
Hari demi hari mereka berdua lewati dengan suka dan duka.
Ayah Zeyn sudah berhenti bekerja karena ingin beristirahat dan sekarang anaknya adalah pengganti ayahnya menjadi Presidir di Perusahaan Group - H.
Aensley yang sudah Bersetatus istri. Zeyn mengizinkan Aensley bekerja, tapi ada syarat yg harus Aensley patuhi.
Begitu juga dengan Zeyn, Zeyn di beri syarat syarat kepada Aensley, agar impas fikir Aensley.
Zeyn seorang Presidir yg menggantikan ayahnya, sedangkan Aensley sebagai sekertaris ayahnya.
Setiap mereka akan bekerja Zeyn lebih dulu mengantarkan Aensley ke kantor milik ayah Aensley.
Pagi itu Zeyn sedang sakit, membuat Aensley kebingungan sendiri.
karena mereka hanya tinggal di apartemen berdua, dan Zeyn tidak mau di ganggu jika sudah berdua dengan Aensley.
"Zeyn bangun, sudah pagi" kata Aensley sambil membuka gorden kamar, tapi Zeyn tidak menjawab
"Zeyn ayo bangun, aku sudah menyiapkan sarapan" imbuh Aensley
Aensley mendekati Zeyn, Aensley duduk di pinggir ranjang sebelah Zeyn, dan mengguncangkan bahunya.
"Zeyn badanmu panas sekali" ucap Aensley yang langsung bingung
""Hemm" Zeyn menjawab dengan deheman tapi Zeyn tidak membuka matanya sedikitpun, yang malah membuat Aensley tambah panik
"Tetaplah disitu aku akan menelfon dokter Auf" ucap Aensley lalu pergi meninggalkan Zeyn untuk menelpon dokter Auf
Tiga puluh menit dokter Auf datang dan membawa tas, dan anehnya dokter Auf masih memakai baju tidur dan memakai sepatu.
Aensley menyuruh dokter cepat cepat memeriksa nya, takut terjadi apa apa dengan Zeyn, Aensley sudah tertawa dalam hati dan Zeyn pun seperti itu.
selesai dokter Auf memeriksa Zeyn, dokter Auf duduk di sebelah Zeyn dan menjelaskan apa saja yg harus di minum obatnya.
"Dokter Auf, kenapa kau seperti orang bodoh" ucap Zeyn kecil
"Apa kau mengataiku bodoh Zeyn,?" bentak dokter Auf
Aensley dan Zeyn tertawa bersamaan, membuat dokter Auf kebingungan.
"Hey kalian, apa yg kalian tertawakan,?" tanya dokter Auf sambil menatap Aensley dan Zeyn bergantian.
Zeyn turun dari ranjang dan menarik tangan dokter Auf untuk mengaca.
"Apa kau lihat dokter,?" tanya Zeyn lalu memgangi perutnya
"Astaga Zeyn, apa aku sudah gila" ucap dokter Auf dan memgangi celananya
"Lebih baik kau periksa di rumah sakit jiwa dokter Auf" ucap Zeyn lalu tertawa, hingga lupa jika dirinya sedang sakit
"Astaga, baiklah Zeyn aku akan pulang, mau di taruh mana mukaku" ucap dokter Auf dan meninggalkan mereka berdua.
"Sudah jangan tertawa berlebihan sayang, apa kau lupa kau sedang sakit" ucap Aensley
"Dokter kocak" ucap Zeyn yg masih tertawa saat masuk kamar mandi karna panggilan alam
"Kenapa Zeyn lama sekali" gumam Aensley dalam hati
Karna Aensley khawatir dengan suamninya, Aensley mengetuk ngetik kamar mandi.
"Zeyn kenapa lama sekali" kata Aensley
"Tidak apa apa sayang, aku sedang mandi, aku baik baik saja jangan khawatirkan aku" jawab Zeyn
Lalu Aensley pergi ke ruang ganti dan menyiapkan baju Zeyn.
***
Seusai mandi dengan air hangat Zeyn menaiki ranjang dan menyelimuti tubuhnya.
Aensley membuka pintu kamar dan membawakan Zeyn sarapan.
"Sayang makan dulu, agar cepat sembuh" ucap Aensley
"Suapi aku" kata Zeyn
"Baiklah" kata Aensley
Aensley menyuapi Zeyn hingga habis, lalu Aensley mengambil obatnya yg ada di meja dekat ranjang.
