My Enemy MY Soul Mate

My Enemy MY Soul Mate
# 25. Flashback Makan Malam Dengan Keluarga Zeyn



Masakan yg di masak Aensley dan Zeyn sudah siap untuk di makan, Tidak tahu rasanya enak atau tidak akan mereka makan, Karena menghargai Aensley dan Zeyn yang susah payah memasaknya.


"Papa, Mama ayo ma kita makan malam bersama" ajak Aensley


"Iya sayang, Mama kesini malah merepotkan mu ya,?" tanya mama Clara


"Eh mama apaan si, enggak ko ma enggak ngeroptin sama sekali, Aensley malah suka kalo kita makan bersama" Kata Aensley, Agar tidak terlihat cuek sama mertuanya


"Zeyn mana sayang" tanya mama Clara


"Zeyn masih ganti baju ma" jawab Aensley


lima menit kemudian Zeyn datang dan membawa dua bungkus oleh oleh dari papa GEO dan mama dara.


"Dari tadi ya ma, pa" tanya Zeyn


"Enggak ko Zeyn, kita barusan datang" ucap ka Nesya


mereka semua sudah berkumpul di meja makan, Mama mengambilkan nasi+lauk untuk papa GEO dan Nesya, Aensley mengambilkan nasi untuk Zeyn.


fikir Aensley, Aensley tidak mungkin tidak mengambilkan nasi suaminya dikira Aensley tidak menyayanginya, ( padahal emng iya sayangnya masih dikit wkwk )


"Wah Adik ipar memang pintar masak ya, enak banget masaknya" kata ka Nesya


"Hehe biasa aja ka, Enakan juga masakan mama" kaya Aensley dengan melihat ke arah mama Clara


"Ya ampun serasa mau terbang gua, ini aja masaknya liat google 🤣🤣" batin Aensley menertawai dirinya sendiri


Zeyn dan papa Indra hanya diam ,dan hanya senyum senyum sendiri melihat wanitanya saling memuji.


***


Seusai makan malam papa Indra mengajak Zeyn ngobrol di ruang kerja milik Zeyn.


"Zeyn Sebelum kamu lulus wisuda, Kamu harus benar benar siap menggantikan papa" jelas papa Indra


"Iya pa Zeyn udah siap ko, Zeyn juga sering sering baca buku" jawab Zeyn


"Anak pintar, papa tidak menyangka Zeyn kau sudah dewasa" ucap papa Zeyn dengan menepuk bahu Zeyn


"Udah dong pa" jawab Zeyn dan melihatkan senyum lesung pipinya


"Yaudah Zeyn papa sama Mama akan pulang" kata papa Indra


"Iya pa"jawab Zeyn, lalu berdiri mengikuti papa Indra keluar dari ruangan kerja Zeyn


"Aensley, Zeyn Mama, Papa pulang dulu ya sayang" kata mama Clara lalu mencium Zeyn dan menantu kesayangannya


"Loh Mah, Pah Nesya gak di ajakin pulang,? " tanya Nesya dan memajukan bibirnya


"Ka Nesya disini saja, Membantu menantu mama cuci piring" ledek Zeyn


"Hah adik kurang ajar kau Zeyn" Seru ka Nesya


Zeyn berlari karena di kejar oleh Nesya yg ingin mencubitnya.


"Kemari kau Zeyn" teriak ka Nesya lalu melemparkan bantal di sofa


"Hey kalian sudah dewasa jangan seperti dulu lagi" kata papa GEO, lalu mama Clara dan Aensley tertawa bersama


Mereka berdua berhenti dan Nesya langsung membisiki Aensley.


"Kenapa kau mau menikah dengan adik gilaku Aensley gadis cantik" bisik Nesya


"Ah hahahaha" tawa Aensley


Zeyn mengerutkan keningnya saat melihat Aensley di bisik ka Nesya.


lalu Nesya pergi meninggalkan apartemen Zeyn, dan di ikuti papa Indra dan mama Clara.


"membantu tidak ya" fikir Zeyn yg ingin membantu Aensley tapi ragu


Zeyn Mengikuti Aensley dari belakang untuk membantu Aensley.


Zeyn memberanikan diri untuk bertanya kepada Aensley.


"Apa perlu bantuan Ku" tanya Zeyn


"Kenapa dia selalu membantuku, aku tidak mau jatuh cinta , ah tapi aku kn sudah menikah dengannya ,kenapa aku bodoh" gumam Aensley memaki dirinya


"Baiklah aku bantu" imbuh Zeyn, karena Aensley tidak menjawab tapi malah mikir panjang.


***


Seusai mereka berdua selesai membereskan semuanya, Aensley tampak kelelahan, lalu Aensley duduk di meja makan dan Zeyn sedang menata piring.


Aensley tiba tiba tertidur karena kelelahan.


Aensley masih menggunakan celmek dan memegang Lap dapur.


"Akhirnya selesai juga" ucap Zeyn lalu menaruh kepalanya di meja makan bersampingan dengan Aensley


"Ya ampun kenapa sudah tidur, apa dia kelelahan,?" Tanya zeyn dalam hati lalu mendekatkan wajahnya dengan wajah Aensley untuk Melihat matanya ,benar tidur atau tidak.


"Kenapa dia anggun, jika sedang tidur" gumam Zeyn lalu menyelipkan anak rambut kepalanya ke telinga


Zeyn membopong Aensley ke kamar dan menaruhnya sangat jati hati, karena takut terbangun dan membuat Aensley jadi malu.


Di ikuti dengan Zeyn tidur di sebelah Aensley,tiba tiba Aensley memeluk Zeyn saat Zeyn akan memakaikannya selimut.


"Wah dia memeluk ku," gumam Zeyn , tersenyum tipis di bibirnya


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa tekan like, Vote, Bintang 5 dan FaforitkanšŸ¤—ā¤ļø