Zeyn" panggil Aensley


"Hemm" jawab Zeyn dengan deheman


"Lanjutkan nanti, kita sarapan dulu" ujar Aensley


Zeyn sudah melepaskan ciumannya dan pelukan di pinggang Aensley.


saat Aensley berbalik akan mengangkat sarapan yang akan mereka makan, Aensley kaget, karena makanannya gosong.


"Zeynnn" teriak Aensley


"Kenapa sayang, apa kau terluka, bagian mana yang terluka" Zeyn sudah khawatir tapi Aensley malah tertawa terpingkal pingkal


Zeyn bingung kenapa dengan istrinya, tadi menjerit dan sekarang tertawa sampai mengeluarkan air mata.


Aensley berhenti tertawa dan melihatkan makanan yang gosong ke arah Zeyn.


"Bhaaaaaaaaa hahahahaha" Zeyn tertawa sangat keras sampai membuat Aensley tertawa lagi


"Maafkan aku sayang, aku akan membuatkannya, kamu duduk saja" perintah Zeyn


"Nanti gosong lagi bagaimana,?"


"Tidak akan, jika kau tidak mengangguku" ucap Zeyn


"Baiklah aku tidak akan mengganggumu" kata Aensley


Zeyn membuat lagi sarapannya, karena masakan tadi sudah gosong tidak mungkin akan di makan, lalu Aensley membuat susu dan menyiapkan piring dan air putih di meja makan.


"Sudah jadi" ucap Zeyn bangga


Lalu Zeyn menaruhnya di piring ia sendiri dan milik istri tercinta.


Aensley dan Zeyn sudah menghabiskan sarapan pagi dan sepertinya ada rasa yang aneh di masakan Zeyn tapi Aensley tetap menikmatinya.


"Sayang sepertinya masakanku tidak enak, tapi kenapa kau tidak komen" ujar Zeyn


"Ini sangat lezat Dady, aku menyukainya" ucap Aensley yang suaranya benar benar menirukan suara anak kecil


"Dady?" gumam Zeyn bingung


"Jangan bicara seperti itu, kau sangat menggemaskan, aku ingin sekali memakanmu" ucap Zeyn


Aensley menatap Zeyn tajam lalu lari, karena Aensley menghindari hal seperti itu di lagi hari, karena akan membuat Zeyn tidak bekerja.


Kenapa dia memanggilku Dady. Zeyn


Zeyn masih memikirkan kenapa Aensley memanggilnya Dady, apa sebentar lagi Zeyn akan menjadi seorang ayah, tapi sepertinya belum.


Zeyn Menaiki tangga dan masuk ke dalam kamar.


"Sayang, aku ingin ikut ke kantor bersamamu" ucap Aensley manja


"Kau tidak me kantor papa?" tanya Zeyn


"Ok baiklah, kenapa kau aneh sayang" ucap Zeyn bingung dengan tingkah laku Aensley di pagi hari


"Jika tidak boleh, juga tidak apa apa" ketus Aensley


"Bukan begitu, tentu saja kau boleh ikut" ucap Zeyn lalu mengecup bibir Aensley


saking senangnya Aensley memeluk Zeyn dan mencium kening dan kedua pipi Zeyn, membuat Zeyn tambah bingung.


***


Aensley dan Zeyn sudah ada di kantor, semua karyawan menyapa atasannya dengan sopan tak lupa mereka juga selalu ramah dengan Aensley.


Tumben sekali istri Presidir ikut, ada apa dengannya. sekertaris Fani


"Sayang kau duduk saja di sofa, jika kau menginginkan sesutu bilang saja padaku" ucap Zeyn


"Iya Zeyn" jawab Aensley


Zeyn sudah duduk di kursi dan berhadapan dengan komputer, sudah tiga jam Zeyn berhadapan dengan komputer dan tidak mengobrol dengan Aensley sama sekali, karena sangat banyak yang harus di kerjakannya.


Fani masuk dan membawa berkas yang akan di bawa ke ruang rapat.


"Permisi, maaf mengganggu," ucap Fani sopan


"Ada apa fan" jawab Zeyn langsung ke intinya


"Sekarang kita ada meeting pak dengan karyawan semuanya" ucap Fani


"Ok"


"Sayang aku meeting sebentar ya" ucap Zeyn ke Aensley


"Iya sayang" jawab Aensley


Sudah empat puluh menit Zeyn meeting dengan semau karyawannya, tapi belum juga selesai, membuat Aensley bosan.


Sebenarnya Aensley ingin bermanja manja dengan Zeyn saat di kantor.


Aensley sudah sangat bosan, akhirnya Aensley bermain handphone dan memutar musik yang berjudul "Stell with you"


Lama kelamaan Aensley tertidur sampai jam makan siang Aensley terbangun dan Zeyn sudah ada di samping istrinya dan putaran musik di handphone Aensley sudah di matikan oleh Zeyn.


"Ayo sayang bangun, kita akan makan siang bersama di kantin kantor, maaf aku tidak bisa makan siang di luar, soalnya pekerjaan ku menumpuk" ucap Zeyn yang panjang dan lebar


"Kenapa kau tidak menyuruh sekertaris mu saja" kata Aensley


"Pekerjaan dia lebih banyak dariku sayang" jawab Zeyn


"Iya tidak apa apa, tapi jangan cuekin aku" ucap Aensley lalu memanyunkan bibirnya


"Haha tudak akan, maafkan aku tadi udah nyuekin kamu, soalnya tadi banyak banget file file yang harus aku terima" ucap Zeyn


***


Makan siang bersama Zeyn sudah selesai, saatnya Aensley dan Zeyn masuk keruangan pak Presidir.


Aensley sudah duduk lagi di sofa dan Zeyn sudah berhadapan lagi dengan komputer, membuat mata Zeyn sakit, sehingga membuat Zeyn berhenti sejenak dan mengajak istrinya mengobrol.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hai hai jangan lupa like, vote, komen biar author tambah semangat buat nulisnya 🤗😊