"Kenapa obatnya banyak sekali, aku benci ini" kata Zeyn
"Makannya sayang kalo kerja jangan terlalu capek, kan gini jadinya, kamu jadi sakit, di suruh sarapan pasti tidak mau, di perhatiin bukannya seneng malah ngelak Mulu" ucap Aensley dan meninggikan suaranya
"Ko jadi di marahin kek bocah si" gumam Zeyn
"Iya sayang maafkan aku, besok aku akan sarapan bersamamu" kata Zeyn lalu memeluk Aensley
***
Papa Aensley bingung kenapa Aensley belum berangkat padahal ini sudah sangat siang, padahal hari ini Aensley akan menemani papa bertemu dengan client yang akan bekerja sama dengan perusahaan papa Aensley.
Papa Aensley menelfon Aensley sudah beberapa kali tapi tidak di angkat sampai lima belas kali.
Zeyn sudah minum obat lalu tidur, dan Aensley ke bawah untuk membawa baju kotor untuk di loundri kan.
Tringgggg...Tringgggg....Tringggg
Suara telpon Aensley berbunyi bahwa ayah GEO menelfonnya.
"Halo ayah, ada apa,?" tanya Aensley
"Sayang apa kau sakit,?" tanya papa GEO khawatir
"Tidak apa apa sayang, semoga Zeyn lekas membaik, yasudah papa matikan telponnya" kata papa GEO
"Iya pa" jawab Aensley
Lalu Aensley keluar dari apartemen dan akan pergi ke tempat loundri.
Mungkin hari ini Aensley apes karna bertemu dengan Nadia mantan Zeyn.
Aensley bertemu Nadia sedang duduk di kursi taman bersama sahabat wanitanya.
"Bukannya itu Nadia mantan Zeyn" gumam Aensley yg berjalan agak melirik ke arah Nadia
***
Aensley sudah sampai di tempat loundri dan akan Kemabli, karna Aensley tidak tega meninggalkan Zeyn yang sedang sakit sendirian.
Aensley tidak sadar kalau di belakang Aensley ada Nadia yang dari tadi memperhatikannya.
"Hey kau berhenti" teriak Nadia pada Aensley
tapi Aensley tidak menggubris, karena jika Aensley menoleh ke belakang takutnya bukan Aensley yang di panggil.
"Hey apa kau tuli, aku memanggilmu" terian Nadia lagi
Aensley berhenti dan menoleh ke belakang, dan bingung, kenapa wanita ini memanggilnya.
"Iya ada apa nona,?" jawab Aensley sopan
"Bukannya anda yang pernah menabrak saya di koridor apartemen,?" imbuh Aensley
"Iya, aku yg menbrakmu waktu itu" jawab Nadia santai
"kau siapanya Zeyn,?" tanya Nadia
"Apa kau pacarnya, apa kau selingkuhannya" imbuh Nadia dengan keponya dia bertanya
"Maaf nona saya permisi dulu, saya sedang sibuk" ucap Aensley
lalu Aensley pergi meninggalkan Nadia, membuat Nadia kesal karena Aensley tidak menjawab pertanyaannya.
"Dasar wanita murahan, padahal aku dulu meninggalkan Zeyn dengan pria lain hanya berpura pura, itu saja hanya mengetes kesetiaan Zeyn, ahgggg" gumam Nadia
Aensley sudah masuk ke dalam apartemen dan langsung ke kamar untuk menemani Zeyn.
"Dasar wanita tidak tahu diri, jangan pernah kau datang di hadapanku lagi" Zeyn mengigau membuat Aensley bingung, siapa maksudnya yg di sebutkan wanita tadi
Aensley berjalan ke arah ranjang dan mencium kening Zeyn.
lalu Aensley ikut merebahkan tubuhnya di samping Zeyn dan memeluknya erat.
Akhirnya Zeyn bangun dari tidurnya, dan mendapati Aensley sedang memeluk nya.
Zeyn menghadap ke arah Aensley dan merapihkan anak rambutnya.
"Bangun sayang, ini sudah siang, aku juga sudah sembuh" ucap Zeyn
Aensley terbangun karena risih dari tadi rambut Aensley di buat mainan oleh Zeyn.
Aensley membuka matanya lalu memeluk Zeyn.
"Jangan tinggalkan aku" ucap Aensley
"Kenapa bicara seperti itu, aku tidak akan meninggalkanmu dalam kondisi apapun" ucap Zeyn di telinga Aensley
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa tekan Like, vote, dan Faforitkan 🤗 mohon dukungannya.