My Enemy MY Soul Mate

My Enemy MY Soul Mate
# 57. Mengenalkan



Hai hai selamat membaca kesayangan author 🤗


Setelah mengiyakan ajakan Deo, ka Nesya Berjalan beriringan dengan Deo, sebenarnya Deo ingin menggandengnya tapi ia malu Karena ka Nesya bukan siapa siapanya, hanya Teman tetapi ada arti yang tidak orang ketahui wkwk


Mereka berdua sampai di tempat duduk ka Nesya langsung duduk di samping Deo lalu Senyum kepada Zeyn dan Aensley, Zeyn dan Aensley bingung kapan kakaknya datang.


"Kenalin ini Nesya, eh ka Nesya hehe dia yang nolongin gua waktu kecelakaan dia kakaknya Zeyn" ucap Deo sambil melirik ke arah Zeyn


"Hah kakaknya Zeyn, cantik banget tapi adeknya ko kek pantat panci si" kata si Asraf


"Awas aja Lo Sampek ngembat kakaknya Zeyn" Gumam Deo dalam hati sambil melirik ke arah Asraf


Ka Nesya hanya tertawa kecil melihat ekspresi Zeyn karena ucapan sahabatnya tadi.


"Dih apaansi gua ganteng kali, buktinya gua udah laku" balas Zeyn sewot


"Hahaha udah udah, suamiku yang paling ganteng" ucap Aensley membuat semua yang ada di meja lingkar itu tertawa


Tiba tiba Asraf berdiri dan duduk di samping Ka Nesya membuat Deo kesempitan, sampai Deo berdecak kesal


"Lo itu bukan bocah, nyempil aja sukanya kayak upil" ketus Deo, karena Deo tidak suka Jika Asraf dekat dekat dengan ka Nesya, Padahal belom ada hubungan apa apa, dasar cinta huh wkwk


"Lo pindah sana dulu ya Deo, gua masih pengen duduk sama cewek cantik" kata Asraf lirih di telinga Deo


"Shitt" gumam Deo, lalu Deo mengalah duduk di sebelah Kevin


"*Dih ni cowok ganjen banget si nempel nempel gua" gumam ka Nesya dalam hati


"Ko Deo kayak nggak suka ya kalo sahabatnya Deket Deket sama gua" gumam ka Nesya dalam hati*


"Hai ka Nesya" sapa Asraf sambil mengedipkan matanya


"Hai" jawab ka Nesya singkat lalu senyum


"O iya panggil Nesya aja ya kalian jangan ada kakaknya biar keliatan masih muda wkwk" kata ka Nesya


"Yang namanya kakak tu ya tua begek" kata Zeyn sambil mengejek


"Bodoamat" kata ka Nesya sambil mengebaskan rambutnya sampai mengenai wajah Asraf


"Eh maaf ya kenaan ya, maaf ya" kata ka Nesya sambil mengusap wajah Asraf dengan lembut


"Kenapa harus di usap wajahnya si" gumam Deo


"Lembut banget tangannya, nikah yuk" ucap Asraf yang mulai gesrek


"Hah nikah" ucap Deo dan ka Nesya Bersamaan, mereka saling pandang lalu Zeyn berdehem membuat mereka sadar


"Gays gua pulang duluan ya, gua lupa apartemen gua nggak gua kunci" kata Aeyla


"Ya ampuy padahal masih bentar banget" kata Deo


"Besok gua maen lagi deh, kalo Lo masih kangen sama gua hehe" kata aeyla


Akhirnya Aeyla pergi meninggalkan cafe milik sahabatnya lalu pergi memecah jalanan yang cukup ramai.


"Dari dulu gua suka sama Lo EO tapi kenapa Lo nggak peka peka, emangsi gua nggak ngeliatin rasa suka gua sama Lo, karena gua takut Lo nggak suka sama gua, dan selama ini gua Pendem sendiri hiks...hiks" batin Aeyla menangis


Di cafe tinggal ada tujuh sahabat yang masih bercerita tentang bagaimana mereka bisa seromantis ini dan menceritakan kehamilan pertamanya yang mintanya aneh aneh.


Maaf ya author nggak ceritain ngidamnya Aensley yang aneh aneh soalnya author bingung mau ngidam yang kayak mana, soalnya author belom pernah ngidam dan belom pernah hamil wkwkw.


