My Enemy MY Soul Mate

My Enemy MY Soul Mate
# 12. part dua



Pagi sekali Aensley sudah terbangun karena merasakan yang tidak biasanya Aensley rasakan . aensley terbangun karna merasa tubuhnya berat seakan tertindih sesuatu . Aensley terkejut saat melihat Zeyn menindih badan nya dengan tangan kanannya yang berat .


" Apa dia senagaja memeluk ku , ih aku sangat risih dengan tangan ini , apa aku menyingkirkan saja tangan ini, tapi nanti dia akan bangun, ah sudahlah aku lemparkan saja tangan ini " gumam Aensley dalam hati


Aensley bangun dan menjauhkan tangan Zeyn dari tubuhnya dengan kasar , dan Aensley langsung saja duduk , ketika Aensley hendak menurunkan kakinya dari ranjang tiba tiba tangan itu melingkarkan di pinggang Aensley , Aensley sungguh terkejut , Aensley bingung terus memandangi tangan yang ada di pinggangnya , dengan cepat Aensley melepaskan tangan itu dengan pelan dan menggantikannya dengan bantal guling.


Aensley langsung saja masuk ke kamar mandi , membersihkan muka dan menggosok giginya .


" Kenapa dia memeluk ku, sungguh mengerikan " gumam Aensley dengan bergidik geli


" Lebih baik aku mandi, inikan bukan rumahku " gumam Aensley


krekkkk


pintu kamar mandi terbuka , Aensley yang hanya menggunakan handuk , terlihat belahannya langsung saja Aensley ke ruang ganti .


seusai mengenakan baju Aensley duduk di meja rias yang sudah di siapkan oleh pembantu yg ada di rumah Zeyn .


" Syukurlah lengkap " kata Aensley


" Hey kenapa kau tidak membangunkan ku gadis dingin " kata Zeyn dengan suara yang masih khas orang bangun tidur


" Kau kan bisa bangun sendiri, kenapa meminta bantuan ku " kata Aensley cuek dengan mengeringkan rambutnya


" siapkan air hangat untuk ku , aku ingin mandi " kata Zeyn,karena kesal makannya Zeyn menyuruh istrinya


" Kenapa kau menyuruhku,kau punya tangan untuk menggantinya dengan air hangat , kau punya kaki untuk berjalan ke kamar mandi " ketus Aensley


" Apakah kau lupa , kau siapa " kata Zeyn dengan senyuman licik di bibirnya


" Kau tidak ingat kata mama , dan papamu " imbuh Zeyn


Aensley berjalan menatap Zeyn dari kaca , dan berjalan ke kamar mandi dengan langkah yang kesal .


" Yang ihklas " kata Zeyn keras


" ihklas ko " kata Aensley dengan raut wajah yang biasa aja ( hh)


ketika Aensley duduk di pinggir ranjang , telpon Zeyn berbunyi


Druttt... Druttt... Druttt


Aensley langsung saja melihat dan tidak memegang nya, " *Asraf , bagaimana ini apa aku harus mengangkat nya , ahgg jangan " gumam Aensley dalam hati


**Krekkkk***


Pintu kamar mandi terbuka , kini hanya Zeyn yang menggunakan handuk sampai pinggang saja, Aensley langsung merubah duduknya mengarah ke arah balkon , karena malu. tapi tidak dengan Zeyn , Zeyn biasa saja selalu Bodo amat.


Zeyn berjalan ke arah ranjang dan mengambil ponselnya, melihat ada notif " Asraf panggilan suara "


" kenapa kau tidak mengangkat nya" tanya Zeyn pada Aensley


Aensley langsung saja menatap ke Zeyn dengan raut wajah yang kesal.


" Jika aku mengangkat nya terus gua ngomong gimana , apa gua bilang kalo gua ini istrinya Zeyn " kata Aensley dengan nada tidak suka


"Bagaimana aku bisa lupa " gumam Zeyn


" Maaf aku lupa " kata Zeyn dengan mentap Aensley


" Turunlah untuk sarapan bersama " ucap Zeyn


" Hemm " kata Aensley di jawab dengan deheman


***


di selah selah makan tiba tiba ayah bicara .


" Zeyn mau kemana kau berbulan madu " kata papa


" Bulan madu " tanya Aensley


" iya Aensley , kau kan baru menikah sayang , kau harus berbulan madu , agar terlihat lebih mesra dengan suamimu " kata mama Clara


" Aensley langsung saja mengernyitkan dahinya , dan menginjak kaki Zeyn "


Zeyn tahu apa maksud Aensley, Zeyn langsung saja bicara


" Emm lebih baik kalau Zeyn dan Aensley selesai wisuda pa , ma " kata Zeyn


" Ok baiklah tidak apa apa Zeyn " kata papa Zeyn


***


tiba tiba aeyla Vidio call Aensley , Aensley bingung , ingin mematikannya , tapi tidak mungkin dia tidak punya alasan lagi . langsung saja Aensley mengangkat dan berdiri di balkon depan kamar .


" Aensley aku sangat merindukanmu , susah berapa hari kita tidak bertemu , o iya Aensley aku besok dan teman teman semua akan pulang " kata aeyla bahagia


" syukurlah , kalian segara pulang , aku juga merindukanmu , dan merindukan yang lain " kata Aensley


" Aensley kenapa kamarmu berbeda , bukannya kamrmu ber cat putih dan kuning " kata aeyal bingung


" emm iya ini di kamar sepupuku aeyla " kata Aensley gugup


" O kata aeyla dengan membulatkan bibirnya


" sampai jumpa hari esok Aensley , see you " kata aeyla , dan langsung saja aeyla mematikan ponselnya.


Aensley bingung mau ngapain , Aensley langsung saja keluar dari kamar dan meninggalkan Zeyn di kamar sendiri, karena Aensley menginginkan jus alpukat.


Aensley langsung saja membuka pintu kamarnya lagi dan merebahkan tubuhnya di ranjang.


" Kenapa kau kembali " kata Zeyn


" tidak apa apa , aku hanya , em eh tidak " kata Aensley bingung dan malu


" apa kau ingin pulang dan bertemu mama dan papa mu " ledek Zeyn dengan menyunggingkan senyum di bibirnya


" Iya eh tidak " kata Aensley cepat .


" kan mama dan papamu belum pulang , apa kau mau jalan jalan biar tidak bosan " kata Zeyn


" Aku mau tapi dengan siapa " kata Aensley dengan memanyunkan bibirnya


" Denganku besok , tapi kita jaga jarak biar tidak terlihat kalau kita sudah menikah ataupun orang lain menganggap kita pacaran " kata Zeyn


sungguh sakit hati Aensley, karna tidak di anggap , Aensley langsung menjawab


" ok , baiklah aku juga tidak mau jika berdekatan denganmu , " ketus Aensley


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak ;)