
Zeyn mengerjakan matanya, menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam matanya.
Zeyn menggeliat untuk merenggangkan tubuhnya.
Zeyn ingin memeluk selimut hidup yang ada di sampingnya, tetapi sudah tidak ada, membuat Zeyn duduk dan mencari sosok yang ia cari.
Hoekk... Hoeekk..Hoeekk
Dari kamar mandi Zeyn mendenngar suara orang muntah muntah, akhirnya ia mengetuk pintu kamar mandi
"Sayang" panggil Zeyn
"Sayang kau kenapa,? tanya Zeyn panik dan mengetuk ngetuk pintu, tapi Aensley tidak menjawabnya
"Sayang buka pintunya, ada apa denganmu?" tanya Zeyn tambah panik, yang mendengar Aensley muntah muntah tapi tidak membuka pintunya
Aensley sudah lemas, Aensley bersandar di dinding, ia menahan tubuhnya agar tidak ambruk dan memejamkan matanya.
"Sayang buka pintunya" ucap Zeyn dan meninggikan suaranya
Aensley yang sangat lemas, akhirnya ia paksakan untuk membuka pintu kamar mandi, saat ia membuka kamar mandi, ia langsung jatuh kedalam tubuh Zeyn, Zeyn tambah panik dan langsung membawanya ke ranjang dan menidurkannya, lalu menelfon dokter Auf.
Orang rumah yang sudah dibikin gupek dengan Zeyn, mereka semua bingung takut nyonya mudanya kenapa Napa, akhirnya dokter Auf datang.
Dokter Auf langsung masuk kedalam kamar lalu menanyakan kepada Zeyn, bagaimana bisa terjadi.
Dokter Auf mulai membuka tasnya yang berisi alat alat untuk mengecek keadaan Aensley namun di cegah oleh Zeyn.
"Apa kau akan menyentuhnya,?" tanya Zeyn
"Iya, kau ini bodoh apa bagaimana" ketus Dokter Auf yang kesal dengan Zeyn
"Kenapa kau tidak membawa perawat wanita tadi" ketus Zeyn
"Kau saja menghubungiku terburu buru, bagaimana aku bisa menghubungi orang di RS
"Baiklah, cepat periksa istriku" perintah Zeyn
Dokter Auf mulai memeriksa darah Aensley , rendah atau tinggi, ternyata rendah hingga membuat Aensley pingsan dan belum sadarkan diri.
Pemeriksaan selesai, Dokter Auf senyum senyum sendiri karena ia sangat senang
orang yang sudah di anggap saudara sendiri olehnya sekarang akan menjadi ayah.
"Hei kenapa kau senyum senyum,?"
"Apa kau sangat suka menyentuh tubuh istriku,?"
"Awas saja kau" ancam Zeyn
"Dady Zeyn" panggil Dokter Auf
"Hah, apa kau bilang,?" tanya Zeyn yang apakah ia salah mendengarnya
"Di dalam rahim istrimu, ada janin, dan kau akan menjadi seorang ayah, selamat Zeyn" ucap Dokter Auf
Mata Zeyn berkaca kaca, seolah tidak percaya tetapi ia percaya karena Dokter Auf adalah Dokter yang terbaik.
"Benarkah,?" tanya Zeyn memastikan lagi
"Iya tidak mungkin aku bohong, jika sudah sadar bawa ia ke rumah sakit, agar di beri vitamin" ujar Dokter Auf
"Baiklah, istriku harus makan apa, dan apa saja yang tidak boleh di makan, istriku harus minum susu apa?" tanya Zeyn panjang kali lebar
"Huh, nanti aku akan bilang pada pembantumu, agar menyiapkan makanan yang harus di makan oleh istrimu, jika aku memberitahumu, mana kau paham" ledek Dokter Auf
"Huh sialan, tugasmu memeriksa istriku sudah selesaikan, jika sudah pulanglah" usir Zeyn
"Kau mengusirku,?" tanya Dokter Auf kesal
Dokter Auf langsung berdiri, karena tidak mau berdebat dengan Zeyn di kamar.
Dan akhirnya Dokter Auf ke dapur untuk menemui pelayan untuk membuat masakan untuk Aensley yang bergizi dan sehat, karena nonanya sedang hamil.
semua pelayan yang ada di belakang semua gembira, dan Dokter Auf pergi meninggalkan pelayanan yang masih sangat senang mendengar nonanya hamil.
"Aku akan menjadi seorang ayah, benarkah, aku harus bekerja keras untuk mereka, aku menyayangi kalian" gumam Zeyn
Aensley membuka matanya ia masih sedikit pusing.
