
Pagi sekali Aensley sudah terbangun karena merasakan yang tidak biasanya Aensley rasakan . aensley terbangun karna merasa tubuhnya berat seakan tertindih sesuatu . Aensley terkejut saat melihat Zeyn menindih badan nya dengan tangan kanannya yang berat .
" Apa dia senagaja memeluk ku , ih aku sangat risih dengan tangan ini , apa aku menyingkirkan saja tangan ini, tapi nanti dia akan bangun, ah sudahlah aku lemparkan saja tangan ini " gumam Aensley dalam hati
Aensley bangun dan menjauhkan tangan Zeyn dari tubuhnya dengan kasar , dan Aensley langsung saja duduk , ketika Aensley hendak menurunkan kakinya dari ranjang tiba tiba tangan itu melingkarkan di pinggang Aensley , Aensley sungguh terkejut , Aensley bingung terus memandangi tangan yang ada di pinggangnya , dengan cepat Aensley melepaskan tangan itu dengan pelan dan menggantikannya dengan bantal guling.
Aensley langsung saja masuk ke kamar mandi , membersihkan muka dan menggosok giginya .
" Kenapa dia memeluk ku, sungguh mengerikan " gumam Aensley dengan bergidik geli
" Lebih baik aku mandi, inikan bukan rumahku " gumam Aensley
krekkkk
pintu kamar mandi terbuka , Aensley yang hanya menggunakan handuk , terlihat belahannya langsung saja Aensley ke ruang ganti .
seusai mengenakan baju Aensley duduk di meja rias yang sudah di siapkan oleh pembantu yg ada di rumah Zeyn .
" Syukurlah lengkap " kata Aensley
" Hey kenapa kau tidak membangunkan ku gadis dingin " kata Zeyn dengan suara yang masih khas orang bangun tidur
" Kau kan bisa bangun sendiri, kenapa meminta bantuan ku " kata Aensley cuek dengan mengeringkan rambutnya
" siapkan air hangat untuk ku , aku ingin mandi " kata Zeyn,karena kesal makannya Zeyn menyuruh istrinya
" Kenapa kau menyuruhku,kau punya tangan untuk menggantinya dengan air hangat , kau punya kaki untuk berjalan ke kamar mandi " ketus Aensley
" Apakah kau lupa , kau siapa " kata Zeyn dengan senyuman licik di bibirnya
" Kau tidak ingat kata mama , dan papamu " imbuh Zeyn
Aensley berjalan menatap Zeyn dari kaca , dan berjalan ke kamar mandi dengan langkah yang kesal .
" Yang ihklas " kata Zeyn keras
" ihklas ko " kata Aensley dengan raut wajah yang biasa aja ( hh)
ketika Aensley duduk di pinggir ranjang , telpon Zeyn berbunyi
Druttt... Druttt... Druttt
Aensley langsung saja melihat dan tidak memegang nya, " *Asraf , bagaimana ini apa aku harus mengangkat nya , ahgg jangan " gumam Aensley dalam hati
**Krekkkk***
Pintu kamar mandi terbuka , kini hanya Zeyn yang menggunakan handuk sampai pinggang saja, Aensley langsung merubah duduknya mengarah ke arah balkon , karena malu. tapi tidak dengan Zeyn , Zeyn biasa saja selalu Bodo amat.
Zeyn berjalan ke arah ranjang dan mengambil ponselnya, melihat ada notif " Asraf panggilan suara "
" kenapa kau tidak mengangkat nya" tanya Zeyn pada Aensley
Aensley langsung saja menatap ke Zeyn dengan raut wajah yang kesal.
" Jika aku mengangkat nya terus gua ngomong gimana , apa gua bilang kalo gua ini istrinya Zeyn " kata Aensley dengan nada tidak suka
"Bagaimana aku bisa lupa " gumam Zeyn
" Maaf aku lupa " kata Zeyn dengan mentap Aensley
" Turunlah untuk sarapan bersama " ucap Zeyn
" Hemm " kata Aensley di jawab dengan deheman
***
di selah selah makan tiba tiba ayah bicara .
" Zeyn mau kemana kau berbulan madu " kata papa
" Bulan madu " tanya Aensley
" iya Aensley , kau kan baru menikah sayang , kau harus berbulan madu , agar terlihat lebih mesra dengan suamimu " kata mama Clara
" Aensley langsung saja mengernyitkan dahinya , dan menginjak kaki Zeyn "
Zeyn tahu apa maksud Aensley, Zeyn langsung saja bicara
" Emm lebih baik kalau Zeyn dan Aensley selesai wisuda pa , ma " kata Zeyn
" Ok baiklah tidak apa apa Zeyn " kata papa Zeyn
***
tiba tiba aeyla Vidio call Aensley , Aensley bingung , ingin mematikannya , tapi tidak mungkin dia tidak punya alasan lagi . langsung saja Aensley mengangkat dan berdiri di balkon depan kamar .
" Aensley aku sangat merindukanmu , susah berapa hari kita tidak bertemu , o iya Aensley aku besok dan teman teman semua akan pulang " kata aeyla bahagia
" syukurlah , kalian segara pulang , aku juga merindukanmu , dan merindukan yang lain " kata Aensley
" Aensley kenapa kamarmu berbeda , bukannya kamrmu ber cat putih dan kuning " kata aeyal bingung
" emm iya ini di kamar sepupuku aeyla " kata Aensley gugup
" O kata aeyla dengan membulatkan bibirnya
" sampai jumpa hari esok Aensley , see you " kata aeyla , dan langsung saja aeyla mematikan ponselnya.
Aensley bingung mau ngapain , Aensley langsung saja keluar dari kamar dan meninggalkan Zeyn di kamar sendiri, karena Aensley menginginkan jus alpukat.
Aensley langsung saja membuka pintu kamarnya lagi dan merebahkan tubuhnya di ranjang.
" Kenapa kau kembali " kata Zeyn
" tidak apa apa , aku hanya , em eh tidak " kata Aensley bingung dan malu
" apa kau ingin pulang dan bertemu mama dan papa mu " ledek Zeyn dengan menyunggingkan senyum di bibirnya
" Iya eh tidak " kata Aensley cepat .
" kan mama dan papamu belum pulang , apa kau mau jalan jalan biar tidak bosan " kata Zeyn
" Aku mau tapi dengan siapa " kata Aensley dengan memanyunkan bibirnya
" Denganku besok , tapi kita jaga jarak biar tidak terlihat kalau kita sudah menikah ataupun orang lain menganggap kita pacaran " kata Zeyn
sungguh sakit hati Aensley, karna tidak di anggap , Aensley langsung menjawab
" ok , baiklah aku juga tidak mau jika berdekatan denganmu , " ketus Aensley
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak ;)