
Setelah mama Clara dan Papa Indra sudah naik ke pesawat, mereka bertiga pergi meninggalkan Bandara.
"Zeyn, boleh tidak jika aku menginap di Apartemen mu,?" tanya ka Nesya
"No No" jawab Zeyn
"Sayang kenapa gitu, jangan gitu dong sama ka Nesya" kata Aensley
"Dia hanya menganggu kita sayang" ucap Zeyn
"Lu pelit amat si jadi adek gua, gua pecat jadi adek gua Lo Zeyn" ketus ka Nesya, geram karena Zeyn bilang dia akan menggangu
"Eh jangan dong, ntar gua gapunya kakak secantik lu" ucap Zeyn dengan wajah yang meledek
"Udah ka nginep aja, biar rame" ujar Aensley
"Terimakasih Aensley sayang" kata ka Nesya
"Okok" gumam Zeyn
Zeyn berhenti di cafe xxx untuk makan siang.
Zeyn turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Aensley dan ka Nesya.
"Kenapa tidak di cafe ku saja, kalo di cafe ku kalian aku geratisin" kata ka Nesya
"Telat lu ka kagak ngomong dari tadi" ucap Zeyn
"Ya udahlah gapapa disini aja, ntar gua geratisin kan nanti gua mau nginep di Apartemen Lo" kata ka Nesya
"Ok" jawab Zeyn senang
mereka bertiga sudah masuk ke dalam cafe.
Pelayanan datang dan membawakan buku menu.
"Silahkan tuan, nona pilih menu anda" ucap pelayan itu
Aensley mendongok melihat pelayan yang pakiannya rapi dan seperti bukan pelayanan.
"Loh, Deo" ucap Aensley
Zeyn yang tadinya sibuk dengan buku menunya kini ikut mendongok.
"Hey Boy" ucap Zeyn
"Ku kira kalian tidak ingat denganku" jawab Deo lesu
"Ingat dong, lu kan temen gua, temen yang paling pendiem" ucap Zeyn
"Hahahaha, hahahaha" Aensley Zeyn dan Deo tertawa bebarengan
"O iya kalian mau pesan apa" tanya Deo
Aensley, Zeyn dan ka Nesya sudah memesan dan Deo mengatakan ok, setelah mereka memesan makanan.
"eh Deo tunggu" cegah Zeyn
Deo langsung berhenti dan menghadap ke Zeyn.
"Apa ini cafe punya lo,?" tanya Zeyn
"Yoi" jawab Deo
"Biar pelayan lu aja yang nganter duduk dan makan bareng kita aja , ayolah Deo" ucap Zeyn
"Emm okok" jawab Deo
Deo memanggil pelayan dan menyuruhnya untuk membuatkan menu gang sudah mereka pilih.
ka Nesya hanya diam, karena ka Nesya tidak kenal dengan Deo, ka Nesya hanya memainkan ponselnya.
"Kalian udah nikah berapa bulan si" tanya Deo ke Aensley dan Zeyn
"Udah sepuluh bulan" jawab Aensley
"Kasih gua ponakan dong" kata Deo lalu tertawa
"Bikinnya susah boy" jawab Zeyn tanpa malu
Aensley sudah malu, karena di depannya ada ka Nesya yang menahan tawa.
"lah lu ngapa kagak nikah nikah si Deo" tanya Aensley
"Susah Sley, dapetin cewek sekarang tuh" ucap Deo lesu
"Makannya jangan diem terus lu, pantesan kagak dapet dapet" kata Zeyn
"Dih paan sih, gua udah kagak pendiem lagi ko" kata Deo
Makanan yang mereka pesan sudah datang, dan mereka menyantapnya.
"*Gila nih cowok ganteng, tapi ko temen adek gua si" gumam ka Nesya dalam hati
"Ini siapanya Zeyn si, apa istri kedua Zeyn ya" gumam Deo dalam hati*
seusai mereka makan siang mereka mengobrol dahulu dengan Zeyn dan Aensley dan ka Nesya hanya diam.
Setah mereka selesai ngobrol, mereka pulang.
Dan di dalam mobil hanya diam, hanya ka Nesya yang tidak bisa diam yang mengikuti lagu yang di putar Zeyn.
