
Pagi sekali Aensley sudah bangun dan sudah mandi.
Hari ini Aensley sangat bahagia dan ia tidak merasakan mual dan pusing di pagi hari, Tetapi kadang juga ia masih merasakannya di siang dan malam hari.
Zeyn masih tidur pulas saat istrinya membangunkan ia selalu saja bilang lima menit lagi membuat Aensley kesal
akhirnya Aensley punya ide agar Zeyn bangun.
"Papa, Baby lapar" ucap Aensley dengan nada seperti anak anak
Zeyn langsung membuka mata dan mengelus perut Aensley lalu mengecupnya.
"Baiklah Papa akan masak buat baby papa"
"O iya anak papa disana makanan kesukaannya sama ya, apa beda,?" tanya Zeyn sambil menaruh kepalanya di perut istrinya
"Sepertinya sama sayang" jawab Aensley lalu mengusap kepala Zeyn
Aensley selalu senyum senyum sendiri ketika melihat suaminya berbicara lucu pada bayi yang ada di dalam perutnya.
Akhirnya Zeyn mandi dan Aensley menyiapkan baju untuk Zeyn dan menunggunya di pinggir ranjang dan memainkan ponselnya.
Mama Dara♥️
*Sayang mama merindukanmu
**Aensley***
Aensley juga merindukan mama
Lusa Aensley dan Zeyn akan kerumah mama🤗
Mama Dara♥️
Iya sayang, mama akan menunggu anak dan menantu mama😚
Zeyn keluar dari kamar mandi lalu langsung masuk ke dalam ruang ganti.
Zeyn keluar dan Aensley bingung melihat Suaminya yang tidak mengenakan baju kantornya, ia hanya menggunakan kaos dan celana pendek.
"Sayang apa kau tidak bekerja,?" tanya Aensley
"Tidak sayang, aku akan menghabiskan waktuku untuk mengobrol dengan baby disini" kata Zeyn lalu menunjuk perut istrinya lalu menciumnya
"Haha kau ini lucu sekali, dia masih sangat kecil" ucap Aensley
"Iya aku tau, tapi aku sangat menginginkan mengobrol dengannya" kata Zeyn
"Baiklah Presidir kan bebas" ujar Aensley
Mereka semua sudah ada di meja makan untuk menyantapnya.
Aensley diam tetapi tidak dengan Zeyn ia selalu menawarkan roti gandumnya pada baby yang ada di dalam perut istrinya membuat Aensley selalu tertawa.
"Sayang tadi mama dia merindukanku dan aku merindukannya juga, apa kau mau lusa kita menginap" kata Aensley
"Biar mama papa yang kesini kau tidak boleh kelelahan, dan nanti malam undang mereka untuk makan malam bersama dan aku akan memberitahunya jika mereka akan memiliki cucu kembar" ucap Zeyn lalu tersenyum dan mencium kening Aensley
Usai sarapan sejoli itu keluar untuk joging, Aensley dan Zeyn tidak lari mereka berdua hanya jalan biasa dan itupun tidak terlalu jauh agar Aensley tidak kelelahan dan agar ibu dan baby sehat.
"Sayang apa kau lelah,?" tanya Zeyn
"Tidak, tenanglah jangan khawatirkan aku" jawab Aensley
Mereka berdua berhenti istirahat dan duduk di kursi taman yang tidak terlalu besar.
Zeyn mengambil air mineral yang ia bawa lalu meminumnya lalu ia berikan kepada istrinya juga.
"Zeyn apakah Nadia sudah kembali ke Indonesia,?" tanya Aensley
"Mana aku tau sayang, memangnya kenapa,?" tanya Zeyn balik
"Emm aku hanya takut jika ia membenciku dan akan melukaiku saat aku hamil" jawab Aensley yang memasang wajah sedih
"Tidak ada yang akan melukaimu dan baby kita, aku suruh orang orangku untuk mengawasinmu saat kamu dirumah dan saat kita pergi berdua dan saat kamu pergi sendiri" ujar Zeyn lalu merangkul Aensley
"Dan akan ku pastikan Nadia sudah kembali ke Indonesia, agar kau tidak khawatir" imbuh Zeyn
Aensley menganggukan kepalanya lalu ia menginginkan buah durian dan saat itu belum saatnya musim durian.
