My Enemy MY Soul Mate

My Enemy MY Soul Mate
# 11. Rumah Mertua



Suasana sunyi menyelimuti pagi di kamar itu , mengerjap ke kiri dan ke kanan . sampai mata yang tersa berat perlahan terbuka mencari sosok pria yang sangat menyebalkan .


menatap kosong pada sebelah kanan posisinya dan mengubah arah pandangannya menatap ke arah balkon kamar yang sudah di selimuti bias cahaya matahari yang masih sangat berat di tatapnya.


tetap saja sama tidak di dapatinya sampai membuat bingung.


" Ah sudahlah , kenapa aku mencarinya?? " tanya Aensley dengan diri sendiri


" lebih baik aku mandi dan sarapan, aku tidak perduli dengannya , mau dia mati mau dia hidup ,mau dia terlantar , bodo amat " ketus Aensley


Krekkkk.....


Pintu kamar mandi terbuka , dan Aensley kaget melihat Zeyn yang hanya menggunakan handuk di pinggangnya.


Aensley langsung menutup matanya dengan kedua tangannya


" Kenapa kau ceroboh , cepat sana pakai bajumu ! dasar tidak tahu malu " teriak Aensley


" Kau kira aku senang tubuhku yang kekar ini di lihat cewek sepertimu " kata Zeyn cepat


" Kalau kau tidak senang aku melihat tubuh bagusmu kenapa kau hanya menggunakan handuk di pinggang doang , dasar aneh " kata Aensley dengan wajah cemberutnya


" Ku kira kan kau masih tidur , dasar aneh " kaya Zeyn


" kau yang aneh " kata Aensley


" kau yang aneh bukan aku " kata Zeyn


" kau yang aneh , cepat pakai bajumu , dasar laki laki gila " kata Aensley


" apa kau bi__ " Aensley memotong pembicaraan Zeyn .


" sudahlah pagi pagi seperti ini aku tidak mau berdebat dengan laki laki spertimu , sungguh tidak penting " kata Aensley dengan berjalan menuju kamar mandi,tanpa menghiraukan ada Zeyn yang Aensley lewati.


seusai mereka sarapan bersama mama dara dan papa GEO , Aensley dan Zeyn langsung saja mengantarkan mereka ke bandara.


" Sayang papa sama Mama berangkat , kamu jangan ngebantah kalau di bilangin sama suami kamu " ucap papa GEO


" Iya pa " jawab Aensley tanpa menoleh ke arah Zeyn


" yasudah kalian pulanglah tidak usah menunggu papa sama Mama terbang " kata mama dara


" yaudah ma , pa Zeyn dengan Aensley akan kerumah papa Indra


" Iya nak Zeyn , jaga Aensley ya " kata mama dara


" em__--pasti ma , pa Zeyn akan menjaga Aensley " jawab Zeyn


***


Susana di mobil sekarang sangat sunyi, tidak ada satu orangpun untuk membuka suara ,hanya terdengar alunan musik dan suara mobil yang saling salip menyalip.


tiba tiba suara telfon Aensley berbunyi


Druttt...Druttt...Druuttt


Langsung saja Aensley melihat siapa yang menelpon, ternyata sahabatnya , panggilan video call bersama dengan Jasmine, Fiona , aeyla .


langsung saja Aensley melihat ke arah Zeyn yang sedang fokus menyetir .


" Kenapa kau menatapku , siapa yang menelfon mu?? " tanya zeyn


" Mereka , sahabatku yang menelfon , apa aku harus mengangkat nya " tanya Aensley pada Zeyn dengan raut wajah yang ragu


" angkat saja " jawab Zeyn tanpa menengok ke arah Aensley


Aensley langsung mengangkat telponnya, dan berpura pura seperti orang sakit. Aensley meringkuk dan untung saja Aensley membawa syal dan memakaikannya di lehernya.


