My Enemy MY Soul Mate

My Enemy MY Soul Mate
# 24. flashback membeli perabotan rumah



Aensley, Zeyn, Mama Dara, Papa GEO berkumpul di ruang tamu , Karena Aensley dan Zeyn akan pulang ke apartemennya bukan kerumah orangtua Zeyn.


"Ma, Pa kita berdua pulang dulu, Kalau kita ada waktu kita berdua akan sering sering kesini" kata Zeyn dan memeluk bahu Papa GEO dan mama Dara.


Begitupun dengan Aensley memeluk mama dan papanya bergantian.


***


mereka berdua sudah ada di dalam mobil, dan keluar gerbang dari rumah mertua Zeyn.


"Ya ampun aku akan tinggal berdua dengan mahluk ini ,semoga saja dia tadi sedang mengigau" gumam Aensley dalam hati


Di dalam Mobil hening tidak ada yg bicara satupun, Hanya ada suara musik.


"Aku sudah membuka hati untuk Aensley dan semoga saja setelah kita tinggal berdua hubungan kita akan lebih baik lagi" gumam Zeyn dalam hati


***


Sesampai di toko perabotan Zeyn melihat ke arah Aensley dan mengajaknya untuk turun juga.


Karena Zeyn juga akan bingung jika Zeyn memilih sendiri toh.


"Ayo turun ,kau juga akan memilihnya" kata Zeyn


"baiklah" kata Aensley


Zeyn membuka pintu mobil dan turun , setelah itu Zeyn juga membuka pintu mobil Aensley.


"Jika kau suka , Ambil saja" kata Zeyn


"Holang kaya" gumam Aensley


"Zeyn lihat ini, yg cute banget" kata Aensley melihat gantungan kunci lemari couple an.


"Ambil saja jika kau mau" kata Zeyn


Aensley dan Zeyn sudah banyak memilih , semuanya sudah di bayar cash dengan Zeyn, tinggal mengangkutnya ke apartemennya.


***


Sesampainya di apartemen Zeyn dan Aensley turun, Menaiki tangga dan menggandeng tangan Aensley, yg membuat Aensley Terkejot.


"Hah dia menggandengku" gumam Aensley dan serasa jantungnya akan melompat lalu Aensley menutup mulutnya dengan satu mulutnya.


Lalu ada wanita yg dari tadi melirik ke arah Zeyn dengan sinis.


"Kenapa dia melihatku seperti itu, sungguh mengerikan , aduh matanya hampir copot lagi" gumam Aensley yg ingin tertawa juga.


Sesampainya mereka berdua di depan pintu, Zeyn masuk menggunakan acses card.


"Wah besar bgt gila , ya ampun holang kaya, apartemen papa kagak segedek ini" gumam Aensley dalam hati


Zeyn berjalan menaiki tangga dan di ikuti oleh Aensley.


lalu Zeyn membuka pintu kamar yg sangat luas.


"Ini kamar kita" kata Zeyn


"Dan itu kamar mandi, sebelah kirinya ruang ganti baju" imbuh Zeyn dengan menunjukan jarinya ke arah kamar mandi dan ruang ganti.


"Ok" kata Aensley singkat


"Mana kopernya,?" tanya Zeyn


"Ah ketinggalan di bawah tadi" jawab Aensley yg hendak berabilk dan mengambil kopernya


"Biar aku saja , tidurlah jika ingin istirahat" kata Zeyn, lalu Zeyn turun kebawah untuk mengambil koper miliknya dan milik Aensley


"Hah dia sangat perhatian sekali denganku,aduh jantung gua mau lompat lagi" gumam Aensley dengan memgangi dadanya


"Tidurlah jika ingin istirahat biar aku yg membereskan bajuju dan bajumu ke lemari" kata Zeyn yg membuat Aensley kaget


"Tidak aku saja, kau pasti lelah" ucap Aensley lalu berdiri dan mengambil koper dari tangan Zeyn


Aensley berjalan ke arah ruang ganti dan di ikuti oleh Zeyn.


" Kenapa ikut, tidurlah" kata Aensley


"Ok baiklah" kata Aensley


Zeyn menaruh baju di bagian yg tinggi dan Aensley di bagian yg pendek.


Zeyn sudah selesai menata baju yg di atas , tapi separuhnya punya Aensley ada yg belum, Aensley tidak mau bantuan dari Zeyn karena Aensley malu.


"Yee Sampek juga gua" kata Aensley dan senyum senyum sendiri


ketika Aensley ingin menata di atas lagi, kaki Aensley yg sedang menjinjit kesleo.


"Ahgggg" jerit Aensley


Zeyn langsung Menangkap tubuh mungil Aensley dari belakang.


mata mereka saling pandang dan tidak ada yg mengedipkan antara Aensley dan Zeyn.


"Aku tidak apa apa , lepaskan aku" kata Aensley


"Lain kali jika butuh bantuan bilang saja tidak usah sungkan,aku kn sua___--mu " dengan terbata bata


***


Tin...Tin...Tin..


Suara klakson mobil membuat mereka keluar.


ternyata mobil yg membawa perabotan rumah mereka.


Pegawai yg ada di mobil menurunkan barang barang dan Zeyn menyuruh pegawai itu sekalian untuk memasangnya ,seperti meja maka langsung ditempatnya, dan masih banyak lagi.


"Semuanya sudah selesai Tuan zeyn" kata pegawai


"Ah iya terimakasih, ini ada uang tambahan buat kalian" kata Zeyn lalu membagi uang warna merah satu persatu.


"Nanti mama dan papa akan kesini dan kak Nesya juga kita akan makan malam bersama disini" kata Zeyn


"Tapi disini belum ada sayuran, aku juga belom bisa masak Zeyn" ucap Aensley


"Nanti kita akan minta resep aja sama mama , ayo akan kutemani belanja di supermarket terdekat" kata Zeyn


***


sesampainya mereka di supermarket, Aensley mengambil troly, dan di dorong ke arah sayur sayuran, Daging dan lainnya.


"Ini sudah banyak Zeyn" kata Aensley


"Yaudah ayok ke kasir" kata Zeyn


giliran Zeyn yg mendorong troly itu dan di bawa ke depan kasir untuk membayarnya.


"Semuanya enam ratus ribu" kata mbak kasir


Lalu Zeyn mengeluarkan dan membayarnya.


***


Sesampainya mereka di apartemen Aensley dan Zeyn membawa belanjaan.


Sesampainya mereka berdua di dapur Aensley langsung melihat layar hendponnya.


"Bagaimana cara membuat steak" tanya Aensley sama google


semuanya ada , dan Aensley menyiapkan apa yg harus di butuhkan untuk membuat steak.


Zeyn sibuk mencuci buah dan menata cemilan di kulkas.


"Apa kau perlu bantuan ku" tanya Zeyn


"Emm tidak ,eh ada nanti aku akan membuat puding, Kau siapkan buahnya , siapkan buah stowbery dan Lecy" kata Aensley


"Ok" jawab Zeyn


tiga puluh menit kemudian steak sudah jadi dan puding sudah jadi, Mereka berdua sangat lelah lalu merebahkan dirinya di sofa.