My Enemy MY Soul Mate

My Enemy MY Soul Mate
# 48. Dunia Milik Berdua



orangtua mereka masing masing sudah pulang, saatnya mereka istirahat


Aensley sudah memejamkan matanya dan sudah ada di pelukan suaminya.


Zeyn juga sudah tidur dengan memeluk tubuh istrinya.


***


Pagi yang begitu mendung membuat sejoli itu malas untuk bangun, apalagi saat Aensley akan bangun dan ke kamar mandi, Zeyn selalu mencegahnya, karena Zeyn ingin selalu di peluk Aensley.


"Sayang perutmu sudah beda, sudah membesar sedikit tapi sedikit sekali" kata Zeyn


"Hahahaha sayang, kau lucu sekali" kata Aensley lalu menciumi rambut suaminya


"Sayang kau mau baby nya perempuan semua atau cowok semua atau cowok cewek,?" tanya Zeyn


"Emm aku menginginkan cowok dan cewek, tetapi jika beda tidak apa, aku tetap menerimanya, aku sangat menyayangi mereka" kata Aensley panjang kali lebar


"Aku juga" kata Zeyn lalu menciumi perut istrinya


"Apa kau tidak bekerja,?" tanya Aensley


"Lihatlah cuacanya, aku tidak akan membiarkanmu menangis lagi" ujar Zeyn lalu menciumi Aensley


"Terimakasih selalu ada dalam hidupku" ucap Aensley lalu memeluk Zeyn


Zeyn menganggukan kepalanya dan menidurkan Aensley lagi dalam pelukannya, Aensley ingin sekali mandi tapi Zeyn melarangnya karena Zeyn bilang dia akan mengajaknya mandi bersama.


Aensley sudah dalam pelukan Zeyn, dan Zeyn menciumi pipi Aensley hingga ke lehernya, membuat Aensley menutup mulut suamiku.


"Zeyn ini masih pagi" ujar Aensley


Zeyn tidak menggubris ucapan Aensley, ia membuang tangan Istrinya yang menutup mulutnya lalu menutup mulut Aensley dengan mulutnya.


Aensley membalas ciuman panas Zeyn yang semakin dalam, Zeyn turun ke leher Aensley dan Zeyn sudah memberi tanda Diana, membuat Aensley mengerang dan membuat gairah Zeyn bertambah.


Zeyn sudah berada di atas Aensley dan Zeyn sudah menyatukan badan mereka, Zeyn melakukannya dengan pelan, karena di dalam ada si kembar.


Tokk..Tokk..Tokk..


Suara pintu kamar mereka di ketuk oleh bik dewi, karena sarapan sudah siap.


"Sayang berhenti" kata Aensley


menggangu saja!! gumam Zeyn


Zeyn membuka pintunya dan menutupi tubuhnya dengan selimut sedangkan Aensley masuk kedalam kamar mandi, karena takut bik dewi melihatnya.


"Sarapan sudah siap tuan" ucap bik dewi


"Iya bik satu jam lagi kita akan turun" jawab Zeyn


hah satu jam lagi, kenapa lama sekali. Bik Dewi


"Baik tuan" jawab Bik Dewi, lalu pergi meninggalkan Zeyn


Zeyn menutup pintunya tak lupa ia menguncinya.


Zeyn mengetuk kamar mandi agar Aensley membukakan pintunya.


"Sayang buka pintunya" ucap Zeyn


"Mau apa,?" tanya Aensley yang masih ada di dalam dan membuka pintunya sedikit agar ia bisa melihat Zeyn


Tiba tiba Zeyn masuk dan membisikan di telinga Aensley "lanjutkan disini" bisik Zeyn


Aensley menatap Zeyn, dan berfikir kenapa tidak lelah apa karena semalam ia tidak melakukannya.


Tidak pikir panjang, Zeyn langsung memepetkan Aensley dalam pojokan dan ******* bibir Aensley.


Aensley sudah pasrah dengan semua gerakan yang Zeyn lakukan, setelah satu jam mereka bermain di kamar mandi, saatnya mereka mandi dan sarapan.


***


"Sayang aku susah jalan" ucap Aensley


"Benarkah, apa mau sarapan di dalam" kata Zeyn


Aensley menganggukan kepalanya karena malu jika bik Dewi melihatnya.


Akhirnya Zeyn turun dan mengambil sarapan yang sudah bik Dewi sediakan di meja makan.


"Sayang maafkan papa ya sudah membuat mama kelelahan, papa janji papa nggak akan ngelakuin selama tadi" ucap Zeyn panjang kali lebar pada perut istrinya


"Hahaha iya sayang aku maafkan" jawab Aensley lalu mengigit roti gandum yang di tangan suaminya


Usai sarapan mereka duduk di balkon kamar walaupun gerimis dan cuaca mendung


Zeyn menyuruh bik Dewi membuatkan susu khusus untuk ibu hamil yang terbaik untuk istrinya dan Zeyn meminum kopi susu.


Aensley duduk di pangkuan Zeyn dan Zeyn memeluk perut Aensley.


Tidak butuh lama untuk bik Dewi membuatkan susu dan kopi susu untuk tuan dan nonanya.


Bik Dewi mengetuk pintu kamar dan Zeyn menyuruhnya masuk, lalu bik Dewi mengantarkan makanannya di meja dekat mereka duduk.


Kini hujan turun dan Zeyn menyuruh bik Dewi mengambilkan selimut untuknya.


Bik Dewi menurut karna dia pembantu toh.


Setelah buk Dewi memberikan selimut kepada Zeyn bik dewi keluar.


Zeyn dan Aensley berada di dalam selimut tebal itu, saat ini tubuh mereka saling berpelukan dan tidak merasakan dingin lagi.


"Jangan di ingat lagi ya sayang" kata Zeyn lalu mencubit gemas pipi Aensley


"iya, aku mencintaimu Zeyn" ucap Aensley lalu mencium bibir suaminya


"Kurang puas yang tadi,?" tanya Zeyn


Aensley mendenngar itu ia langsung mencubit perut suaminya sampai Zeyn mengaduh agar Aensley tidak mencubitnya lagi.


Mereka berpelukan di sofa yang muat untuk mereka merbehakan tubuh mereka berdua dan mereka saling berpelukan, serasa dunia milik mereka berdua.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa like, vote, Faforitkan dan bintang limanya 👌😗 biar author tambah semangat 😊