"Udah gosah nyanyi, kalo suara lu kek gitu" ucap Zeyn
"Bodoamat" ketus ka Nesya
Aensley hanya menahan tawanya, karena adek sama kakak tidak pernah akur jika ketemu, dan benar kata mama Clara, mereka bertengkar tidak tahu tempat.
Sesampainya mereka di dalam apartemen, ka Nesya langsung merebahkan tubuhnya di atas sofa di ruang tamu.
"Iya Aensley sayang" jawab ka nesya
"Lu nginep sehari ajakan" tanya Zeyn agak meledek
"Lo pelit sama gua, gua sumpahin kuburan Lo sempit Zeyn" ucap ka Nesya
"Dih parah lu nyumpahin adek sendiri" kata Zeyn lalu tertawa
"Bodoamat, gua mau ke kamar" kata ka nesya lalu berjalan menaiki tangga
"Sayang kamu gak boleh gitu Lo sama ka Nesya, dia itu kakak kamu" ucap Aensley
"Iya tuh dengerin kalo istri ngomong" sahut ka nesya dari arah tangga yang belom masuk ke dalam kamarnya
"Hahahahaha" tawa Aensley pecah
"Udah sana Lo masuk gosah ganggu suami istri yang mau enak enak" kata Zeyn yang senagaja mengeraskan suaranya
Aensley malu karena Zeyn mengatakan terang terangan di depannya dan ada kakaknya.
Aensley langsung mencubit pinggang Zeyn dengan keras, sanpai zeyn mengaduh.
Ka Nesya masuk ke dalam kamar lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang ukuran tidak terlalu besar.
"*Tadi cowok ganteng banget si, tapi pasti umurnya tua gua" gumam ka Nesya
"Huaaaa gue pengen nikah, tapi sama siapa ya" gumam ka Nesya*
Ka Nesya sedang membayangkan cowok tadi yaitu Deo, tiba tiba ka Nesya ketiduran.
Aensley dan Zeyn sudah masuk kamar, dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang ukuran size.
Zeyn sebenarnya ingin ikut ke Indonesia ingin bertemu kakek dan neneknya, karena sudah lama Zeyn tidak melihatnya.
"Sayang kenapa" tanya Aensley yang masih duduk di samping Zeyn
"Aku tidak apa apa, kemarilah" Kata Zeyn
Aensley langsung merosot dari duduknya dan merebahkan tubuhnya di samping Zeyn, lalu memeluknya.
"Kenapa" tanya Aensley
"Tidak, aku tidak apa apa" ucap Zeyn lirih
Haaaaaaaa huaaaaaaaaa hiks hiks mama papah huaaaa hiks
"Sayang ada apa dengan ka Nesya" ucap Aensley khawatir
"Ayo cepat temui dia sekarang" ucap Aensley
Zeyn ikut panik, Aensley dan Zeyn langsung turun dari ranjang, lalu ke kamar ka Nesya, untungnya kamar itu tidak di kunci oleh ka Nesya, jadi Zeyn dan Aensley langsung masuk ke dalam kamar.
Buahahahahahaha hahahahahahahaha.
Zeyn tertawa melihat kakaknya mengigau.
Zeyn terus saja tertawa sampai memegangi perutnya.
begitu juga dengan Aensley, Aensley ikut tertawa tapi tidak sekeras Zeyn.
Lalu Zeyn ke kamar mandi mengambil Air dengan gayung dan mencipratkannya ke wajah ka Nesya.
"Sayang jangan, biarkan saja, mungkin ka Nesya kelelahan" cegah Aensley
"Ok baiklah" lalu Zeyn membuang air itu di lantai kamar mandi
Saat Zeyn dan Aensley hendak keluar tiba tiba ka Nesya terbangun.
"Loh kalian ngapain, ko disini" kata ka Nesya
"Tidak apa apa kakakku tersayang" ucap Zeyn yang menahan tawanya
Aensley dan Zeyn lalu keluar dan menutup pintunya, dan mereka masuk ke dalam kamar mereka untuk mandi.
"*Kenapa si, mereka ko ke kamar" gumam ka Nesya
"Ah bodoamat, gua mau mandi" gumam ka Nesya*
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa like, komen, vote, dan faforitkan 🤗