" hai , kalian semua " sapa Aensley yang berpura pura batuk kecil


" Ya ampun Aensley ,kau sakit apa , aku ingin sekali pulang dan menjengukmu, aku dsini kesepian Aensley , aku merindukan mu " kata Jasmine


" Aensley jangan lupa di minum obatnya ya , biar cepet sembuh , biar aku gak sedih lagi " kata fiona yang memasang muka sok sedih


" Aensley lekas membaik ya " kata aeyla dengan wajah sok sedihnya juga


" iya terimakasih buat kalian " kata Aensley dengan memasang muka yang pura pura sakit


" baiklah kita matikan ya Aensley, see you Aensley " kata mereka bersamaan "


***


Sesampainya dirumah mertua Aensley, Aensley dan Zeyn di sambut dengan mama Clara dan papa Indra , mereka saling berpelukan dan memberikan ciuman .


" Zeyn bawa istrimu ke kamarmu , istirahat lah nanti makan malam mama akan panggil kamu dan menantu mama yang cantik " kata mama Zeyn dengan memuji Clara


" Baik ma " kata Zeyn


" lemari bajuku dan bajumu ada di sebelah sana " tunjuk Zeyn


" Dan ini rapihkan punyaku sekalian " imbuh Zeyn


" apa kau menyuruhku?? " tanya Aensley dengan mengernyitkan dahinya


" iya aku menyuruhmu karna kau istriku ,dan kau ingat kata papa mu tadi saat di bandara " kata Zeyn dengan senyuman licik di bibirnya


" Kalau bukan karna papa ku , aku tidak Sudi " kata Aensley dengan berjalan menuju ruang baju mereka


" Bawakan koper itu kesini ,aku tidak mau lelah " imbuh Aensley dengan mentap Zeyn


" Kenapa dia lucu saat marah " kata Zeyn dengan terkekeh kecil


" apa kau tidak mendengar aku sedang bicara denganmu " kata Aensley membuyarkan pikiran Zeyn


" iya aku mendengarmu , aku juga punya telinga" kata Zeyn dengan membawa tiga koper yang ukuran besar , yang dua punya Aensley dan yang satu punya Zeyn .


Tok...Tok...Tokk


pintu kamar Zeyn di ketuk oleh mama untuk makan malam bersama .


" iya ma kita akan turun, sebentar lagi " kata Zeyn


" ah mereka pasti masih mesra mesraan , ah aku jadi ingat masa lalu " ucap mama Clara dalam hati


***


" Aensley , Zeyn kalian akan berbulan madu dimana ?? " tanya papa Indra


" hah bulan madu " kata Aensley dengan bingung


" kenapa sayang? memang seperti itu kalau setelah menikah harus berbulan madu agar terlihat romantis " kata mama Clara dengan senyuman yang amat senang.


" apa tidak terlalu cepat ma " kata Zeyn


" Tidak sayang , mama sudah menginginkan cucu " kata mama Clara


" uhuk..uhuk , Aensley tersedak dan langsung saja Zeyn langsung mengambilkannya air "


" kenapa Aensley " kata papa Zeyn


" emm tidak apa apa pa " jawab Aensley


***


Seusai makan malam Selesai Aensley langsung ke kamar karna mama Clara juga sudah mengantuk dan papa Zeyn dengan Zeyn mengobrol di ruang Tv .


" Zeyn papa terserah kamu, kamu mau tinggal di rumah ini atau di apartemen mu atau kau membeli rumah sendiri " kata papa Zeyn


" emm Zeyn kek nya mau di apartemen aja deh pa yang lebih dekat dengan kampus " kata Zeyn


" ok tidak maslah Zeyn, jaga Aensley dengan benar Zeyn , jangan sampai kau melukainya atau membuatnya menangis " kata papa indra


" iya la Zeyn akan menjaga Aensley dengan baik , Zeyn tidak akan membuatnya menangis" kata Zeyn , padahal dalam hati Zeyn Bodoamat!!


" baiklah papa akan ke ruang kerja , kalau kau ingin tidur, tidurlah temani istrimu "kata papa indra


" tidak pa Zeyn masih ingin menonton tv " kata Zeyn


" baiklah " kata papa dengan berjalan meninggalkan Zeyn di ruang Tv


Zeyn melihat ponselnya dan melihat notif dari sahabatnya lima belas panggilan video tidak terjawab .


" pasti mereka kangen denganku " gumam Zeyn dengan tawa kecilnya


kreekkk...


pintu kamar Zeyn dan Aensley terbuka , Zeyn yang melihat Aensley tertidur Zeyn juga tidur di sampingnya dan memeluk guling dan membelakangi Aensley.