
Selamat membaca kesayangan author 🤗
Setelah Deo sudah pergi meninggalkan cafe Ka Nesya langsung masuk keruangannya Kegirangan ia tidak peduli walaupun di lihat Oleh Karyawannya.
"Calon yang di pilihan mama sama papa tu kayak mana si, ko gua agak bingung ya kemaren orangtua gua ngomong kalo gua sama Deo, ah apa jangan jangan calon gua Deo" saking senangnya ka Nesya loncat loncat dan berguling guling di lantai.
Tok..Tok..Tokk
Ka Nesya buru buru bangun dan Membenarkan baju dan rambutnya yang Sedikit berantakan, agar pelayan tidak curiga kalau ia habis melakukan hal yang aneh wkwk
"Masuk" perintahnya
"Buk saya ingin pulang lebih awal karena ibu saya sedang di rumah sakit, jadi saya harus merawatnya, karena saya anak satu satunya, apakah boleh"
"Iya tidak apa apa, besok tidak usah berangkat saja, rawat saja ibumu, jika sudah sembuh kembalilah bekerja" ujar Nesya
"Se__rius" ucap pelayan dan menutup mulutnya
"Terimakasih buk terimakasih" ucap pelayan itu sopan
ka Nesya hanya menganggukkan kepalanya dan senyum, ia memberikan uang di amplop Berwarna coklat lalu memberikannya kepada pelayanan tersebut.
"Ambillah, ini rezekimu"
"Tapi Bu, ini banyak sekali" kata si pelayan yang matanya sudah berkaca kaca
"Ambillah aku hanya ingin membantumu" ucap Nesya lalu senyum
Si pelayan itu menangis ingin rasanya ia Memeluk bosnya itu, tapi ia takut jika bosnya Merasa jijik atau apa, sebenarnya tidak apa Apa jika Nesya di peluk tapi namanya pelayan Pasti malu.
Setelah mengucapkan terimakasih kepada Nesya pelayan itu langsung pergi berjalan sambil terisak saking senangnya.
"Ko gua jadi inget Deo si kalo denger kata Rumah Sakit" gumamnya
***
"Mama Nesya pulang" teriaknya dari depan pintu
"Ko gada jawaban si" gumamnya
"Mama, Papa" teriaknya lagi
"Ya Tuhan kenapa si teriak teriak, bisa jebol nih gendang telinga mama" omel mama yang baru keluar dari kamar
"Sini gih ma kakak mau cerita" ujarnya
"Dih mandi lu, bau ka bau acem kamu" ledek mama
"Aelah mama, yaudah aku mandi dulu, nanti waktu makan malam aja deh kakak ceritanya biar Papa tau juga" ujarnya
"Emng tentang apaansi, kepo nih mama"
"Aku mau mandi dulu Babay wlekk haha" ledek Nesya sambil lari menaiki tangga
"Anak gua kan,?" tanya mama kepada diri sendiri
"Yaiyalah anak emak, anak siapa lagi coba" kata author 😹
Setelah keluar dari kamar mandi ka Nesya Langsung menyambar ponselnya dan masih Pakai handuk dan melihat foto foto Deo di galerinya.
"Ganteng"
"Uh gemes"
"Ko gua sukanya Ama yang muda muda ya wkwk"
"Huh tak apalah"
Lima menit sudah memandangi foto Deo, ia Langsung ke ruang ganti setelah keluar dari Ruang ganti ke Nesya tak luap mempoles Wajahnya dengan make up yang mahal, biasa Horang kaya hehe.
*Sebenarnya gua suka sama Lo, tapi gua malu mengatakannya.
Dan Lo tau semenjak kapan gua ada rasa Lo.
sejak gua nungguin Lo di Rumah Sakit
Dan semenjak ibu Lo menanyakan Lo suka nggak kira kira sama gua.
gua disitu langsung merasa aneh, tapi ntahlah gua merasa bahagia jika benr benar lo jodoh gua
Aku mencintaimu*.
***
Papa sudah pulang dan makan malam sudah siap di meja saatnya makan malam bersama.
