My Enemy MY Soul Mate

My Enemy MY Soul Mate
# 54. Angan angan Nesya



"Ko bisa si gua suka sama sahabat adek gua"


"Ya bisa lah namanya manusia, peak banget si gua" batin ka Nesya dalam hati


Dia punya cafe dan aku juga punya cafe, gimana kalo nanti dia udah sadar, aku sama dia tukeran menu yang ada di cafe, nanti kan aku bisa lebih Deket sama dia, yessssss. Nesya


Waktu sudah malam tetapi ka Nesya masih susah untuk memejamkan matanya, karena memikirkan masa depan dengan Deo yang belum pasti.


Ka Nesya mendengarkan musik dengan pelan, lama kelamaan ia tertidur dengan pulas.


***


Hari ini ka Nesya akan pergi ke cafe, setelah itu mungkin akan pergi menjenguk Deo, karena ia kemarin bilang pada bundanya lusa akan kesana.


Ka Nesya sudah mandi, saatnya ia turun untuk sarapan bersama orang rumah, karena mama dan papanya tidak tahu akan pulang kapan.


Usai sarapan ka Nesya langsung menaiki mobilnya sendiri, ia selalu ingat dengan darah yang keluar dari kepala dan hidung Deo.


Sungguh hal yang mengerikan untuk di ingatnya.


Dua puluh menit kemudian ka Nesya sampai di cafe miliknya, ia tidak sombong ia menyapa karyawan yang selalu sopan kepadanya, ia Menaiki tangga menuju ruangannya.


Ka Nesya mendudukkan dirinya di sofa yang berukuran kecil dan menaruh tas branded miliknya.


*Kenapa si gua mikirin Deo Mulu, padahal Deo belom tau perasaan gua. kata ka Nesya cemberut


Kenapa si gua bisa jatuh cinta sama orang yang baru aja gua kenal, sebenarnya bukan kenal si tapi tepatnya hanya bertemu satu kali hhh lucu si. ka Nesya


**Tokkk...Tokkk***..


Suara pintu ruangan Nesya di ketuk oleh pelayan yang akan menawarkan makanan dan minuman.


"Masuk"


"Nyonya mau minum apa dan akan makan apa,?" tanya pelayan


"Capucino aja"


"nggak sama makanan nyonya,?" tanya pelayan untuk memastikan lagi


"Nggak usah" jawabnya singkat


Pelayanan itu pergi lalu menutup pintunya Kemabli, dan ka Nesya sudah pastinya dia memikirkan jodohnya yang masih ia ragukan wkwk


*Pengen banget curhat, tapi ke siapa ya. ka Nesya


Apa gua telpon mama aja ya. ka Nesya


Mending gua telpon Aensley kali ya, mereka kan satu kampus dulu. ka Nesya*


Akhirnya ka Nesya menelfon Aensley yang sedang berjemur di pinggir kolam renang sendiri, karena Zeyn sedang berada di kantor.


"Hai ka apa ka Nesya merindukanku,?" tanya Nesya yang sudah mulai seperti Zeyn


"Kenapa kau seperti Zeyn sayang,?" tanya ka Nesya sambil tertawa


"wkwk, tapi kakak beneran ni nggak kangen Aensley,?" tanya Aensley lagi


"Kangen dong apalagi sama ponakan aunty"


"Hehehe"


"Sley kakak mau nanya tapi kamu jangan bilang sama Zeyn ya"


"Emm emng tentang apaan ni ka"


"Tentang Deo" jawab ka nesya cepat


"Ada apa dengan Deo,?" tanya Aensley


"Emmm gua suka sama dia Sley tapi dia udah punya pacar belum si, takutnya aku suka sama dia terus aku nyimpen perasaan lebih ke dia, dia udah punya cewek lagi" ucap ka Nesya di telpon panjang lebar


"Tapi aku gatau juga kalo dia udah punya pacar" jawaban Aensley membuat hati ka Nesya sedih dan memanyunkan bibirnya


"Emm yaudah maksih ya sayang, dada aku matikan telponnya, ada temanku datang" kata ka Nesya berbohong


"Iya ka, dada aunty" kata Aensley


Nesya senyum dan melambaikan tangannya lalu mematikan telponnya.


