My Enemy MY Soul Mate

My Enemy MY Soul Mate
# 26. Flashback Di Apartemen berdua



Pagi itu cuaca sangat dingin dan gerimis membuat orang orang malas untuk bangun pagi.


Tapi Aensley sudah bangun lebih awal dari pada Zeyn, Aensley membuka matanya dan melihat Aensley sedang memeluk Zeyn.


"Bukannya aku masih di meja makan, Kenapa sudah di kamar" gumam Aensley dalam hati


Aensley Langsung melepaskan tangannya yg melingkar di leher Zeyn.


"Kenapa aku sering memeluknya, Ini sangat memalukan" gumam Aensley lagi


Tanpa pikir panjang Aensley turun dari ranjang dan menuju ke arah kamar mandi, untuk mandi.


seusai mandi Aensley ke arah balkon, Dan ternyata hujan sudah deras, pantas saja membuat orang malas untuk bangun.


"Kenapa dingin sekali." gumam Zeyn dalam hati, Karna malas untuk membuka matanya


Perlahan Zeyn membuka matanya dan tidak mendapati Aensley di sampingnya, Zeyn langsung berbalik arah ternyata Aensley ada di balkon.


"Hey tutup pintunya, Ini sangat dingin" Ucap Zeyn


"Aku tidak mau, Aku masih ingin disini" kata Aensley


Lalu Zeyn turun dari ranjang dan sekarang mereka berdua sedang berdiri di balkon kamar.


Zeyn menatap Aensley yg meneteskan air mata, membuat Zeyn khawatir, apa yg terjadi pada Aensley.


"Kenapa kau menangis" kata Zeyn


Aensley diam dan tidak mau menjawab, dan menundukkan kepalanya ke bawah.


Zeyn mengulanginya lagi.


"Kenapa kau menangis" Tanyanya lagi dengan memegang bahu Aensley


Aensley lalu memeluk Zeyn, sampai membuat Zeyn tercengang.


"Huaaa hiks..hiks.." tangis Aensley


Lalu Zeyn mengusap puncak kepala Zeyn dan memeluknya erat.


"Kenapa kau menangis" Tanyanya Zeyn lagi


"Aku benci hujan Zeyn" kata Aensley sambil terisak


Zeyn tidak maksud kenapa Aensley membenci hujan.


"Kenapa,?" tanya Zeyn


Aensley hanya diam dan memeluk erat Zeyn kuat seperti tidak mau kehilangan.


"Baiklah tenangkan dirimu, Jika kau mau berbagi denganku, akan aku tunggu" kata Zeyn, Lalu merenggangkan pelukannya.


"Aku mandi dulu, aku bau" ucap Zeyn lalu mencium keteknya sendiri, Membuat Aensley tertawa geli


Saat Zeyn mandi, Aensley turun kebawah untuk mengambil sarapan, Aensley mengambil dua lembar roti gandum di olesi dengan selai coklat dan dua gelas susu, di bawa ke kamar.


Krekkkk...


Pintu kamar mandi terbuka, Melihat Zeyn yg sudah mandi, Aensley pergi ke ruang ganti dan mengambilkan baju untuk Zeyn yg di ikuti dengan Zeyn.


"Aku ingin sarapan di kamar zeyn, apa boleh,!" tanya Aensley dengan wajah yg memelas


"Boleh, Lakukan apa yg kau mau" kata Zeyn lalu tersenyum ke arah Aensley


Aensley keluar dari ruang ganti, Tinggallah disana Zeyn sendiri.


"Kenapa Aensley membenci hujan" kata kata Aensley membuat penasaran Zeyn


***


Seusai makan Aensley turun kebawah untuk mengembalikan nampan yg isinya sarapan mereka berdua tadi, namun di cegah oleh Zeyn.


"Biar aku saja" kata Zeyn dan mengambil alih nampan itu ke dari tangan Aensley


"Baiklah, Terimakasih" kata Aensley


Aensley duduk di sofa dan memainkan ponselnya untuk bolak balik beranda aja Sebenernya. wkwk


Zeyn masuk kamar dan duduk di samping Aensley.


"Apa aku boleh bertanya" tanya Zeyn, karena Zeyn sudah tidak sabar, kenapa Aensley membenci hujan.


"Iya tanyakan saja" jawab Aensley lalu melemparkan hendponnya ke ranjang


"Tapi janji jangan menangis, Aku tidak suka melihat wanitaku menangis" kata Zeyn


Aensley mulai bercerita kenapa dirinya membenci hujan, Hingga membuat Zeyn ikut kesal dengan laki laki yg pernah menyakiti Aensley.


Di akhir ceritanya Aensley meneteskan air matanya membuat Zeyn reflek memeluk Aensley.


"Sudah ku bilang jangan menangis, Sekarang lupakan dia, dia masa lalumu Sley," kata Zeyn


"Apa kau lupa, Sekarang kau milikku, kita sudah menikah, apa kau masih menginginkannya,?" tanya Zeyn


Aensley terdiam dan menggelengkan kepalanya di dada bidang Zeyn.


"Apa kau ingin keluar, hujan sudah reda" tanya Zeyn


Aensley menganggukkan kepalanya, lalu Zeyn merenggangkan pelukannya agar Aensley tidak sedih terus.


Mereka berdua keluar jalan jalan dan memakai jaket yg tebal dan Zeyn menggandeng tangan Aensley.


Zeyn berhenti di sebuah taman yg sangat banyak sekali bunga dan kupu kupu. mereka duduk di kursi taman, menghirup udara segar membuat Aensley lega.


"Jangan menangis lagi" kata Zeyn,lalu mengusap kepala Aensley


Aensley tidak bisa berkata apa apa, Aensley hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum ke arah Zeyn.


"Kenapa dia sangat baik denganku,Aku mencintaimu Zeyn" gumam Aensley dalam hati


Mereka berdua saling diam dan tidak berkata sepatah katapun.


Aensley membuka suara dan bertanya dengan Zeyn.


"Kenapa kau baik denganku Zeyn, bahkan kau sangat perhatian denganku,?" tanya Aensley


"Karna kau istriku Sley, Kau wanita yg harus aku jaga, dan aku tidak mau melihat wanitaku bersedih apalagi menangis." jelas Zeyn


"Aku mencintaimu" kata Zeyn dengan menatap Aensley


Aensley terkejut, Aensley seperti tidak percaya dengan perkataan Zeyn.


"Apa kau mencintaiku,?" tanya Zeyn


Aensley diam dan terus memandangi wajah Zeyn, Karena Aensley bingung, Aensley bingung mau menjawab apa, tapi beberapa menit kemudai Aensley menjawabnya.


"Aku juga mencintaimu Zeyn" jawab Aensley


"Terimakasih" lalu Zeyn mengecup kening Aensley


"Terimakasih sudah mau mencintaiku lebih dulu, terimakasih sudah mau menjadi pendampingku, walaupun dulu kita terpaksa melakukan pernikahan ini" kata Aensley lalu memeluk Zeyn


Aensley menangis dalam pelukan Zeyn.


"Sudah kubilang jangan menangis, aku tidak suka melihat wanitaku bersedih" kata Zeyn


Aensley melepas pelukannya dari Zeyn lalu Aensley tersenyum melihat perlakuan Zeyn yg sangat perhatian dengan Aensley.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa like, Vote, Bintang 5 dan Faforitkan kan🤗❤️