"*Sebenarnya aku takut jika mengatakan yang sebenarnya"
"Tapi aku harus punya keberanian, kan aku nggak mau kalah sama Zeyn" gumamnya*
"Selamat makan malam ma, pa"
"Aura auranya ada yang berbeda" kata mama
"Aura apa ma" tanya papa Indra yang bingung
"Apaya, susah di perjelaskan pa" kata mama
"Ayok ah makan, aku laper nih"
Akhirnya mereka bertiga makan setelah selesai makan malam mereka berdua tidak di perbolehkan pergi sama Nesya.
"Mah, pah jangan pergi dulu ngapa, kakak mau ,mau apa ya ngomongnya bingung" kata Nesya cengengesan
"Ambil buah yang dingin di kulkas biar nanti pas udah makan buah hatinya udah nggak dingin lagi nggak gugup lagi" ujar papa sambil tertawa
"Hah ada ada aja papa nih"
"Yaiyalah ka harus gitu" kata papa
"Buruan dong ka ceritanya dari tadi sore mama udah kepo malah di tunda Mulu"
"Sabar mamskiku sayangkuh" kata ka Nesya sambil mencubit pipi mama gemas
"Buruan ka ambil buah dulu gih, papa mau buah naga ya, sama mangga"
ka Nesya berjalan ke arah kulkas dan mengacungkan jempolnya ke arah papa.
"Emang Nesya mau cerita apa si ma, keknya penting deh" bisik papa
"Mama nggak tau pa" jawab mama dengan bisik bisik
Lima menit datang buah naga dan buah mangga sudah di kupas sudah di potong potong dan di taruh di mangkuk kecil.
"Jeng jeng jeng, buah tuan Indra datang" ucapnya
"Hahahaha udah gedek juga masih kek bocah" uajr papa
"Wkwk nih pa, buahnya" kata ka Nesya sambil menyodorkan buahnya kedepan meja papa Indra
"Yok ka mulai"
"Tunggu, pa suapin dulu sebiji aja" kata ka Nesya
"sabar ma, ini masih ngunyah belum nelen" kata ka Nesya
"Mama sama papa itu sebenarnya mau jodohin Nesya sama siapa,?"
"Nesya kurang faham waktu mama sama papa bilang saat di acara pesta Deo,?"
Mama dan papa saling pandang, dari kode matanya papa ingin mama yang menjelaskan tapi mama tidak mau.
"Aku lanjutin lahi nih, kalo gada yang jawab"
"Lanjutin dulu sayang, nanti papa jawab" kata mama
"Tadi siang ma, pa kakak ke cafe Deo Dateng ke cafe aku, terus kita ngobrol kan masa dia nanyain aku udah punya cowok belum, aku jawabannya mama sama papa udah ada jodohin aku sama seseorang dia langsung kayak gimana gitu, eh aku bilang gimana ya tadi ya pokoknya aku bilang seperti itulah intinya" kata ka Nesya panjang kali lebar
"Hahahahaha" mama Clara dan papa Indra tertawa bersama sampai memegangi perutnya
"Ko malah ketawa si" kata ka Nesya cemberut
"Yakan soalnya kamu jarang sayang cerita cerita kayak gini" jelas papa
"Terus apa maksudnya Deo ngomong kayak gitu" pura pura nggak tau gays wkwk
"Nih cantik cantik lemot anak gua" kata mama gregetan
"Aelah mama hahahahaha buru jawab ngapa si ma, pa"
"Bisa jadi Deo suka sama Lo ka, bisa jadi tapi Lo ya" kata mama
Ka Nesya langsung memasang wajah lesu dan bibir manyun.
"Kan masih bisa jadi ka, kalo Deo suka sama kamu beneran kan, emng ku nggak suka,?" tanya papa Indra
Pipi ka Nesya sudah merah seperti kepiting rebus dan ia mulai senyum senyum malu.
"Kamu suka nggak sama Deo,?" tanya mama
🌻
🌻
🌻
***Jangan lupa like, vote Faforitkan dan bintang limanya 👌
maaf jika banyak typo***;)