My Enemy MY Soul Mate

My Enemy MY Soul Mate
# 33. Fokus!



Zeyn dan Aensley sudah masuk ke dalam kamar, dan bergantian untuk mandi.


Sebenarnya Zeyn mengajak mandi Aensley berdua, namun Aensley tidak mau.


Aensley tau apa yang akan terjadi.


Aensley dan Zeyn sudah selesai mandi dan sekarang saatnya mereka makan malam.


Aensley sedang memasak, tiba tiba Zeyn memeluknya dari belakang dan menciumi tengkuk leher Aensley, membuat Aensley geli.


"Jangan menggangguku, nanti kalau makanannya tumpah bagaimana" kata Aensley


"Tidak akan, sini aku bantuin" kata Zeyn


Zeyn melepaskan pelukannya dan mengambil alih sepatula yang tadinya di pegang oleh Aensley.


"Duduklah aku akan menyiapkannya" kata Zeyn


"Jangan sayang, apa kau bisa" tanya Aensley, takut makanannya gosong atau tidak enak jika yang memasaknya Zeyn.


karena Aensley belum pernah melihat Zeyn memasak.


"Jangan khawatir, aku pasti bisa sayang" jawab Zeyn, lalu membulatkan tangannya


Makan malam sudah jadi saatnya mereka menyantapnya.


Aensley mengambilkan Zeyn nasi dan lauknya.


Saat Aensley menyuapkan satu sendok ke mulutnya, Aensley menganga dan menatap Zeyn lalu tersenyum.


"Apakah enak rasanya, Apa kau suka,?" tanya Zeyn


"Good sayang, aku suka" ucap Aensley dan mengajukan kedua jempolnya


"Kalau kau suka, beri aku hadiah" kata Zeyn


"Hadiah apa,?" tanya Aensley


"Enak enak" jawab Zeyn lalu tersenyum sok manis ke arah Aensley


"Huh" Aensley membuang nafas dengan kasar, karena mereka sudah lama tidak melakukannya


"Baik pak Presidir" jawab Aensley, lalu memamerkan gigi putihnya


Mereka berdua selesai makan, saatnya Aensley membereskannya.


Dan Zeyn pergi ke ruang kerja ingin melihat file yang di kirim Fani tadi saat di kantor.


Aensley sudah beresan dan kembali ke kamar.


Dan ternyata Zeyn sudah ada di kamar di tempat tidur, lalu tersenyum tipis ke arah Aensley yang baru saja masuk.


Aensley langsung ke kamar mandi untuk bersih bersih, lalu Aensley ke ruang ganti dan menggantinya dengan baju tidur.


Apakah Zeyn akan memakanku habis malam ini. gumam Aensley


"Sayang kenapa lama sekali, apa kau bersemedi di sana" ledek Zeyn


"Ah iya sebentar" jawab Aensley


Aensley keluar dari ruang ganti dan merebahkan tubuhnya di samping Zeyn.


Zeyn langsung memeluk Aensley dan menidurkan di bagian dada Aensley dan memeluknya erat.


Aensley mengelus puncak kepala Zeyn seperti Anak yang di manja Ibunya.


Dutt..pret prett


"Zeynnn" teriak Aensley lalau melepaskan pelukannya dan menjauh dari tubuh Zeyn


"Hahahaha maafkan aku sayang, ini tidak bau kok" kata Zeyn lalau mengendus endus baunya


"Jangan bohong" kata Aensley yang masih menutup hidungnya dengan kedua tangannya


"Tidak sayang" ucap Zeyn


Lalu Aensley mendekat dan mengendus endus baunya, baunya sudah tidak ada, sepertinya memang tidak bau Aensley saja yg lebay, padahal menikah sudah sepuluh bulan tapi masih saja seperti itu.


Aensley menurut apa yang di katakan Zeyn, Aensley menidurkan tubuhnya di samping Zeyn lalu memeluknya juga.


Tangan Zeyn sudah menggerayahi dada Aensley dan bagian sensitif Aensley.


"Sayang" ucap Aensley


"Mau anak berapa" tanya Zeyn


Aensley masih berfikir dan menatap Zeyn, Tapi Zeyn sudah ******* bibir Aensley, membuat Aensley susah untuk bernafas.


Zeyn melepaskan ciuman panas mereka dan mulai menciumi tengkuk leher Aensley hingga menciptakan tanda di sana.


Membuat Aensley mengerang, Zeyn pindah di tempat yang Zeyn sukai.


Semakin dalam Zeyn melakukannya membuat erangan Aensley tambah mengeras dan menambhakan gairah untuk Zeyn.


"Sayang kau mau berapa" tanya Zeyn


"Terserah kau" jawab Aensley dengan erangan kecil


Zeyn tambah bergairah mendengar jawaban Aensley.


Aensley sudah pasrah, Aensley sudah tak berdaya, Aensley hanya mengikuti bagaimana Zeyn memainkannya yang terkadang halus dan kasar.


Semakin malam Zeyn memainkan Aensley tanpa henti.


"Zeyn" ucap Aensley lirih


"Hemm" jawab Zeyn lalu tersenyum kepada Aensley


Cup


Zeyn menciumi lembut kening Aensley.


dan tangannya meremas gundukan gunung milik Aensley, dan menggigit ****** Aensley.


Zeyn berhenti dengan permainannya setelah mengeluarkan cairannya di dalam.


Zeyn menyelimuti tubuh mungil Aensley dan memeluknya erat. dan menciumi pipi Aensley dan mengusap puncak kepala Aensley


"Maafkan aku sayang jika aku menyakitimu" ucap Zeyn di telinga Aensley


Aensley yang mendengar Zeyn mengucapkan itu, Aensley tersenyum dan menaruh kepalanya di dada bidang Zeyn dan memeluknya erat.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Jangan lupa tekan like, Vote, dan binyang lima, dan Faforitkan 🤗


kasih semangat buat author dong, biar gak males nulis;v


ok😊***