"Sayang kau sudah bangun" ucap Zeyn, lalu memeluk Aensley sampai sampai Aensley susah untuk bernafas
"Maafkan aku, aku sangat senang" imbuh Zeyn
"Kau tidak bekerja,?" tanya Aensley
"Tidak sayang, mana mungkin aku bekerja, meninggalkanmu yang sedang tidak sehat" ucap Zeyn
"Kenapa kau sangat senang?, apa kau senang aku sakit,?" tanya Aensley yang sedikit kesal
"Hah tidak sayang bukan begitu, disini ada buah hati kita" kata Zeyn lalu menunjuk perut Aensley yang masih rata
"Jangan bercanda Zeyn" kata Aensley lalu duduk dan menatap Zeyn serius
"Aku tidak bercanda sayang, barusan saja Dokter Auf pulang, nanti kita akan periksa ke Dokter dan untuk meminta vitamin" ucap Zeyn
Aensley meneteskan Air Matanya, ia tidak menyangka, akhirnya yang ia tunggu tunggu yang ia minta di kabulkan oleh sang pencipta
Aensley memegangi perutnya lalu memeluk Zeyn dan menangis bahagia.
Zeyn mengusap usap punggung Aensley agar Aensley tenang, dan berhenti menangis, lalu mencium kening istri tercintanya.
"Sudah jangan menangis lagi, ayo mandi setelah itu kita sarapan dan pergi ke Dokter untuk memeriksa anak kita di dalam" ucap Zeyn lalu tersenyum lebar ke arah Aensley dan mengecupi di bibir, kening, pipi kanan dan kiri
Mereka berdua mandi bersama, Zeyn memandikan Aensley dengan hati hati, agar ia tidak menginginkan hal seperti semalam.
***
Aensley dan Zeyn sudah ada di meja makan untuk sarapan, dan bik dewi sudah menyiapkan sarapan sendiri untuk Aensley.
"Loh ko sarapanku beda sendiri ya" kata Aensley bingung
"Biar kamu cepet pulih sayang, kata Auf kau harus makan makanan yang sehat" jawab Zeyn
Aensley hanya menganggukkan kepalanya, lalu mereka berdua menyantap makanan yang sudah di sediakan.
Usai sarapan pagi, mereka langsung pergi ke Rumah Sakit untuk memeriksanya.
Di dalam mobil mereka tidak banyak bicara
Setelah empat puluh menit kemudian mereka sampai Di Rumah Sakit milik keluarga Zeyn.
Betapa kagetnya Aensley, selama ia tinggal disini dan menjadi istrinya ia bahkan baru tahu, jika Rumah Sakit itu milik keluarga Zeyn.
"Sayang apa kau masih lemas, jika masih lemas, aku akan menggendongmu" kata Zeyn
"Tidak, aku bisa jalan sendiri" jawab Aensley
Meraka berdua masuk ke dalam Rumah Sakit
Mereka berdua sudah di sambut oleh Auf.
Auf langsung membawa mereka kedalam ruangan yang akan memeriksa Aensley dan janinnya.
Aensley sudah berbaring di atas ranjang, dan Zeyn duduk di samping Aensley dan memegang erat tangannya, agar Aensley tidak takut
Dokter Firda sudah memeriksa keadaan Aensley dan sekarang akan memeriksa kandungan Aensley.
"Selamat Tuan Zeyn kandungan istri anda sudah dua bulan dan bayi anda kembar" ucap Dokter Firda
Zeyn memandangi layar yang disana ada gambar sangat kecil, Aensley dan Zeyn saling menatap dan mereka meneteskan Air Matanya, lalu Zeyn memeluk Aensley dengan sayang.
"Terimakasih sayang terimakasih" ucap Zeyn lalu mengecupi kening Aensley
Aensley hanya menganggukan kepalanya dan masih meneteskan Air Mata bahagianya
Aensley sudah di kasih vitamin oleh Dokter agar tidak lemas dan agar janinnya sehat.
***
Sesampainya di rumah Aensley dan Zeyn langsung masuk ke kamar dengan wajah yang sangat gembira.
Aensley duduk di pinggir ranjang di ikuti dengan Zeyn, Zeyn berjongkok dan mengusap perut rata Aensley, sampai Aensley terkekeh kecil melihat tingkah laku suaminya yang sedang bicara dengan perut yang masih rata.
"Sayang, jangan bikin Mama susah ya"
"Jangan bikin repot papa juga, ok"
"Anak Papa disini cewek apa cowok,?" tanya Zeyn pada perut istrinya
"Hahaha sayang kau lucu sekali" kata Aensley
"Haha, aku tidak sabar melihat mereka" ujar Zeyn
"Sabar dong Papa sayang, aku masih sangat kecil disini" kata Aensley dan menirukan suara anak kecil
Zeyn meneteskan Air Mata bahagianya, lalu memeluk Aensley.
"Sayang kamu jangan kelelahan ya, kau jangan bekerja dulu, biar aku yang bekerja" ucap Zeyn
Aensley menganggukan kepalanya dan mencium pipi kanan dan kiri suaminya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai hai🤗 jangan lupa like, vote, Faforitkan dan bintang limanya 👌😗