Setelah tiga puluh lima menit Aeyla pulang ke Apartemen Jasmine, Asraf, Kevin dan Fiona pulang ke Apartemen masing masing.


Disana masih ada empat orang dan ternyata orangtua Nesya dan Deo sudah pulang, karena para orangtua mempunyai rencana sesuatu wkwk, ada ada aja ya orang tua yang kek beginian suatu k kebanggan emang hehe


Aensley beberapa kali menguap, lalu Zeyn mengajaknya pulang, saat Aensley dan Zeyn akan berdiri, ponsel Zeyn berdering karena papanya menelfonnya.


"Papa sudah pulang sayang, bilang ke kakakmu suruh dia pualng naik taxi atau minta di anter oleh Deo, kan rumah kamu dengan rumah papa tidak searah*"


Zeyn sengaja me Loud speaker agar kakaknya mendengarkannya.


"Nggak mungkin dong gua pulang di anterin Deo, mu lah gua" gumam ka Nesya dalam hati


"Yaudah yuk ka aku anter" kata Deo lalu melebarkan senyumnya


"Senyumnya manis banget si adek ganteng hihi" gumam ka Nesya dalam hati


"Yaudah gua duluan ya, kasian anak sama istri gua, oh ya Deo Lo harus hati hati duduk di samping kakak gua dia suka molor, kalo dia molor, buang aja di pinggir jalan" kata Zeyn lalu tertawa


"Eh enggak ya" kata ka Nesya lalu melototkan matanya ke Zeyn


Ka Nesya memang seperti sudah mengantuk, Ia mulai memejamkan matanya lalu ia bangun lagi karena malu disni cuman ada Deo dan dirinya.


"Kalo ngantuk tidur aja ka, nanti Deo bangunnin kalo udah Sampek hehe" kata Deo cengengesan


"Hemm" jawab ka Nesya singkat


"Buset cuek banget" gumam Deo dalam hati


Tak butuh waktu lama, ka Nesya sudah menutup matanya, ia sudah sangat mengantuk, karena jam segini ia sudah tidur


Dua puluh lima menit kemudian mereka berdua sampai, karena jalanan yang lenggang membuat Deo bisa cepat untuk mengendarai mobil sportnya.


"*Bangunin nggak ya, kalo di bangunin kasian" gumam Deo sambil melihat wajah ka Nesya yang cantik


**Hahaha aku sebenarnya suka denganmu tapi kadang aku ragu hahah***. Ka Nesya mengigau membuat Deo kaget, yaiyalah kaget masih di tatap wajahnya tiba tiba ngomong sendiri kan kaget guehhh hhhhh


Tiba tiba mama Clara mengetuk pintu mobil Deo, membuat Deo parnok dikira apa kan ya eh malah emaknya wkwk.


"Eh Tante, ka Nesya tidur Tan Deo mau bangunin tapi kasian, mungkin om Indra bisa membopongnya" ujar Deo berkata sopan


"Papanya udah tidur gimana dong, Tante udah nggak kuat lagi, gimana kalo kamu aja kamu kan cowok, pasti kuat" kata mama Deo yang beralasan


"Hah gua" kata Deo sambil menelan salifnya


Mama Clara menganggukan kepalanya Kepada Deo, lalu Deo menurut dan Membopong ka Nesya yang lumayan berat hehe


Deo sudah masuk kedalam rumah dan mama Clara menunjukan kamar milik ka Nesya.


"Deo Tante ke kamar dulu ya mau nyusul om, Tante juga udah ngantuk" ucap mama Clara


"Em oh iya Tante" kata Deo gugup dan malu


"Astaga harus naik tangga sepanjang ini, OMG" gumam Deo


Deo menaiki tangga satu persatu dan akhirnya sampai di kamar gadis yang bercat putih dan abu abu, karena ka Nesya tidak menyukai warna ping mungkin karena ia agak sedikit tomboi kali ya hehe


Deo menaruh tubuh ka Nesya di ranjang Dengan pelan dan hati hati agar tidak terbangun.


"Huh" kata Deo setelah merebahkan tubuh ka Nesya di ranjang


Deo keluar dari kamar lalu meninggalkan rumah tersebut dan ia akan pulang ke rumah orangtuanya untuk beristirahat.


🌻


🌻


🌻


Kesayangan author jangan lupa like, komen, Faforitkan dan bintang limanya 🤗


Maaf jika banyak typo🙏