Pesanan datang dan untung saja waktunya tepat, jadi pelayan tidak bisa mendengar percakapan ia dengan adik iparnya.


Ka Nesya memejamkan matanya, ia takut jika Deo sudah memiliki pacar, sebenarnya banyak lelaki yang mengejar ka Nesya, tapi ka Nesya acuh karena ada lelaki yang memilih hartanya bukan ka Nesya ada juga lelaki yang masih mengejar ka Nesya, tapi ka Nesya memilih Deo, entah kenapa pikirannya hanya tertuju pada Deo saat ini.


***


Waktunya makan siang, ka nesya memilih untuk menjenguk Deo dan membawakan makan siang untuk orangtua Deo.


Akhirnya ka Nesya sampai sambil membawa kantong plastik yang tidak terlalu besar, karena hanya untuk orang dua saja.


Ka Nesya masuk disana ada bunda Deo sedang menatap anak lelaki yang sangat ia sayangi dan mengajaknya mengobrol.


"Tante" panggil ka Nesya lirih


"Oh Nesya, maaf Tante habis mengobrol dengan Deo" katanya sambil mengelap air mata


"Iya Tante nggak papa, ini Nesya sudah bawakan Tante makan siang, ayok Tante makan biar Tante nggak sakit"


"Ya ampun Tante merepotkan mu sayang" kata bunda Deo


"Tidak Tante, saya senang malah" katanya sambil melebarkan senyumnya


Akhirnya mereka berdua duduk Tante makan dan mengajak Nesya mengobrol apa yang di lakukan dari malam sampai pagi.


Sebenarnya ayah Deo sudah menyuruh orang untuk menjaga putra semata wayangnya tetapi bundanya Deo tidak mau, ia tidak mau jauh jauh dari anak kesayangannya.


Jadi lebih baik ayah Deo mengalah daripada bertengkar kan tidak enak dalam kondisi seperti ini.


"Tante Nesya pamit pulang dulu ya, lusa Nesya akan kesini lagi" ujarnya


"Ya ampun ini mulut kebiasaan bilang kek gini, nanti kan bundanya Deo ngiranya aku suka lagi dasar Nesya bodoh. ka Nesya


"Iya sayang terimakasih sudah membawakan Tante makan siang, dan hati hati di jalan ya jangan ngebut ngebut" katanya lalu mencium pipi Nesya dan memeluknya


Nesya hanya senyum lalu pergi meninggalkan ruangan Deo.


*Emaknya Deo ko Sepertinya seneng banget ya kalo gua kesana. ka Nesya


Jagan jangan dia udah suka sama gua dan gua bakal jadi menantu kesayangan yesss. ka Nesya*


Nesya tidak menghiraukan orang orang yang melihatnya saat ia berfikir seperti itu dan senyum senyum sendiri, dan ia memilih acuh.


Ka Nesya sudah keluar dari area Rumah Sakit ia merasa lega, ia bingung akan kemana jika kerumah pasti dia akan rebahan lagi, akhirnya ia memtuskan untuk ke cafe Deo, hanya untuk mencicipi menu yang sangat spesial disana.


Ka Nesya sampai di cafe Milik Deo, ia di sambut ramah oleh karyawan apalagi pak satpamnya ramahnya pake banget.


Ka Nesya hanya melemparkan senyuman dan ia memilih duduk di nomor sebelas yang dekat dengan jendela.


pelayanan datang lalu Nesya memesan makanan yang spesial di cafe ini, sudah memesan pelayanan langsung meng iyakan dan pergi.


Tidak memakan waktu lama untuk mendapatkan menu yang spesial, ka Nesya membayangkan jika makan berdua dengan Deo pasti lebih nikmat hehe.


Ih apsi Deo Mulu. ka Nesya


Akhirnya ia menghabiskan makanannya yang sangat enak dan cocok di lidahnya, biasa horang kaya jadi lidahnya cocok sama yang mahal mahal wkwk.


***Hai 🤗 jangan lupa like, vote, Faforitkan dan bintang limanya 👌.


Selamat membaca***;)