MONA

MONA
Surat Mona



Setelah Dokter Dina menangani pasien, ketika jam makan siang Mona dan Dokter Dina pun pergi ke kantor pos dengan mobil Dokter Dina.


Dengan rasa bahagia Mona mengirim surat tersebut dan berharap segera sampai ke kampungnya. Selesai mengirim surat dokter Dina mengajak Mona makan siang di rumahnya.


(Setiba di rumah Dokter Dina)


"Ayo masuk nak, jangan sungkan!" Ujar dokter Dina.


"Iya Bu." Jawab Mona sopan.


Lalu Dokter Dina mengajak Mona ke meja makan yang sudah di sediakan pembantunya.


"Ibu hanya tinggal berdua saja dengan ibu yang tadi?" Tanya Mona.


"Iya, saya hanya tinggal berdua saja dengan pembantu saya." Jawab Mona.


"Begitu ya Bu." Balas Mona yang masih penasaran.


Mona pun melanjutkan makannya karena dia takut menyinggung perasaan dokter Dina makanya dia tidak bertanya lagi, setelah selesai makan mereka pun langsung kembali ke puskesmas.


(Di dalam mobil)


"Kamu pasti penasaran ya kenapa saya hanya tinggal berdua saja?" Ujar Dokter Dina senyum.


"Oh ndak Bu ndak." Jawab Mona gugup.


"Saya dua tahun lalu sudah bercerai dengan mantan suami saya, karena saya sibuk dengan pekerjaan saya pada akhirnya dia selingkuh, dari pernikahan kami belum di karuniai anak, makanya saya melihat kamu sangat senang sekali, saya seperti punya anak." Ujar dokter Dina.


"Maaf ya Bu bukan maksud saya buat Ibu sedih." Balas Mona.


"Iya nggak apa-apa! Saya senang kamu mau bertanya tentang saya." Ujar dokter Dina.


********


Seminggu kemudian surat dari Mona pun sampai di kampungnya. Kedua orang tua Mona pun sangat bahagia sekali akhirnya Mona mengirim kabar. Karena kedua orang tua Mona tidak bisa membaca pada akhirnya Ibunya Mona minta tolong ke Nining untuk membacanya. Ketika Nining membuka amplop ada sejumlah uang dan surat. Nining pun langsung membacanya.


"""""""""(Isi surat)""""""""""


Bapak, Ibu Mona baik baik saja di sini. Bapak dan Ibu jangan khawatir atau sedih ya. Di sini Mona bekerja di puskesmas dengan dokter Dina yang baik sekali kepada Mona. Mona harap bapak dan ibu sehat-sehat saja di sana. Ketika Mona punya cukup uang Mona akan kembali ke kampung. Mona sayang sekali dengan bapak dan ibu. Oh iya, titip salam juga ke Nining ya Pak, Bu. Mona harap semuanya baik baik saja.


Mona.


"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""


Ketika membaca surat tersebut bapak dan Ibunya Mona pun sedikit lega dan sedih karena sangat merindukan anaknya. Nining juga ikut lega karena gosip yang di sebarkan Siska adalah bohong.


"Nining senang kalau Mona baik baik saja pak, Bu!" Ujar Nining.


"Iya ndok, ibu juga lega... Ibu tau benar anak ibu bagaimana." Balas Ibunya Mona.


"Iya Bu, Siska itu dari dulu selalu iri dengan Mona.. makanya kalau Siska buat berita yang ndak ndak nggak usah di dengar." Ujar Nining.


"Bapak juga ndak menyangka kalau Siska tega sekali." Balas bapaknya Mona.


********


(Rumah Kemal)


"Sayang, udah dua Minggu si Mona belum juga ketemu, tapi kamu malah enak santai-santai saja di rumah." Ujar Siska.


"Ya terus aku harus apa sayang! Aku kan udah di DO dari kampus, gara gara sering bolos! Ya aku santai aja di rumah." Balas Kemal.


"Kamu itu ya, emang gak bisa di andalkan, kerjaan kamu itu cuma mabuk, dugem.. abis itu minta duit Mulu ke aku." Ujar Siska kesal.


"Loh, loh! Jadi kamu udah perhitungan sama aku.. oke! Aku cari cewek lain aja kalau gitu.. dan kamu keluar dari rumah aku!" Balas Kemal kesal.


"Bukan gitu sayang! Aku itu ngomong kayak gitu karena lagi kesal aja kok." Balas Siska lagi yang merayu Kemal.


"Ya sudah! Kalau gitu gak usah cerewet!" Ujar Kemal.


Siska pun meredam amarahnya kepada Kemal, karena bagaimanapun Siska mencintai Kemal dan sudah memberikan segalanya kepada Kemal.


******


"Siska..Siska! Dasar cewek bodoh! Ketika aku udah nggak butuh kamu pasti aku tinggalkan!" Ujar Kemal dalam hati.