"Zeyn kau lihat pohon durian itu tidak,?" tanya Aensley lalu menunjuk pohon yang belum berbuah
"Iya aku melihatnya, kenapa? tanya Zeyn
"Aku ingin makan buahnya" jawab Aensley lalu mengusap perutnya
"Tapi ini tidak musim sayang, jika sudah musim aku akan memberikanmu sebanyak yang kau inginkan" ujar Zeyn
"Tapi aku menginginkannya sekarang papa" kata Aensley dan mengelus perutnya
"Sayang kau aneh sekali, ini belum musimnya, mana ada" kata Zeyn lalu memgangi perut istrinya
"Hiks hiks aku menginginkannya" kata Aensley lalu pura pura menangis dan memanyunkan bibirnya
"Ko nangis si, yaudah nanti papa cariin ya, jangan sedih lagu baby papa" kata Zeyn lalu mengecup perut Aensley dan mengelusnya
Setelah mendengar jawaban Zeyn, Aensley langsung diam dan tersenyum kepada Zeyn.
Mereka berdua pulang dan Zeyn menggendong Aensley, mereka di perjalanan selalu tersenyum.
Meraka sampai di rumah, Zeyn langsung ke kamar dan Aensley mengikutinya menaiki tangga.
"Sayang aku ingin berenang" kata Aensley
"Berenang? apa kau tidak lelah,?" tanya Zeyn lagi
"Tidak, aku berenang ya, jika kau tidak ikut disini saja" ucap Aensley
"Tidak aku akan ikut denganmu" jawab Zeyn cepat
Mereka berdua sudah berenang Aensley berenang dengan cepat sampai sampai Zeyn kalah dengan Aensley padahal bukan perlombaan ya wkwk.
"Baby papa, cepat besar ya, nanti kalo baby udah keluar cepet besar juga agar menjadi penerus papa" kata Zeyn
"Haha sayang sabar dong dia masih sangat kecil sekali" kata Aensley lalu tertawa
"iya sayang aku akan sabar menunggunya" jawab Zeyn lalu menggelitiki kaki Aensley yang masih selonjoran
Mereka sudah selesai berjemur, saatnya mereka mandi dan istirahat
Zeyn tidak mau Aensley kelelahan dan sakit.
***
Jam sudah menunjukan pukul 4:00 Mereka berdua bangun dan Aensley menelfon orangtuanya begitu juga dengan Zeyn
Jam 6:30 Orang tua mereka semua datang bersamaan.
Pak Dion membukakan pintu untuk mereka lalu mereka masuk dan duduk di sofa ruang tamu.
Zeyn dan Aensley masih di kamar untuk bersiap siap, dan bik dewi mengetuk pinyu kamar mereka
"Tuan, nona, keluarga anda sudah datang dan mereka ada di ruang tamu" ucap bik dewi sopan
"Iya bik sebentar lagi kita akan turun" jawab Zeyn
Sebelum turun Aensley mengingatkan suaminya agar membawa tespek dan beberapa foto hasil USG.
Mereka berdua sudah turun, orangtua mereka bingung kenapa Zeyn membawa map.
"Ayo ma pa, kita makan makan dulu" ajak Zeyn
Mereka semua berjalan ke ruang makan dan mendudukan dirinya di kursi meja makan, dan ada ka Nesya juga yang datang.
"Wah makanannya enak banget ya" kata ka Nesya
"Iyadong" jawab Zeyn
Mereka semua berbincang bincang tentang perusahaan dan bicara yang lainnya.
Usai makan Mereka langsung duduk ke ruang tamu lagi setah lima menit mereka berbincang bincang, akhirnya Zeyn membuka suara untuk mengumumkan bahwa mereka akan memiliki baby kembar.
"Mama papa kalian akan memiliki cucu kembar" kata Zeyn dan Zeyn langsung menaruh tespek dan foto USG istrinya
Mereka semua menatap sejoli itu dengan bergantian dan mereka semua mulai berkaca kaca saat melihat tespek itu benar ada garis dua.
Mama Dara mengambil taspek dan melihat gambar USG putrinya, mam Dara meneteskan air mata bahagianya dan memeluk putrinya dan menciumnya beberapa kali.
Kini saatnya Mama Clara yang memeluk Aensley dan menciumnya, mama Clara tak henti hentinya berterimakasih kepada menantunya dan mengusap perut yang sudah terlihat besar sedikit.
"Cucu Oma baik baik ya Disana, jangan menyusahkan mama sama papa baby ya" kata mama Clara lalu mengusap perut menantunya lagi
Semua orang tertawa karena mendengarkan ucapan mama Clara yang sangat mirip sekali dengan Zeyn.
"Aensley sayang selamat ya, jaga kesehatan ponakanku, dan jangan terlalu lelah" kata ka Nesya
Aensley meneteskan Air Matanya lalu memeluk ka Nesya.
Acara peluk memeluk sudah selesai saatnya mereka pulang, karena jam sudah menunjukan pukul ***09:30
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai hai🤗 jangan lupa like, vote, Faforitkan dan bintang limanya 👌😗 biar author tambah semangat 🖤***